Home Health Studi Terbaru: Intervensi Nutrisi Dini Bisa Hemat 4 Kali Lipat Biaya Kesehatan...

Studi Terbaru: Intervensi Nutrisi Dini Bisa Hemat 4 Kali Lipat Biaya Kesehatan Anak

993
0
Ilustrasi anak makan makanan sehat. (Foto: Pexels/Naomi Shi)
Urbanvibes

Hi Urbie’s! Masalah gizi pada anak masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2024 mencatat lebih dari 4,2 juta anak mengalami masalah gizi—mulai dari berat badan kurang hingga stunting. Kondisi ini bukan sekadar menghambat tumbuh kembang, tetapi juga membuka pintu bagi penyakit infeksi seperti pneumonia, diare, dan ISPA yang sering berujung pada rawat inap.

Di tengah tantangan ini, muncul temuan baru yang memberikan harapan. Sebuah penelitian dari Universitas Hasanuddin mengungkap bahwa intervensi nutrisi dini dapat menjadi “game changer” dalam upaya mengurangi angka stunting sekaligus menekan biaya kesehatan secara signifikan.

Temuan dari Glasgow: PKMK Mampu Tekan Biaya Hingga 4 Kali Lipat

Penelitian tersebut dipresentasikan oleh Dr. Irwandy, SKM., MSc.PH., M.Kes, peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin sekaligus Direksi di RS UNHAS, pada forum internasional bergengsi International Society for Pharmacoeconomics and Outcomes Research (ISPOR) 2025 di Glasgow, Skotlandia.

Melalui analisis ekonomi kesehatan (health economics), ia menemukan bahwa pemberian formula PKMK (Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus) selama dua bulan pada anak berisiko gagal tumbuh mampu menekan terjadinya stunting sekaligus menghasilkan penghematan biaya hingga empat kali lipat.

“Pendekatan intervensi nutrisi yang tepat tidak hanya meningkatkan kesehatan anak, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi anggaran kesehatan nasional,” jelas Dr. Irwandy.

Ia menambahkan, dengan memberikan formula khusus seperti PKMK kepada anak dengan weight faltering, dapat mencegah stunting dan mengurangi beban biaya rumah sakit secara signifikan.

Intervensi menggunakan PKMK yang mengandung 1 kkal/mL, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral ini terbukti mampu menekan biaya rawat inap, penggunaan alat medis, obat-obatan, hingga kehilangan produktivitas orang tua saat merawat anak sakit.

Dr. Irwandy, SKM., MSc.PH., M.Kes – Peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. (Foto: Dok. Pribadi)

Didukung Studi Klinis: Efektif 99% Kurangi Weight Faltering

Temuan Dr. Irwandy bukan satu-satunya bukti. Sebuah studi klinis lain yang dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi (Q1) oleh seorang Dokter Anak Konsulen Nutrisi dan Penyakit Metabolik juga menunjukkan hasil serupa.

Studi yang melibatkan 170 anak usia 6–12 bulan di Makassar itu mendapati bahwa intervensi nutrisi PKMK selama dua bulan mampu:

  • menurunkan weight faltering hingga 99%,
  • mempercepat kenaikan berat dan tinggi badan,
  • serta menghemat biaya rawat inap hingga empat kali lipat.

Dengan manfaat ganda—secara klinis dan ekonomis—PKMK dinilai sebagai intervensi yang relevan, efisien, dan sangat potensial untuk diterapkan secara luas di Indonesia.

Komitmen untuk Nutrisi Berbasis Sains

Menanggapi temuan tersebut, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Medical Science Director Nutricia Sarihusada, menyampaikan bahwa penelitian ini selaras dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi nutrisi berbasis sains.

“Kami percaya bahwa investasi pada nutrisi sejak dini adalah langkah strategis dalam membangun generasi sehat dan produktif,” ujarnya.

Baca Juga:

Ray juga menekankan bahwa pencegahan malnutrisi melalui intervensi seperti PKMK tidak hanya berdampak pada tumbuh kembang optimal anak, tetapi juga membantu menjaga keberlanjutan sistem kesehatan nasional.

Menurutnya, diterimanya studi Dr. Irwandy di ISPOR 2025 menjadi tonggak penting.

“Untuk pertama kalinya Indonesia menghadirkan kontribusi riset HEOR yang menampilkan portofolio PKMK secara lengkap. Pencapaian ini memperkuat bukti ilmiah bahwa intervensi nutrisi berbasis sains mampu memberikan nilai ekonomi nyata bagi sistem kesehatan,” tutupnya.

Arah Baru Penanganan Masalah Gizi Anak di Indonesia

Dengan prevalensi masalah gizi yang masih tinggi, pendekatan inovatif seperti intervensi nutrisi dini berbasis PKMK dapat menjadi jalan keluar yang efektif. Tidak hanya memulihkan kondisi anak, tetapi juga menekan beban biaya yang selama ini menggerus anggaran rumah tangga dan negara.

Studi-studi terbaru ini membuktikan bahwa nutrisi yang tepat di awal kehidupan bukan sekadar kebutuhan, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan, produktivitas, dan masa depan bangsa.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here