Home Business Strategi Berbasis Brand, Langkah Baru Lazada di Ekonomi Digital

Strategi Berbasis Brand, Langkah Baru Lazada di Ekonomi Digital

242
0
Media Briefing: Mengungkap Strategi Lazada Dalam Membangun Ekosistem Ecommerce Masa Depan, di Jakarta, Kamis (27/11/2025). (Foto: Dok. Lazada)
Urbanvibes

Hi Urbie’s! Di tengah semakin ketatnya persaingan eCommerce, Lazada mengambil langkah strategis yang cukup berani: menempatkan brand sebagai pusat pengembangan platform. Langkah ini bukan hanya sekadar penyegaran ekosistem digital, tetapi juga sinyal bahwa fase pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sedang memasuki babak baru—lebih cerdas, modern, dan berfokus pada kualitas.

CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera, menyebut pendekatan baru ini sebagai jawaban atas perubahan perilaku konsumen urban yang kini makin selektif.

“Konsumen Indonesia semakin mengutamakan kualitas dan keaslian produk. Mereka mencari ekosistem mal online yang aman dan tepercaya. Dengan strategi berpusat pada brand, kami ingin menjadi katalisator nilai bagi eCommerce Indonesia—menciptakan manfaat nyata bagi brand dan konsumen,” ujarnya saat Media Briefing “Mengungkap Strategi Lazada Dalam Membangun Ekosistem Ecommerce Masa Depan,” di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Menurut Carlos, pendekatan ini akan membuka akses pada harga yang lebih kompetitif, penemuan produk yang lebih mudah, serta pengalaman belanja yang lebih relevan. “Saat brand bertumbuh, konsumen pun merasakan keuntungannya. Inilah cara kami meningkatkan seluruh ekosistem,” tambahnya.

CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera saat Media Briefing, “Mengungkap Strategi Lazada Dalam Membangun Ekosistem Ecommerce Masa Depan,” di Jakarta, Kamis (27/11/2025). (Foto: Dok. Lazada)

Autentisitas Jadi Kunci Baru eCommerce Asia Tenggara

Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Tren eCommerce berbasis autentisitas—terutama belanja di kanal resmi seperti LazMall—terus meroket di Asia Tenggara.

Data Cube Asia 2025 menunjukkan lonjakan signifikan: dari hanya 12% pasar eCommerce pada 2020 menjadi 30% pada 2025 dengan nilai pasar sekitar US$40 miliar. Bahkan, pada 2030, segmen ini diprediksi menyentuh 55% dengan nilai mencapai US$150 miliar.

Tak heran, Lazada memilih memperkuat posisinya dalam ekosistem belanja tepercaya berbasis brand.

Tiga Pilar Utama: AI, Pengalaman Konsumen, dan Pemasaran

Commercial Director Lazada Indonesia, Nanang Ariswibowo, menjelaskan bahwa seluruh platform telah “dirombak” untuk memastikan pengalaman belanja yang lebih mulus dari awal hingga akhir.

“Ketika pengalaman berbelanja meningkat, brand akan memperluas kehadiran mereka, dan konsumen akan memperluas ragam pembeliannya,” katanya.

Berikut tiga pilar utama yang kini jadi fokus Lazada:

1. Pembaruan Aplikasi Berbasis AI

Lazada meningkatkan kemampuan penemuan produk, optimasi konten, dan automasi operasional brand melalui fitur-fitur AI. LazMall juga mendapat sentuhan baru untuk memperkuat visibilitas toko resmi.

2. Peningkatan Pengalaman Konsumen

Mulai dari layanan pelanggan hingga logistik, semuanya dipoles. Ada layanan pengiriman sekaligus instalasi untuk produk besar seperti furnitur.
Program Lazada Membership pun menawarkan manfaat eksklusif yang membuat belanja lebih hemat dan menyenangkan.

3. Perluasan Kanal Pemasaran

Lazada memberikan dukungan pemasaran agresif, termasuk festival belanja dengan subsidi voucher dan promosi besar-besaran. Brand juga bisa terhubung ke jaringan afiliasi untuk memperluas pasar.

Baca Juga:

Gramedia: Contoh Sukses Transformasi Brand di LazMall

Bukan hanya startup atau brand lifestyle, nama besar seperti Gramedia sudah merasakan dampaknya.
“Sebagai toko buku legendaris di Indonesia, penting bagi kami menjaga minat baca tetap hidup di era serba digital,” ujar Yosef Adityo, Corporate Support Director Gramedia.
Menurutnya, kehadiran mereka di LazMall membantu Gramedia menjangkau generasi pembaca baru.

“Lazada menjadi mitra kuat dalam memodernisasi pendekatan kami. Lewat LazMall, kami bisa terhubung dengan pembaca muda yang mungkin lebih dulu membuka aplikasi belanja daripada masuk toko buku,” tambah Yosef.

Menyambut Festival 12.12, Lazada Kian Mantap

Di tengah implementasi strategi barunya, Lazada juga bersiap menyambut festival belanja 12.12 yang sudah menjadi “hari raya” bagi penggemar belanja online. Dengan kolaborasi intens bersama brand, konsumen bisa mengharapkan penawaran besar dan pengalaman belanja yang lebih mulus.

Pada akhirnya, strategi berbasis brand ini menegaskan ambisi Lazada untuk menghadirkan ekosistem eCommerce yang makin tepercaya. Brand mendapat ruang tumbuh, konsumen menikmati pengalaman lebih baik, dan ekonomi digital Indonesia terus melaju.

Sebuah win-win-win yang terasa segar untuk industri retail digital Indonesia.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here