Home Entertainment Teaser Animasi “Garuda di Dadaku” Resmi Dirilis, Digarap 300 Animator Lokal!

Teaser Animasi “Garuda di Dadaku” Resmi Dirilis, Digarap 300 Animator Lokal!

247
0
teaser Garuda di Dadaku - sumber foto Youtube Base Entertainment Indonesia
teaser Garuda di Dadaku - sumber foto Youtube Base Entertainment Indonesia
Urbanvibes

Hi Urbie’s, semangat sepak bola Indonesia kembali berdenyut—kali ini lewat dunia animasi. Film animasi “Garuda di Dadaku” resmi merilis teaser perdana pada Rabu (17/12/2025). Cuplikan singkat ini langsung mencuri perhatian publik berkat visualnya yang dinamis, penuh warna, dan terasa jauh lebih imajinatif dibanding versi film orisinalnya.

Diproduksi oleh BASE Entertainment dan KAWI Animation bersama Robot Playground Media, proyek ini menjadi penanda kebangkitan “Garuda di Dadaku” dalam format baru. Bukan sekadar remake, film ini dihadirkan sebagai rebirth—menghidupkan kembali kisah legendaris dengan sentuhan fantasi yang lebih kuat dan pendekatan visual yang relevan dengan generasi masa kini. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 2026.

Teaser Garuda di Dadaku yang Langsung Disorot Publik

Urbie’s, sejak teaser perdananya dirilis, respons publik langsung terasa. Banyak yang menyoroti kualitas animasi yang tampak matang, detail karakter yang ekspresif, serta dunia cerita yang terasa lebih luas dan magis. Teaser ini seolah memberi sinyal bahwa “Garuda di Dadaku” versi animasi tidak main-main dalam hal produksi.

Proyek ini juga mendapat dukungan dari Singapore Film Commission, sekaligus bekerja sama dengan sejumlah brand lokal. Dukungan lintas negara dan kolaborasi dengan berbagai pihak tersebut memperkuat posisi film ini sebagai salah satu proyek animasi Indonesia paling ambisius dalam beberapa tahun terakhir.

Shanty Harmayn Kembali, Sutradara dengan Rekam Jejak Global

Nama Shanty Harmayn kembali tercatat sebagai produser film “Garuda di Dadaku” versi animasi. Sebelumnya, Shanty juga menjadi produser untuk film pertama dan kedua “Garuda di Dadaku”. Konsistensi ini menjaga kesinambungan visi dan nilai yang sejak awal melekat pada franchise tersebut.

Sementara itu, kursi sutradara diisi oleh Ronny Gani, yang menjadikan film ini sebagai debut penyutradaraannya di layar lebar animasi. Meski debut, Urbie’s tak perlu ragu. Ronny Gani memiliki pengalaman internasional sebagai animator di film-film besar seperti Avengers dan Aquaman. Rekam jejak tersebut menjadi jaminan kuat terhadap kualitas visual dan standar produksi animasi “Garuda di Dadaku”.

Garuda di Dadaku Digarap Hampir Empat Tahun oleh 300 Animator Lokal

Pengembangan animasi “Garuda di Dadaku” diketahui telah dimulai sejak April 2022. Setelah hampir empat tahun proses produksi, film ini akhirnya siap dirilis dan dinikmati penonton Tanah Air pada 2026.

Lebih dari 300 animator lokal dari berbagai kota seperti Bali, Malang, Bandung, dan Yogyakarta terlibat dalam pengerjaan film ini. Skala kolaborasi ini menjadikan “Garuda di Dadaku” sebagai salah satu proyek animasi kolaboratif terbesar di Indonesia. Tak hanya menunjukkan kekuatan teknis, proyek ini juga menegaskan potensi besar industri animasi nasional.

Baca Juga:

Cerita Baru dengan Sentuhan Fantasi Lebih Kuat

Urbie’s, berbeda dari versi film orisinalnya, animasi “Garuda di Dadaku” menghadirkan sentuhan fantasi yang lebih dominan. Hal ini terlihat dari desain karakter hingga dunia cerita yang lebih imajinatif dan penuh simbol.

Cerita berfokus pada Putra, bocah 13 tahun yang menyimpan mimpi besar menjadi pesepak bola tim nasional Indonesia. Namun, kegagalan dalam seleksi dan keraguan dari lingkungan sekitar nyaris membuatnya mengubur impian tersebut.

Hidup Putra berubah ketika ia bertemu Gaga, seekor Garuda kecil magis dengan misi khusus. Meski kerap bertengkar dan memiliki perbedaan, Putra dan Gaga dipersatukan oleh tujuan yang sama: membuktikan diri dan melawan keraguan. Dari sinilah kisah persahabatan, keberanian, dan perjuangan mengejar mimpi mulai terbang tinggi.

Siap Menyentuh Anak dan Keluarga

“Garuda di Dadaku” mengangkat tema universal tentang keberanian, persahabatan, dan keteguhan mengejar mimpi. Nilai-nilai tersebut dibalut dalam kisah emosional yang dekat dengan anak dan keluarga, menjadikannya tontonan yang relevan lintas generasi.

Urbie’s, dengan kualitas animasi yang terus berkembang, dukungan internasional, serta cerita lokal yang kuat, “Garuda di Dadaku” versi animasi bukan hanya nostalgia yang dibangkitkan. Ini adalah pernyataan bahwa animasi Indonesia siap bersaing dan terbang lebih tinggi—membawa semangat sepak bola dan mimpi anak bangsa ke layar lebar, dan mungkin, ke panggung dunia.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here