
Hi Urbie’s!, di tengah geliat industri kreatif yang semakin dinamis, kolaborasi lintas generasi menjadi kunci untuk menjaga semangat berkarya tetap relevan. Menjawab kebutuhan itu, Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Mercu Buana melalui mata kuliah Event Management mempersembahkan sebuah festival kolaboratif bertajuk “Thank God It’s Pop Up! (TGIP): Stay Pop, Growth Together”. Acara ini akan digelar pada 24–25 Desember 2025 di Melting Pop, M Bloc Space, Jakarta, dan terbuka untuk umum dengan free entry.
Lebih dari sekadar pasar kreatif, TGIP hadir sebagai ruang temu inklusif yang mempertemukan mahasiswa, pelajar SMA, dan komunitas kreatif dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Festival ini menjadi bukti bahwa dunia kampus tak lagi berjalan sendiri, melainkan aktif merangkul generasi yang lebih muda untuk tumbuh bersama di panggung kreatif yang lebih luas.
Ruang Ekspresi untuk Talenta Muda SMA
Salah satu keunikan utama TGIP terletak pada kolaborasinya dengan sekolah-sekolah SMA melalui program High School Performance. Dalam program ini, mahasiswa FIKOM Universitas Mercu Buana secara khusus mengajak band-band SMA dari Jakarta dan Tangerang untuk tampil di panggung profesional.
Inisiatif ini bukan sekadar memberi ruang tampil, melainkan membuka pengalaman baru bagi para pelajar SMA untuk merasakan atmosfer industri kreatif secara langsung. Tampil di hadapan publik luas, di salah satu pusat kreatif legendaris Jakarta, menjadi kesempatan berharga untuk mengasah kepercayaan diri sekaligus memperluas jejaring sejak dini.
Ketua Pelaksana TGIP 2025, Faiz Maulana, menegaskan bahwa kolaborasi lintas jenjang ini berangkat dari kepedulian terhadap ekosistem kreatif anak muda.
“Inisiatif merangkul teman-teman SMA berangkat dari keinginan kami untuk menjaga spirit penyelenggaraan pensi agar tetap hidup dan naik kelas ke ranah yang lebih luas. Melalui TGIP, kami berkolaborasi dengan pelajar yang memiliki antusiasme tinggi dalam berkarya,” ungkapnya.
Festival Dua Hari yang Penuh Aktivasi Kreatif
Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung TGIP akan disuguhi berbagai tenant fashion dan beauty dari brand lokal, yang merepresentasikan semangat kewirausahaan kreatif anak muda. Tak berhenti di sana, festival ini juga diperkaya dengan beragam aktivasi interaktif yang dirancang untuk menghibur sekaligus mengedukasi.
Mulai dari Creative Workshop, sesi Pop Girl Karaoke yang fun dan penuh energi, hingga Community Talkshow bersama radio kampus, seluruh rangkaian acara dirancang sebagai ruang dialog terbuka. Di sinilah mahasiswa dan pelajar SMA bisa saling berbagi wawasan tentang industri kreatif, pengalaman berkarya, hingga strategi pengelolaan acara di masa depan.
Kolaborasi dengan radio kampus turut memperkuat sisi sosial festival ini, memastikan bahwa nilai komunikasi, edukasi, dan hiburan berjalan beriringan dengan tren yang digemari generasi muda.
Baca Juga:
- Backpacker ke Bali dari Jakarta Pake Bus Siapa Takut, Inilah 6 Tips Biar tidak Capek
- BLACKPINK x Tamagotchi Resmi! Nostalgia 90-an Bertemu Ikon K-Pop Global
- Bogor Uji Coba Trem Listrik, Langkah Baru Menuju Kota Hijau dan Bebas Macet
Deretan Musisi Indie dan Kreator Konten
Atmosfer TGIP dipastikan semakin hidup dengan kehadiran musisi independen dan kreator konten yang membawa karakter unik masing-masing. Salah satu momen yang paling ditunggu adalah sesi karaoke interaktif yang dipandu oleh Tebetenk, kreator konten sekaligus mahasiswi Sastra Jawa UI yang dikenal dengan persona unik dan viralnya, bersama Athar Al Ikhwan, content creator yang kerap berkolaborasi dengan pelajar SMA/SMK.
Tak hanya itu, panggung TGIP juga akan diramaikan oleh Guess Star dari HERMIONE x Conversation Without Talk, serta Jane Is Jane, band indie pop yang tengah mencuri perhatian lewat karya-karya yang relatable dan berkarakter kuat. Untuk menjaga vibe tetap panas hingga malam, DJ Vando siap membakar semangat pengunjung dengan track pilihan yang memicu nuansa pesta di area Melting Pop.
Laboratorium Nyata bagi Mahasiswa Event Management
Bagi mahasiswa FIKOM Universitas Mercu Buana, TGIP bukan hanya ajang pamer kreativitas, tetapi juga laboratorium nyata untuk mengaplikasikan teori Event Management ke dalam praktik langsung. Mulai dari perencanaan konsep, manajemen panggung, kolaborasi talent, hingga pengelolaan audiens, semua dijalankan secara profesional oleh mahasiswa.
Penyelenggaraan TGIP diharapkan menjadi tolok ukur kompetensi mahasiswa dalam mengintegrasikan nilai edukasi, kolaborasi, dan hiburan ke dalam sebuah acara yang berdampak nyata. Festival ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa mampu menghadirkan event publik yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan semangat “Stay Pop, Growth Together”, TGIP mengajak Urbie’s! untuk merayakan kreativitas tanpa sekat, di mana mahasiswa, pelajar SMA, dan komunitas bisa tumbuh bersama dalam satu panggung yang inklusif. Catat tanggalnya, datang, dan rasakan langsung denyut kreatif anak muda Jakarta di penghujung tahun 2025.





















































