Home Entertainment K-Pop Kembali di Puncak Dunia: Rosé BLACKPINK Dinobatkan sebagai Billboard Global Artist...

K-Pop Kembali di Puncak Dunia: Rosé BLACKPINK Dinobatkan sebagai Billboard Global Artist of 2025

221
0
Rosé BLACKPINK Dinobatkan sebagai Billboard Global Artist of 2025 - sumber foto Instagram Rose
Rosé BLACKPINK Dinobatkan sebagai Billboard Global Artist of 2025 - sumber foto Instagram Rose
Urbanvibes

Hi Urbie’s! Setelah lebih dari satu dekade sejak “Gangnam Style” milik PSY mengguncang dunia, K-pop akhirnya kembali berdiri di puncak industri musik global. Kali ini, tongkat estafet itu berada di tangan Rosé BLACKPINK—seorang solois perempuan Korea Selatan yang mencetak sejarah baru di kancah internasional.

Billboard resmi menobatkan Rosé sebagai No.1 Global Artist of 2025, menjadikannya soloist perempuan Korea Selatan pertama dan soloist Korea kedua dengan peringkat tertinggi sepanjang sejarah Billboard, setelah PSY. Sebuah pencapaian monumental yang bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang dampak budaya, identitas, dan evolusi K-pop di mata dunia.

Keberhasilan ini didorong oleh kekuatan album solo perdananya, “ROSIE”, serta lagu kolaborasi fenomenal bersama Bruno Mars, “APT”, yang menjadi salah satu track paling berpengaruh tahun ini. Dalam lanskap musik global yang semakin kompetitif, Rosé tidak hanya hadir—ia mendominasi.

“ROSIE”: Pernyataan Identitas Seorang Global Artist

Album ROSIE bukan sekadar proyek solo dari anggota girl group terbesar di dunia. Album ini menjadi pernyataan artistik Rosé sebagai musisi independen. Mengusung warna pop alternatif, rock emosional, hingga sentuhan retro modern, ROSIE memperlihatkan sisi Rosé yang lebih personal, jujur, dan matang.

Lirik-liriknya berbicara tentang cinta, kehilangan, kerentanan, dan pencarian jati diri—tema universal yang dengan mudah diterima lintas budaya. Inilah kunci kekuatan Rosé: ia tidak menjual “K-pop” sebagai label semata, tetapi menjual emosi manusia yang bisa dirasakan siapa pun, di mana pun.

Billboard menilai ROSIE sebagai album dengan daya resonansi global yang kuat, tidak hanya sukses di pasar Asia, tetapi juga mendominasi chart Amerika Serikat, Eropa, hingga Amerika Latin.

“APT”: Lagu, Fenomena, dan Gerbang Budaya

Jika ROSIE adalah fondasi, maka “APT” adalah ledakan globalnya. Kolaborasi Rosé dengan Bruno Mars ini menjelma menjadi lagu lintas genre dan lintas budaya yang masif. Dengan melodi adiktif, produksi minimalis, dan konsep visual yang unik, APT menjadi lebih dari sekadar hit—ia adalah fenomena.

Menariknya, APT juga membawa efek budaya yang signifikan. Lagu ini secara tidak langsung memperkenalkan elemen gaya hidup, estetika, dan sensibility Korea Selatan kepada audiens global, dengan cara yang halus namun efektif. Banyak pengamat menyebut dampak APT sebagai “cultural gateway”, mirip dengan apa yang dilakukan Gangnam Style pada 2012—namun dengan pendekatan yang jauh lebih refined dan artistik.

Baca Juga:

Mengulang Sejarah, dengan Cara Baru

Dua belas tahun lalu, PSY mengubah persepsi dunia tentang musik Korea lewat humor, tarian ikonik, dan viralitas. Kini, Rosé melakukan hal serupa—tetapi dengan pendekatan yang berbeda. Ia membawa emosi, musikalitas, dan estetika global yang lebih dewasa.

Billboard dalam pernyataannya menyoroti bahwa kekuatan Rosé terletak pada originalitas ide dan kemampuannya menjembatani pasar Barat dan Asia tanpa kehilangan identitas. Ia tidak “menyesuaikan diri” dengan pasar global—pasar global justru menyesuaikan diri dengannya.

K-Pop di Era Baru

Pencapaian Rosé menandai babak baru bagi K-pop. Jika generasi awal berjuang untuk dikenal, dan generasi berikutnya memperluas pasar, maka era Rosé adalah era dominasi artistik. K-pop tidak lagi dilihat sebagai genre niche, tetapi sebagai kekuatan utama dalam industri musik dunia.

Bagi BLACKPINK, ini juga menjadi bukti bahwa kekuatan grup tersebut tidak berhenti di panggung kolektif. Setiap anggota kini berdiri sebagai entitas global dengan karakter dan pengaruh masing-masing—dan Rosé berada di garis depan momentum tersebut.

Lebih dari Sekadar Gelar

Gelar Billboard Global Artist of 2025 bukan hanya pencapaian personal bagi Rosé, tetapi juga simbol kebangkitan K-pop di level tertinggi industri musik global. Ini adalah pengakuan bahwa musik dari Korea Selatan tidak hanya relevan, tetapi memimpin arah.

Untuk Urbie’s, kisah Rosé adalah pengingat bahwa musik mampu melampaui bahasa, budaya, dan batas geografis. Dan di tahun 2025, suara itu kembali datang dari Korea—lebih kuat, lebih matang, dan lebih global dari sebelumnya.

Novotel Gajah Mada
Previous articleMomen Tak Terduga Raffi Ahmad di Stadion Anfield, Pemandu Anfield Terkejut Saat Tahu Angka 76 Juta
Next articleSean Ono Lennon: Generasi Baru Bisa Saja Melupakan The Beatles
Adi D.S adalah penulis yang gemar berkelana. Baginya, dunia adalah perpustakaan raksasa, dan setiap destinasi adalah sebuah cerita yang menunggu untuk diungkap. Dengan bekal rasa ingin tahu yang tinggi dan jiwa petualang, Adi tak pernah lelah untuk menjelajah berbagai penjuru dunia. Gairah menulis Adi bersatu dengan kecintaannya pada traveling, menghasilkan karya-karya yang memikat dan informatif. Lewat tulisan yang apik dan mengalir lancar, Adi mengajak para pembaca untuk ikut berpetualang bersamanya. Dari kearifan budaya lokal hingga keindahan panorama alam, Adi mampu membawakan pengalaman traveling yang imersif dan menggugah selera. Adi tak hanya sekedar bercerita, namun juga berbagi pengalaman dan tips berharga. Para pembaca yang memiliki mimpi jalan-jalan akan dimanjakan dengan informasi praktis dan rekomendasi yang menarik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here