Home Entertainment Perry Bamonte Meninggal Dunia di Usia 65 Tahun, The Cure Kehilangan Suara...

Perry Bamonte Meninggal Dunia di Usia 65 Tahun, The Cure Kehilangan Suara Distorsi Sedihnya

167
0
Perry Bamonte the Cure Meninggal Dunia di Usia 65 Tahun - sumber foto Instagram The Cure
Perry Bamonte the Cure Meninggal Dunia di Usia 65 Tahun - sumber foto Instagram The Cure
Urbanvibes

Hi Urbie’s, dunia musik rock alternatif kembali berduka. Perry Bamonte, gitaris sekaligus kibordis band legendaris asal Inggris The Cure, meninggal dunia pada usia 65 tahun pada Kamis, 25 Desember. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi para personel band, tetapi juga bagi jutaan penggemar yang tumbuh bersama musik The Cure.

Kabar duka ini diumumkan secara resmi melalui situs resmi The Cure pada Jumat, 26 Desember. Dalam pernyataan tersebut, Bamonte disebut mengembuskan napas terakhir di kediamannya setelah berjuang melawan sakit yang ia derita. Ia wafat di momen Natal—hari yang selama ini identik dengan kehangatan dan kebersamaan.

“Teman Baik dan Rekan Se-band”

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan, The Cure menegaskan bahwa Perry Bamonte bukan sekadar rekan kerja. Ia adalah bagian dari keluarga besar band.

“Dengan kesedihan mendalam kami mengabarkan meninggalnya teman baik dan rekan se-band kami, Perry Bamonte, yang wafat setelah sakit di rumah selama Natal,” tulis The Cure.

Kalimat singkat itu menyimpan kesedihan panjang. Sebuah perpisahan yang terasa sunyi, selaras dengan nuansa melankolis yang selama ini melekat dalam musik The Cure.

Sosok di Balik Atmosfer Gelap The Cure

Bagi banyak penggemar, nama Perry Bamonte mungkin tidak selalu berada di barisan terdepan seperti Robert Smith. Namun perannya dalam membentuk lapisan suara The Cure tidak bisa dipandang remeh.

Sebagai gitaris dan kibordis, Bamonte dikenal piawai menciptakan tekstur atmosferik—suara yang tidak selalu menonjol, tetapi justru menjadi fondasi emosi dalam lagu-lagu The Cure. Petikan gitar yang muram, lapisan keyboard yang dingin, dan nuansa ambient yang khas adalah elemen-elemen yang kerap hadir dalam era ketika Bamonte aktif bersama band.

Ia membantu menerjemahkan visi musikal The Cure menjadi pengalaman mendalam, tempat kesedihan, cinta, dan kegelisahan hidup saling bertemu.

Bagian dari Perjalanan Panjang The Cure

Perry Bamonte bergabung dengan The Cure pada periode penting dalam perjalanan band. Ia menjadi bagian dari fase ketika The Cure tidak hanya dikenal sebagai band post-punk, tetapi juga sebagai ikon gothic rock dan alternative rock dunia.

Di atas panggung, Bamonte dikenal sebagai sosok yang tenang, fokus, dan sepenuhnya tenggelam dalam musik. Ia bukan tipe musisi yang mencari sorotan, namun kehadirannya selalu terasa—baik dalam konser besar maupun rekaman studio.

Bagi penggemar setia, Bamonte adalah simbol dedikasi. Ia datang, memainkan perannya dengan sepenuh hati, dan membiarkan musik berbicara lebih keras daripada persona.

Reaksi Penggemar: Kehilangan yang Sunyi

Sejak kabar meninggalnya Perry Bamonte diumumkan, media sosial dipenuhi ungkapan duka dari penggemar The Cure di berbagai belahan dunia. Banyak yang membagikan kenangan konser, potongan lagu favorit, hingga lirik-lirik The Cure yang terasa semakin sendu setelah kepergiannya.

Bagi generasi yang tumbuh bersama musik The Cure, kehilangan Bamonte terasa personal. Lagu-lagu tentang kesepian, kehilangan, dan kerinduan kini terdengar lebih nyata—seolah menjadi refleksi dari momen ini.

Baca Juga:

Natal yang Berbeda bagi The Cure

Kepergian Bamonte di hari Natal memberi lapisan emosional yang lebih dalam. Natal, yang biasanya identik dengan perayaan, berubah menjadi momen perenungan bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan bandnya.

Bagi The Cure, ini bukan sekadar kehilangan seorang musisi, melainkan kehilangan teman seperjalanan yang telah melalui berbagai fase naik turun industri musik bersama.

Warisan yang Tak Akan Hilang

Meski Perry Bamonte telah berpulang, warisannya akan terus hidup melalui musik. Setiap lapisan gitar dan keyboard yang pernah ia mainkan akan tetap beresonansi, menemani pendengar lama dan baru.

The Cure selalu dikenal sebagai band yang musiknya melampaui waktu. Dan Bamonte adalah bagian dari alasan mengapa lagu-lagu mereka tetap relevan—karena kejujuran emosi dan kedalaman bunyi yang ia bantu ciptakan.

Selamat Jalan, Perry Bamonte

Urbie’s, kehilangan Perry Bamonte mengingatkan kita bahwa di balik band besar, selalu ada sosok-sosok yang bekerja dengan sunyi, namun berdampak besar. Ia mungkin tidak selalu berada di depan panggung, tetapi kontribusinya telah tertanam kuat dalam sejarah The Cure.

Selamat jalan, Perry Bamonte. Terima kasih telah menjadi bagian dari soundtrack hidup begitu banyak orang. Musikmu akan terus hidup—dalam kesunyian, kerinduan, dan setiap nada yang masih bergema.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here