Home Highlight Spaceport Nasional di Biak Mulai Dibangun 2026 Indonesia Bersiap Masuk Liga Antariksa...

Spaceport Nasional di Biak Mulai Dibangun 2026 Indonesia Bersiap Masuk Liga Antariksa Dunia!

130
0
ilustrasi Spaceport Nasional di Biak - sumber foto Urbanvibes
ilustrasi Spaceport Nasional di Biak - sumber foto Urbanvibes
Urbanvibes

Hi Urbie’s, mimpi Indonesia untuk benar-benar menjejak industri antariksa global akhirnya memasuki fase paling konkret. Setelah puluhan tahun berada di tahap kajian dan perencanaan, Indonesia resmi menargetkan pembangunan Spaceport Nasional di Biak, Papua, mulai 2026. Kabar ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, seiring dengan finalisasi regulasi pemerintah terkait operasional bandar antariksa nasional.

Langkah ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan penanda ambisi besar Indonesia untuk naik kelas—dari pengguna teknologi antariksa menjadi pemain aktif dalam industri peluncuran roket dan ekonomi ruang angkasa global.

Biak dan Keunggulan Geografis yang Tak Tergantikan

Pemilihan Pulau Biak, Papua, bukan keputusan sembarangan. Lokasinya yang berada sangat dekat dengan garis khatulistiwa memberikan keuntungan strategis yang jarang dimiliki negara lain. Dari sisi teknis, peluncuran roket dari wilayah ekuator memanfaatkan kecepatan rotasi bumi secara maksimal, sehingga mengurangi kebutuhan bahan bakar untuk mencapai orbit rendah Bumi (low-earth orbit).

Tak hanya efisien, orientasi Biak yang menghadap langsung ke Samudra Pasifik juga meminimalkan risiko keselamatan. Jalur peluncuran roket dapat diarahkan ke laut lepas, mengurangi potensi jatuhnya puing roket ke wilayah padat penduduk. Kombinasi faktor alam inilah yang menjadikan Biak sebagai salah satu lokasi ideal spaceport di kawasan Asia-Pasifik.

Dari Rencana Lama ke Realisasi Nyata

Bagi Indonesia, proyek ini sejatinya bukan gagasan baru. Studi awal terkait pembangunan bandar antariksa domestik sudah dimulai sejak 1985, ketika LAPAN—lembaga antariksa Indonesia sebelum dilebur ke BRIN—mengidentifikasi kawasan Desa Saukobye, Biak Numfor, seluas sekitar 100 hektare sebagai lokasi potensial.

Namun selama hampir empat dekade, rencana tersebut tertahan oleh berbagai tantangan: regulasi, pendanaan, hingga prioritas pembangunan nasional. Kini, setelah Undang-Undang Keantariksaan 2013 secara tegas mewajibkan negara membangun dan mengoperasikan spaceport sendiri, proyek ini akhirnya bergerak keluar dari bayang-bayang penundaan.

Menuju Proyek Strategis Nasional

BRIN mendorong agar Spaceport Biak ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029 serta visi pembangunan jangka panjang 2026–2045. Status ini penting untuk memastikan dukungan lintas kementerian, kemudahan perizinan, serta kepastian pendanaan.

Baca Juga:

Lebih dari sekadar simbol prestise, spaceport ini diproyeksikan memiliki multiplier effect ekonomi yang signifikan. BRIN memperkirakan kontribusinya bisa mencapai hingga 5 persen dari PDB ekonomi antariksa global, sebuah angka yang mencerminkan potensi besar jika Indonesia berhasil menarik peluncuran komersial internasional.

Kolaborasi Global, Ambisi Nasional

Dalam mewujudkan proyek ini, Indonesia tidak berjalan sendiri. BRIN menjalin kerja sama strategis dengan Roscosmos State Space Corporation dari Rusia melalui kemitraan yang melibatkan Glavkosmos dan PT Uniresources Petroleum Indonesia. Nota kesepahaman yang ditandatangani pada 2023 menjadi fondasi kolaborasi teknologi, operasional, dan pengembangan bisnis spaceport.

Menariknya, Spaceport Biak tidak dirancang sebagai fasilitas eksklusif milik negara semata. Konsepnya adalah bandar antariksa komersial, yang dapat digunakan oleh berbagai entitas—baik publik maupun swasta, domestik maupun internasional. Artinya, Indonesia membuka pintu bagi perusahaan peluncuran roket global untuk menjadikan Biak sebagai basis operasi mereka di kawasan Asia.

Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja Lokal

Bagi Papua, proyek ini membawa harapan besar. Pembangunan spaceport berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja baru, mulai dari konstruksi, logistik, keamanan, hingga sektor pendukung seperti pariwisata dan jasa. Transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM lokal juga menjadi bagian penting dari visi jangka panjang proyek ini.

Lebih jauh, keberadaan spaceport dapat memicu tumbuhnya ekosistem industri antariksa nasional, dari manufaktur komponen roket, riset satelit, hingga startup teknologi berbasis data luar angkasa.

Indonesia dan Masa Depan Antariksa

Urbie’s, pembangunan Spaceport Nasional di Biak bukan hanya tentang roket dan peluncuran satelit. Ini adalah pernyataan arah masa depan Indonesia—bahwa negeri ini siap berkompetisi di industri bernilai tinggi, berbasis sains dan teknologi.

Setelah puluhan tahun menunggu, 2026 berpotensi menjadi titik balik sejarah antariksa Indonesia. Dari Papua, Indonesia menatap langit bukan lagi sebagai penonton, tetapi sebagai pemain yang siap meluncur ke orbit global.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here