Home Highlight LEGO SMART Play System, Saat Balok Mainan Mulai “Ngeh” Bersuara Sesuai Imajinasi...

LEGO SMART Play System, Saat Balok Mainan Mulai “Ngeh” Bersuara Sesuai Imajinasi Kita!

84
0
LEGO SMART Play System, tambahkan efek suara kedalam lego - sumber foto Lego
LEGO SMART Play System, tambahkan efek suara kedalam lego - sumber foto Lego
Urbanvibes

Hi Urbie’s!, di tengah gempuran mainan digital dan layar sentuh, LEGO justru mengambil langkah yang tidak terduga. Dalam ajang CES 2026, LEGO resmi memperkenalkan SMART Play System, sebuah inovasi yang menambahkan lapisan interaktif pada permainan LEGO fisik—tanpa mengorbankan esensi bermain manual yang selama puluhan tahun menjadi roh utama brand ini.

Balok LEGO tetap harus dirakit dengan tangan. Tetap jatuh berantakan di lantai. Tetap butuh imajinasi. Bedanya, kini balok-balok tertentu bisa merespons permainan kita melalui cahaya, suara, dan reaksi terhadap gerakan. Bukan menggantikan imajinasi, tapi seolah ikut “hadir” dalam cerita yang sedang kita bangun.

Tiga Komponen, Satu Ekosistem Pintar

SMART Play System dibangun dari tiga komponen utama yang bekerja sebagai satu ekosistem. Pertama adalah SMART Brick, balok berukuran 2×4 yang menjadi pusat sistem. Di dalam balok ini tertanam LED, speaker mini, chip pemrosesan, serta accelerometer yang mampu mendeteksi arah dan kecepatan gerakan.

Komponen kedua adalah SMART Tag, ubin datar 2×2 tanpa stud yang berfungsi sebagai pemicu konteks. Setiap SMART Tag memiliki identitas digital unik yang dapat “memberi tahu” sistem tentang skenario apa yang sedang dimainkan.

Komponen ketiga adalah SMART Minifigures, figur LEGO yang juga memiliki identitas digital sehingga dapat dikenali oleh SMART Brick dan Tag. Ketiganya saling berkomunikasi secara otomatis tanpa perlu aplikasi, layar, atau pengaturan rumit.

Balok LEGO yang Bisa Merespons Cerita

Dalam praktiknya, sistem ini terasa sederhana namun cerdas. Ambil contoh set bertema helikopter. Ketika SMART Brick berada dekat SMART Tag bertema helikopter, sistem langsung mengaktifkan suara baling-baling dan efek cahaya. Tidak perlu menekan tombol atau membuka aplikasi apa pun.

Accelerometer di dalam SMART Brick memastikan respons yang muncul sesuai dengan cara bermain. Saat helikopter digerakkan cepat, suara mesin ikut meninggi. Ketika dimiringkan atau dibalik, efek cahaya dan audio ikut menyesuaikan secara real-time. Baloknya tidak mengatur permainan, tapi meresponsnya.

Pendekatan ini membuat pengalaman bermain terasa lebih hidup, tanpa kehilangan spontanitas yang menjadi ciri khas LEGO.

LEGO SMART Play System, tambahkan efek suara kedalam lego - sumber foto Lego
LEGO SMART Play System, tambahkan efek suara kedalam lego – sumber foto Lego

Bukan Menggantikan Imajinasi, Tapi Menemani

Yang menarik, LEGO secara tegas menekankan bahwa SMART Play System bukan diciptakan untuk “mengajari” anak bagaimana harus bermain. Sistem ini dirancang untuk memperkaya pengalaman fisik, bukan mengarahkannya.

Di sinilah perbedaan besar LEGO dibanding banyak mainan interaktif modern. Tidak ada layar yang harus ditatap. Tidak ada narasi kaku yang harus diikuti. Anak tetap bebas menciptakan cerita sendiri, sementara balok LEGO hanya memberikan umpan balik sensorik yang terasa alami dan kontekstual.

Secara filosofis, ini seperti balok LEGO yang ikut mendengarkan cerita kita, lalu bereaksi saat momennya tepat.

Baca Juga:

Nostalgia Masa Kecil, Versi Upgrade

Jujur saja, Urbie’s, konsep ini langsung memantik nostalgia. Dulu, saat membuat pesawat LEGO, suara mesinnya berasal dari mulut sendiri. Lari-lari di rumah sambil menirukan dengungan baling-baling, dengan imajinasi bekerja penuh.

Sekarang, imajinasi itu tetap jadi penggerak utama. Hanya saja, baloknya ikut “ngeh”. Bukan mengambil alih, tapi menemani. Saat kita bergerak cepat, dia ikut merespons. Saat kita diam, dia juga tenang.

Perubahan ini terasa seperti evolusi yang lembut, bukan revolusi yang memaksa.

Konsep ID Digital yang Sederhana tapi Kuat

Inti kekuatan SMART Play System terletak pada konsep ID digital. Setiap SMART Brick, Tag, dan Minifigure memiliki identitas yang membuat mereka saling mengenali. Secara metaforis, ini seperti kita membisikkan ke balok, “gue lagi jadi helikopter,” dan balok itu menjawab, “oke, gue dukung ceritanya.”

Kesederhanaan ini membuat sistem terasa intuitif. Tidak ada proses pairing yang ribet. Tidak ada ketergantungan pada smartphone. Semua terjadi secara natural di ruang bermain fisik.

Mainan Masa Depan Tanpa Kehilangan Jiwa

LEGO menyebutkan bahwa SMART Play System akan debut melalui set-set tertentu mulai tahun 2026. Jika sistem ini terus dikembangkan, bukan tidak mungkin cara kita bercerita lewat mainan fisik akan naik level.

Yang paling melegakan, LEGO tidak tergoda menjadikan inovasi ini sebagai alasan untuk mendorong anak menatap layar lebih lama. Bermain tetap pakai tangan. Tetap berantakan. Tetap penuh imajinasi.

Urbie’s!, di era ketika teknologi sering kali mengambil alih peran manusia, LEGO justru memilih pendekatan sebaliknya. Teknologi hadir sebagai pendukung, bukan pengendali. Dan mungkin, di situlah kekuatan terbesar SMART Play System—membuktikan bahwa masa depan mainan tidak harus meninggalkan jiwa masa kecil.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here