Home Entertainment “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, Kejujuran Paling Sunyi dari Ifan Seventeen di Album...

“Jangan Paksa Rindu (Beda)”, Kejujuran Paling Sunyi dari Ifan Seventeen di Album Resonance

271
0
“Jangan Paksa Rindu (Beda)”, Kejujuran Paling Sunyi dari Ifan Seventeen di Album Resonance
Foto: Dok. Ifan Seventeen
Urbanvibes

Hi Urbie’s, dalam perjalanan sebuah hubungan, ada fase ketika bertahan bukan lagi soal memperjuangkan, melainkan sekadar kebiasaan yang diam-diam melukai. Perasaan inilah yang menjadi inti dari single terbaru Ifan Seventeen berjudul “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, lagu yang dirilis sebagai bagian dari album terbarunya, Resonance. Melalui karya ini, Ifan menghadirkan potret jujur tentang hubungan yang masih berjalan, tetapi kehilangan denyut emosinya.

“Jangan Paksa Rindu (Beda)” bercerita tentang perubahan yang datang perlahan. Bukan perpisahan yang tiba-tiba, melainkan jarak yang tumbuh diam-diam di antara dua orang yang dulu saling mencintai. Kebersamaan masih ada, rutinitas tetap dijalani, tetapi perasaan tidak lagi menemukan rumahnya. Lagu ini mengajak pendengar menengok kembali momen-momen sederhana dalam hubungan, seperti kapan terakhir berbincang dari hati ke hati, saling menatap tanpa beban, atau mengucapkan cinta dengan tulus. Dari pertanyaan-pertanyaan kecil itulah muncul kesadaran bahwa jarak tidak selalu soal fisik, melainkan perasaan yang pelan-pelan menjauh.

Diciptakan oleh Ifan Seventeen bersama Opik Kurdi, lagu ini menggambarkan situasi ketika satu atau dua pihak sudah tidak lagi mampu berjalan seiring, namun tetap bertahan karena takut kehilangan, takut sendiri, atau enggan keluar dari zona nyaman. Pesan utamanya sederhana namun menyentuh: rindu dan cinta tidak bisa dipaksakan. Ketika hati sudah lelah dan perasaan berubah, bertahan dengan setengah hati justru hanya akan menambah luka yang lebih dalam.

Alih-alih menyajikan amarah atau penyesalan, “Jangan Paksa Rindu (Beda)” memilih nada yang tenang dan reflektif. Lagu ini tidak menghakimi keputusan siapa pun, melainkan mengajak pendengar untuk jujur pada diri sendiri. Merelakan dalam lagu ini bukan berarti melupakan, melainkan menyimpan kisah yang pernah ada dengan penuh penghormatan, lalu menutup ruang di hati agar bisa melangkah ke depan dengan lebih utuh dan dewasa.

Baca juga:

Secara musikal, aransemen yang dihadirkan terasa sederhana namun emosional. Instrumen yang tidak berlebihan memberi ruang bagi lirik dan karakter vokal Ifan Seventeen yang hangat dan penuh penghayatan. Emosi yang disampaikan terasa dekat, seolah menjadi cermin bagi banyak pasangan di luar sana yang mungkin sedang berada di persimpangan yang sama. Lagu ini tidak berteriak, tetapi justru menyentuh lewat keheningannya.

Ifan Seventeen sendiri mengungkapkan bahwa lagu ini merepresentasikan banyak hubungan yang secara tidak sadar sudah berada di titik saling mengkhianati perasaan sendiri. Bertahan meski tidak lagi nyaman, berbohong pada diri sendiri karena takut keluar dari zona aman. Pernyataan ini memperkuat pesan lagu bahwa kejujuran pada perasaan adalah bentuk keberanian yang sering kali paling sulit dilakukan.

Single “Jangan Paksa Rindu (Beda)” menjadi bagian penting dari album Resonance, sebuah karya yang menandai kembalinya Ifan Seventeen ke fase emosional yang lekat dengan perjalanan musikalnya. Kata Resonance diambil dari istilah resonansi, yaitu getaran suara yang merambat dan bertahan di udara. Filosofi ini dipilih karena Ifan ingin setiap lagu dalam album tersebut meninggalkan getaran emosi yang tetap terasa, bahkan setelah musiknya berhenti diputar.

Album Resonance menghadirkan perjalanan emosional yang utuh melalui sepuluh lagu, yaitu 1001 Cara, Jangan Paksa Rindu (Beda), Kidung Hawa, Tangisan Dibawah Hujan, Anomali, Sungguh Sempurna, Menjadi Bintang, Lelaki Hebat, Apa Kabar, dan Sakit Hati. Kesepuluh lagu ini saling terhubung dan membentuk benang merah tentang refleksi diri, penerimaan, kehilangan, harapan, hingga kedewasaan emosional. Resonance bukan sekadar album untuk didengarkan, tetapi untuk dirasakan dan direnungkan.

Single “Jangan Paksa Rindu (Beda)” beserta album Resonance resmi dirilis pada 9 Januari 2026 dan kini sudah tersedia di seluruh digital streaming platform. Lewat karya ini, Ifan Seventeen kembali membuktikan kemampuannya merangkai emosi menjadi lagu-lagu yang relevan dengan realitas banyak orang, khususnya mereka yang sedang belajar merelakan dengan cara paling jujur.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here