Home Highlight Diplomasi Pakai Drum! PM Jepang dan Presiden Korea Selatan Jamming K-Pop di...

Diplomasi Pakai Drum! PM Jepang dan Presiden Korea Selatan Jamming K-Pop di Tengah Isu Global

173
0
PM Jepang dan Presiden Korea Selatan Jamming K-Pop di Tengah Isu Global - sumber foto Instagram NY Times
PM Jepang dan Presiden Korea Selatan Jamming K-Pop di Tengah Isu Global - sumber foto Instagram NY Times
Urbanvibes

Hi Urbie’s!, diplomasi tingkat tinggi tak selalu harus kaku, dingin, dan penuh jargon geopolitik. Pertemuan puncak antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Selasa, 13 Januari, justru ditutup dengan momen tak terduga yang langsung mencuri perhatian dunia: sesi drum dadakan dengan iringan lagu-lagu K-pop.

Dilansir dari The New York Times, kedua pemimpin tersebut terlihat “jamming” mengikuti lagu “Dynamite” milik BTS serta musik dari serial musikal animasi Netflix KPop Demon Hunters dalam sebuah pertemuan puncak yang digelar di Jepang. Video resmi yang dibagikan kantor kepresidenan Korea Selatan pun dengan cepat menyebar luas, menampilkan sisi santai dan manusiawi dari dua tokoh penting Asia Timur.

Dari Nuklir ke Nada Drum

Menurut laporan The New York Times, sebelum sesi musik tersebut terjadi, Takaichi dan Lee telah menghabiskan waktu berjam-jam membahas isu-isu berat. Topiknya tidak main-main, mulai dari senjata nuklir, keamanan ekonomi, hingga dinamika geopolitik kawasan Asia Timur yang semakin kompleks.

Di tengah diskusi serius itulah, Sanae Takaichi—yang dikenal sebagai drummer heavy metal amatir—mengambil inisiatif tak biasa. Ia mengundang Lee Jae Myung, yang sama sekali tidak memiliki pengalaman bermain drum, untuk bergabung dalam sebuah pertunjukan spontan.

Langkah ini bukan sekadar hiburan penutup. Sesi drum tersebut secara simbolis dimaksudkan untuk menunjukkan menghangatnya hubungan Jepang dan Korea Selatan, dua negara yang memiliki sejarah panjang penuh dinamika dan ketegangan.

BTS, K-Pop, dan Bahasa Universal Diplomasi

Pilihan lagu yang dimainkan juga sarat makna. “Dynamite” dari BTS merupakan simbol globalisasi budaya Korea Selatan, sekaligus bukti kuatnya pengaruh K-pop sebagai soft power dunia. Sementara musik dari KPop Demon Hunters merepresentasikan bagaimana budaya pop Korea kini merambah berbagai medium hiburan global.

Dalam video tersebut, Takaichi dan Lee tampak menikmati setiap ketukan drum. Tak ada jarak formal, tak ada gestur kaku. Sebaliknya, yang terlihat adalah dua pemimpin negara yang saling tertawa, beradaptasi, dan berbagi momen sederhana.

Takaichi bahkan memuji Lee secara terbuka. Ia menyebut Presiden Korea Selatan mampu belajar dasar-dasar bermain drum hanya dalam waktu singkat. “Presiden belajar bermain drum hanya dalam lima atau sepuluh menit,” kata Takaichi sambil tersenyum.

Sinyal Hangat di Tengah Ketidakpastian Global

Di balik suasana santai tersebut, Urbie’s, tersimpan pesan diplomatik yang kuat. The New York Times mencatat bahwa sesi musik ini berlangsung di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang kian dalam. Jepang dan Korea Selatan sama-sama menghadapi tantangan besar dalam hubungan internasional mereka.

Baca juga:

Kedua negara merupakan sekutu utama Amerika Serikat, namun kini harus beradaptasi dengan kebijakan luar negeri AS yang dinilai semakin tidak menentu. Di saat yang sama, Jepang dan Korea Selatan juga menghadapi upaya China memperluas kekuatan ekonomi dan militernya di Asia.

Dalam konteks inilah, simbol keakraban seperti sesi drum bersama memiliki makna lebih dari sekadar hiburan. Ia menjadi sinyal visual bahwa Tokyo dan Seoul berupaya memperkuat kerja sama dan kepercayaan di tengah lanskap global yang penuh tekanan.

Diplomasi Ulang-Alik dan Komitmen Kerja Sama

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari yang sama, Sanae Takaichi dan Lee Jae Myung menegaskan komitmen mereka untuk memperdalam hubungan keamanan dan ekonomi. Keduanya juga sepakat melanjutkan pendekatan “diplomasi ulang-alik”, yakni komunikasi intensif dan kunjungan rutin antar pemimpin.

Sebagai kelanjutan dari pertemuan tersebut, Takaichi dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Korea Selatan. Langkah ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa hubungan bilateral kedua negara sedang memasuki fase yang lebih terbuka dan kolaboratif.

Wajah Baru Diplomasi Asia Timur

Momen drum ini juga mencerminkan perubahan wajah diplomasi modern. Di era media sosial dan budaya pop global, pesan politik tak lagi hanya disampaikan lewat pernyataan resmi atau dokumen kebijakan. Gestur simbolik, apalagi yang dekat dengan generasi muda, justru sering kali lebih efektif.

Bagi publik, khususnya generasi muda Asia, melihat dua pemimpin negara memainkan lagu BTS bersama terasa relatable dan segar. Diplomasi tak lagi terasa jauh, melainkan hadir dalam bahasa universal: musik.

Ketukan Drum, Pesan Persahabatan

Urbie’s!, sesi drum dadakan antara Perdana Menteri Jepang dan Presiden Korea Selatan mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, seperti dicatat The New York Times, momen itu membawa pesan yang lebih besar tentang upaya merajut hubungan yang lebih hangat di tengah ketegangan global.

Di tengah isu nuklir, keamanan ekonomi, dan persaingan kekuatan besar, dua pemimpin Asia Timur memilih menutup pertemuan mereka dengan irama K-pop. Sebuah pengingat bahwa bahkan di dunia politik paling serius sekalipun, kepercayaan dan kedekatan sering kali dibangun lewat momen-momen sederhana—cukup dengan dua pasang stik drum dan satu lagu yang sama.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here