Hi Urbie’s!, pernah terpikir bagaimana sebuah ide sederhana bisa berubah menjadi koleksi busana yang punya karakter kuat? Di balik pakaian yang kita lihat di runway atau etalase butik, ada proses panjang yang melibatkan riset, eksplorasi warna, pemilihan material, hingga kemampuan menerjemahkan gagasan menjadi produk yang punya nilai.
Proses kreatif inilah yang menjadi sorotan dalam workshop Jadi Gini Belajar Bersama (JGBB) Fashion bertajuk “Unlock Your Creative Potential: From Concept to Fashion Product” yang berlangsung di Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Jakarta, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Berkolaborasi dengan desainer mode Indonesia, Didiet Maulana, kegiatan ini menghadirkan 150 peserta untuk mengeksplorasi proses pengembangan produk fashion secara lebih dekat. Bukan sekadar membicarakan tren atau inspirasi berpakaian, workshop ini mengajak peserta memahami bagaimana sebuah konsep dapat berkembang menjadi rancangan busana yang siap diwujudkan.
Dari Moodboard hingga Produk Fashion, Ini Proses Kreatif yang Dipelajari
Dipandu oleh Didiet Maulana selaku Creative Director IKAT Indonesia dan Zahra Damayanti sebagai Textile Designer IKAT Indonesia, workshop ini membedah tahapan penting dalam proses desain busana.
Peserta diajak memulai dari membangun konsep visual melalui moodboard dan mind mapping. Dua metode tersebut membantu desainer mengumpulkan inspirasi, menentukan arah kreatif, serta menyusun gagasan agar memiliki benang merah sebelum masuk ke tahap perancangan.
Setelah konsep terbentuk, eksplorasi berlanjut pada kombinasi warna, pemilihan kain, ilustrasi busana, hingga teknik mempresentasikan produk. Setiap tahap memiliki peran tersendiri dalam membentuk identitas desain sekaligus memastikan gagasan kreatif dapat diterjemahkan menjadi produk yang lebih konkret.

Menariknya, peserta juga memperoleh wawasan mengenai prediksi tren warna dan fashion yang diperkirakan diminati pada 2027. Informasi ini dapat menjadi bekal untuk membaca arah perkembangan industri sekaligus memahami bagaimana tren dapat diolah menjadi inspirasi tanpa kehilangan karakter desain masing-masing.
Bagi desainer pemula maupun pelaku UMKM fashion, pemahaman seperti ini menjadi modal penting untuk mengembangkan produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki konsep dan tujuan yang jelas.
Sustainable Fashion Jadi Bagian dari Pembahasan Kreativitas
Di tengah industri fashion yang terus bergerak mengikuti tren, pembicaraan mengenai keberlanjutan juga semakin relevan. Kreativitas tidak lagi berhenti pada bagaimana menghasilkan desain yang menarik, tetapi turut membuka ruang untuk mempertimbangkan material, proses produksi, dan dampak produk terhadap lingkungan.
Semangat tersebut sejalan dengan kolaborasi JGBB Fashion dan Mangkuluhur ARTOTEL Suites melalui inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG) bertajuk The Art of Goodness.
Melalui program ini, hotel mendukung kegiatan edukasi kreatif yang mendorong kesadaran mengenai sustainable fashion. Kolaborasi tersebut juga membuka kesempatan bagi desainer lokal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi untuk memperluas pengetahuan serta meningkatkan keterampilan mereka.

Baca juga:
- Denim Nggak Cuma Jeans! Koleksi Terbaru Benang Jarum Hadir dengan Gaya Feminin dan Stylish
- Hong Kong Punya Banyak Warna, Nada Puspita Ajak Kamu Temukan Ceritanya Lewat INTERTWINED
Pendekatan ini menjadi penting karena perkembangan industri kreatif membutuhkan ekosistem yang memungkinkan talenta lokal belajar, bertukar pengalaman, dan menemukan peluang untuk mengembangkan usahanya.
Dengan memahami proses desain secara lebih menyeluruh, peserta diharapkan dapat melihat bahwa keputusan mengenai warna, bahan, dan konsep produk merupakan bagian dari proses kreatif yang perlu dipertimbangkan secara matang.
Kolaborasi Kedua Didiet Maulana dan Mangkuluhur ARTOTEL Suites
JGBB Fashion 2026 juga menandai kali kedua Didiet Maulana memilih Mangkuluhur ARTOTEL Suites sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Kolaborasi ini memperlihatkan keberlanjutan hubungan antara hotel dan komunitas kreatif yang membutuhkan ruang untuk belajar, berdiskusi, serta mempertemukan beragam perspektif. Ballroom yang luas dan fasilitas pendukung acara menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan yang nyaman bagi peserta selama mengikuti workshop.
General Manager Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Faisal Tranggono, menyampaikan apresiasinya atas kembalinya Didiet Maulana dan JGBB Fashion ke hotel tersebut.
“Kami senang dapat kembali menyambut Didiet Maulana dan JGBB Fashion di Mangkuluhur ARTOTEL Suites. Melihat antusiasme para peserta yang hadir untuk belajar dan mengembangkan kreativitas tentu menjadi hal yang positif bagi kami,” ujar Faisal Tranggono.
Ia juga menegaskan bahwa melalui inisiatif ESG The Art of Goodness, pihak hotel berharap dapat terus mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi komunitas kreatif lokal, termasuk desainer dan pelaku UMKM, sekaligus mendorong pendekatan yang lebih bijak dalam industri fashion.
Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Ruang untuk Industri Kreatif
Sebagai hotel upscale di jantung Jakarta, Mangkuluhur ARTOTEL Suites menawarkan pilihan ruang pertemuan dan fasilitas acara untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kegiatan perusahaan hingga workshop dan kolaborasi kreatif.
Keterlibatan hotel dalam JGBB Fashion menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kegiatan yang mempertemukan edukasi, seni, bisnis, dan komunitas. Kehadiran 150 peserta dalam workshop ini juga memperlihatkan adanya minat untuk terus mengembangkan keterampilan sekaligus mengeksplorasi peluang baru di industri fashion.
Urbie’s!, perjalanan dari ide menjadi produk fashion ternyata membutuhkan lebih dari sekadar inspirasi. Ada proses berpikir, keberanian bereksperimen, pemahaman material, dan kemampuan membaca perkembangan tren yang ikut menentukan hasil akhirnya.
Melalui JGBB Fashion 2026, peserta mendapat kesempatan untuk memahami proses tersebut secara langsung. Sementara itu, kolaborasi Didiet Maulana dan Mangkuluhur ARTOTEL Suites memperlihatkan bagaimana ruang edukasi dan dukungan terhadap komunitas dapat menjadi bagian dari upaya mendorong industri kreatif Indonesia tumbuh dengan lebih inovatif dan bertanggung jawab.




