Hi Urbie’s! Siapa bilang musik hardcore, metal, punk, dan rock harus selalu berjalan di jalurnya masing-masing? SCENE TO SCENE Vol. 01 membuktikan bahwa perbedaan genre justru bisa menjadi alasan untuk berkumpul, berbagi energi, dan merayakan musik lokal dalam satu panggung.
Digelar di Exito Lounge, Sparks Life Jakarta, pada Sabtu, 19 September 2026, acara bertajuk Connecting Every Scene ini menghadirkan delapan band lokal dengan karakter musik yang berbeda. Bukan sekadar pertunjukan, gelaran perdana tersebut menjadi ruang pertemuan bagi musisi, penonton, dan komunitas yang selama ini menghidupkan skena musik independen.
Delapan Band, Satu Panggung, Tanpa Batasan Genre
Sejak dimulai pukul 20.00 WIB, Exito Lounge menjadi tempat berkumpulnya para penikmat musik dengan selera yang beragam. Distorsi gitar, gebukan drum, dan energi penonton membangun atmosfer yang semakin intens seiring bergantinya penampil sepanjang malam.
SCENE TO SCENE Vol. 01 menghadirkan Explicit Sentimental, Kecoa Terbang, TKTK, Bluesweet, The Next Victim, Thrive, Flag of Hate, dan Defeat. Setiap band membawa identitas musikal masing-masing, menjadikan panggung tersebut sebagai pertemuan berbagai karakter dalam ekosistem musik lokal.
Perpaduan hardcore, metal, punk, dan rock menjadi salah satu daya tarik utama acara ini. Penonton tidak hanya datang untuk menyaksikan band favorit mereka, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal musisi dan warna musik dari komunitas lain.
Ketika Hardcore, Punk, dan Metal Bertemu di Satu Ruangan
Urbie’s, salah satu hal menarik dari sebuah gigs independen adalah hubungan antara musisi dan penontonnya yang terasa begitu dekat. Tidak ada jarak yang terlalu jauh antara mereka yang tampil di atas panggung dan komunitas yang memberikan dukungan dari depan panggung.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dari SCENE TO SCENE Vol. 01 yang mengusung konsep Connecting Every Scene. Melalui satu panggung, acara ini berupaya mempertemukan berbagai komunitas musik yang memiliki karakter, referensi, dan cara berekspresi berbeda.
Di tengah keberagaman genre, musik menjadi bahasa bersama yang menghubungkan seluruh pengunjung. Setiap pergantian penampil menghadirkan suasana baru tanpa menghilangkan energi yang sudah terbangun sejak awal acara.
Exito Lounge Berubah Jadi Titik Temu Musik Underground
Selama satu malam, Exito Lounge di Sparks Life Jakarta menghadirkan suasana berbeda dari aktivitas hiburan hotel pada umumnya. Venue tersebut menjadi tempat bertemunya berbagai komunitas yang datang untuk menikmati musik keras sekaligus mendukung perkembangan band lokal.
Baca juga:
- Flash Sale SPARKS Life Jakarta, Staycation di Jakarta Mulai Rp450 Ribuan per Malam
- Sparks Life Jakarta Hadirkan Paket We Love Socializing, Solusi Seru untuk Ulang Tahun, Gathering, hingga Bridal Shower
Antusiasme penonton yang terus mengikuti rangkaian penampilan hingga akhir menjadi salah satu bagian penting dari keberhasilan acara perdana ini. Interaksi antara musisi dan audiens turut menciptakan atmosfer yang membuat setiap penampilan terasa menjadi bagian dari pengalaman bersama.
Kehadiran acara seperti SCENE TO SCENE juga memperlihatkan bahwa ruang pertunjukan musik tidak harus terbatas pada venue yang selama ini identik dengan gigs underground. Kolaborasi dengan tempat hiburan seperti Exito Lounge dapat membuka alternatif ruang bagi musisi independen untuk bertemu dengan pendengarnya.
Scennection, Mute Musik, dan Firefly Records Bangun Ruang Kolaborasi
Di balik terselenggaranya SCENE TO SCENE Vol. 01, terdapat kolaborasi antara Scennection, Mute Musik, dan Firefly Records. Ketiganya menghadirkan sebuah acara yang tidak hanya berorientasi pada pertunjukan, tetapi juga mempertemukan jaringan komunitas musik lokal.
Kolaborasi tersebut menjadi penting karena perkembangan skena independen membutuhkan lebih dari sekadar kesempatan tampil. Ruang untuk membangun koneksi, memperluas audiens, dan mempertemukan musisi dari berbagai latar belakang juga menjadi bagian dari keberlanjutan ekosistem musik.
Melalui konsep Connecting Every Scene, acara ini memberikan kesempatan bagi penonton untuk menemukan band baru sekaligus memperluas pergaulan antarkomunitas. Bagi para musisi, pertemuan lintas genre seperti ini dapat membuka peluang kolaborasi dan memperkenalkan karya mereka kepada pendengar yang lebih beragam.
Come Loud, Leave Louder, No Standing Still!
Slogan Come Loud. Leave Louder. No Standing Still. menjadi representasi semangat yang dibawa SCENE TO SCENE Vol. 01 sepanjang malam. Acara ini mengajak penonton untuk datang membawa antusiasme dan pulang dengan pengalaman musik yang lebih berkesan.
Keberhasilan gelaran perdana tersebut menjadi langkah awal untuk terus menghadirkan ruang bagi musisi lokal dan komunitas independen. Dengan mempertemukan berbagai genre dalam satu panggung, SCENE TO SCENE menunjukkan bahwa perbedaan karakter musik tidak harus menjadi penghalang untuk membangun sebuah komunitas.
Urbie’s, di tengah industri musik yang semakin kompetitif, panggung kecil dan komunitas yang solid tetap memiliki peran penting dalam perjalanan musisi independen. SCENE TO SCENE Vol. 01 menjadi pengingat bahwa sebuah skena tidak hanya tumbuh dari band yang tampil, tetapi juga dari orang-orang yang terus datang, mendengarkan, dan mendukung musik lokal.







