Hi Urbie’s! Sumpah Pemuda biasanya identik dengan upacara, lomba, atau unggahan bertema nasionalisme di media sosial. Namun, ada cara lain yang nggak kalah bermakna untuk merayakannya: turun langsung menjaga lingkungan.

Pada 28 Oktober 2026, puluhan anak muda berkumpul di kawasan Pantai Ancol, Jakarta, untuk mengikuti aksi Beach Clean Up. Kegiatan ini menjadi pembuka kampanye Generasi Prima 2026, sebuah gerakan yang mengajak generasi muda menyebarkan kebaikan lewat tindakan sederhana.

Bukan sekadar memungut sampah demi membuat pantai terlihat bersih, kegiatan ini juga membawa pesan bahwa ruang publik yang kita nikmati bersama perlu dijaga bersama. Apalagi, Ancol merupakan salah satu tempat rekreasi yang dikunjungi lintas generasi.

Gerakannya mungkin terlihat sederhana. Namun, ada pesan besar tentang kepedulian, kolaborasi, dan kebiasaan baik yang ingin diteruskan.

Merawat Tempat yang Jadi Ruang Bermain Bersama

Kenapa aksi ini memilih Pantai Ancol? Alasannya cukup dekat dengan keseharian masyarakat Jakarta. Ancol merupakan ruang publik yang menjadi tempat banyak orang menghabiskan waktu untuk berlibur, bermain, hingga sekadar melepas penat.

Karena menjadi ruang bersama, menjaga kebersihannya juga menjadi tanggung jawab bersama.

Urbanvibes Ads banner Pullman Central Park Jakarta Hotel

Aksi Beach Clean Up ini sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara pengelola Ancol dan Sosro yang telah berjalan lebih dari 30 tahun. Dalam kegiatan tersebut, para peserta terlihat antusias mengumpulkan sampah di kawasan pantai.

Rahmaniar, Direktur Komersial PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga ruang publik.

“Ancol adalah ruang publik yang dinikmati lintas generasi. Generasi muda memiliki peran penting untuk ikut menjaganya,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Pesan ini terasa relevan, terutama ketika ruang publik sering kali menjadi tempat berkumpul dan beraktivitas, tetapi urusan menjaga kebersihannya masih kerap dianggap sebagai tanggung jawab pihak tertentu saja.

Padahal, kebiasaan sederhana seperti membawa pulang sampah sendiri atau ikut memilah sampah bisa menjadi awal perubahan.

Sampah Pantai Bisa Diolah Jadi Barang yang Berguna

Urbie’s, ada satu hal menarik dari kegiatan ini. Sampah yang dikumpulkan ternyata tidak berhenti pada aktivitas pungut lalu buang.

Berbagai jenis sampah, mulai dari botol plastik, kotak karton minuman, hingga alat makan sekali pakai, akan dikelola melalui program DAURI (Daur Untuk Negeri).

Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai cara memilah sampah sejak dari sumbernya. Jadi, kegiatan ini bukan hanya membersihkan kawasan pantai, tetapi juga mengenalkan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Baca juga:

Salah satu material yang menjadi perhatian adalah sampah karton minuman. Material ini dapat diolah menjadi PolyAl, yaitu material yang kemudian bisa dimanfaatkan kembali untuk membuat berbagai produk.

Contohnya adalah meja sekolah dan dropbox atau kotak pengumpul sampah. Dengan proses pengolahan tersebut, sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna berpeluang kembali menjadi barang yang memiliki fungsi.

Menariknya, hasil pengolahan ini juga punya manfaat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bayangkan, material yang dikumpulkan dari kegiatan bersih-bersih bisa kembali hadir dalam bentuk fasilitas yang mendukung aktivitas masyarakat.

Inilah yang membuat aksi lingkungan terasa lebih bermakna: bukan hanya mengurangi sampah yang terlihat, tetapi juga memperkenalkan apa yang bisa dilakukan setelah sampah dikumpulkan.

Generasi Prima Bawa Semangat Niat Baik, Hasil Baik

Di balik kampanye Generasi Prima, ada nilai yang sudah lama dipegang Sosro, yaitu Niat Baik, Hasil Baik.

Jika sebelumnya semangat tersebut dijalankan secara internal bersama karyawan, kini gerakannya diperluas melalui kampanye Generasi Prima yang diluncurkan oleh produsen air mineral Prim-A, PT Sinar Sosro Gunung Slamat.

Tujuannya adalah mengajak lebih banyak orang, khususnya generasi muda, untuk meneruskan kebaikan melalui tindakan yang bisa dimulai dari lingkungan sekitar.

“Alam telah sangat banyak memberikan kebaikan kepada kita. Maka sudah sepantasnya kebaikan itu kita jaga dan meneruskannya,” jelas Devyana Tarigan, Head of Marcomm dan PR Sinar Sosro Gunung Slamat.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa menjaga lingkungan tidak harus selalu dimulai dari gerakan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten juga bisa memberi dampak, terlebih jika semakin banyak orang ikut melakukannya.

Aksi Anak Muda Berlanjut hingga November 2026

Kegiatan bersih-bersih Pantai Ancol menjadi pembuka dari rangkaian Generasi Prima 2026. Kampanye ini akan berlangsung sepanjang Oktober hingga November 2026.

Menariknya, aktivitas yang dilakukan tidak hanya berlangsung secara langsung atau offline. Kampanye ini juga akan hadir secara online dengan melibatkan berbagai komunitas anak muda.

Dengan begitu, pesan tentang kepedulian dan kebiasaan baik diharapkan bisa menjangkau lebih banyak orang, termasuk mereka yang tidak bisa hadir langsung di lokasi kegiatan.

Pada akhirnya, merayakan Sumpah Pemuda bukan hanya soal mengingat semangat persatuan yang diwariskan generasi sebelumnya. Ada juga kesempatan untuk menerjemahkan semangat itu menjadi tindakan nyata hari ini.

Mulai dari menjaga pantai, memilah sampah, hingga mengajak teman untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Sebab, ruang yang kita nikmati bersama juga perlu dijaga bersama.

Jadi, Urbie’s, setelah melihat aksi ini, sudah terpikir untuk mulai melakukan kebaikan kecil apa di lingkungan sekitar? Siapa tahu, perubahan besar memang berawal dari satu kantong sampah yang kita pungut hari ini. (R. Indriani)