Halo urbie’s! Dunia seni Indonesia kembali menunjukkan wajah kreatifnya melalui ajang16th UOB Painting of the Year (POY) Indonesia 2026. Tahun ini, penghargaan kategori Established Artist diberikan kepada seniman mudaBegok Onermelalui karya bertajukUrban Realism Layers.

Penghargaan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan artistik Oner. Sebelumnya, ia juga pernah mendapatkan penghargaan Most Promising Artist of the Year pada 2023 dalam kategori Emerging Artist. Pencapaian terbaru ini memperlihatkan perkembangan konsisten Oner dalam mengeksplorasi gagasan dan bahasa visualnya.

“Urban Realism Layers”, Jejak Ekspresi Manusia dari Masa ke Masa

Karya Urban Realism Layers menghadirkan perpaduan berbagai lapisan gambar, kata-kata, serta jejak visual yang mengingatkan pada permukaan ruang publik. Bagi Oner, permukaan tersebut seperti tempat berbagai suara, pengalaman, dan cerita manusia terus bertumpuk seiring berjalannya waktu.

Dengan memanfaatkan semen plester dan tekstur berlapis, seniman berusia 28 tahun tersebut menciptakan permukaan karya yang terasa seperti relief. Berbagai elemen visual di dalamnya kemudian merefleksikan kehidupan manusia masa kini.

Menariknya, eksplorasi tersebut tidak berhenti pada kehidupan urban. Oner menghubungkan bahasa visual kontemporer yang digunakannya dengan sejarah ekspresi manusia sejak zaman prasejarah, termasuk lukisan gua di Lascaux, Prancis, hingga situs seni cadas kuno yang ditemukan di Sulawesi Selatan.

Koneksi antara masa lalu dan masa kini menjadi salah satu gagasan utama dalam karya tersebut. Cara manusia menyampaikan pesan memang terus mengalami perubahan, tetapi kebutuhan untuk meninggalkan jejak dan mengekspresikan diri tetap menjadi bagian dari pengalaman manusia.

“Ketika melihat jejak yang ditinggalkan manusia ribuan tahun lalu, saya melihat sesuatu yang sebenarnya masih sangat dekat dengan kehidupan kita saat ini,” ujar Begok Oner.

Urbanvibes article banner

Perjalanan Artistik yang Terus Berkembang

Penghargaan yang diraih Oner juga memperlihatkan bagaimana perjalanan seorang seniman dapat berkembang dari satu tahap ke tahap berikutnya. Setelah memperoleh penghargaan pada kategori Emerging Artist pada 2023, Oner kini kembali mendapatkan pengakuan melalui kategori Established Artist.

Kompetisi 16th UOB Painting of the Year Indonesiadinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Melati Suryodarmo sebagai Chief Judge sekaligus seniman pertunjukan, Dr Agung Hujatnika selaku kurator seni independen dan dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung, serta Heri Pemad yang dikenal sebagai pendiri Art Jog, Artina, dan Art Bali.

Melati Suryodarmo (Seniman dan Ketua Dewan juri 16th UOB Painting of the Year) dalam Acara Art Talks di Flix Cinema Ashta Senayan. Foto: Endah/Urbanvibes
Melati Suryodarmo (Seniman dan Ketua Dewan juri 16th UOB Painting of the Year) dalam Acara Art Talks di Flix Cinema Ashta Senayan. Foto: Endah/Urbanvibes

Menurut Melati Suryodarmo, karya Oner mampu mengembangkan gagasan yang berasal dari dunia visualnya sendiri menjadi pembahasan mengenai pengalaman manusia secara lebih luas.

Sebagai penerima penghargaan tertinggi dalam kompetisi 16th UOB POY Indonesia, Oner memperoleh hadiah uang tunai sebesarRp250 juta. Perjalanannya juga belum berhenti di tingkat nasional. KaryaUrban Realism Layersakan berkompetisi dengan karya pemenang dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam untuk memperebutkan penghargaan UOB Southeast Asian Painting of the Yearyang akan diumumkan di Singapura pada 28 Oktober 2026.

Selain itu, Oner juga mendapatkan kesempatan mengikuti program residensi seni di luar negeri yang disponsori UOB.

Alif Lamra Raih Most Promising Artist of the Year

Selain Begok Oner, ajang UOB Painting of the Year Indonesia 2026 juga memberikan penghargaan kepadaAlif Lamra, seniman berusia 29 tahun asal Yogyakarta.

Lamra dinobatkan sebagai 16th UOB Most Promising Artist of the Year (Indonesia)dalam kategori Emerging Artist melalui karya Liminal Fragment 03.

Karya monokromatik tersebut menampilkan fragmen laut, langit, cahaya, dan bayangan yang membentuk sebuah lanskap. Sekilas terasa familiar, tetapi di saat yang sama menghadirkan ketidakpastian.

Melalui karya tersebut, Lamra mengeksplorasi cara manusia memandang dan memahami ruang di sekitarnya. Lanskap yang terfragmentasi mengajak penikmat seni untuk melihat kembali sesuatu yang mereka anggap familiar sekaligus mempertanyakan bagaimana persepsi memengaruhi cara seseorang memahami dunia.

Eksplorasi terhadap objek dan ruang dalam kondisi transisi memang menjadi bagian dari praktik artistik Lamra. Sesuatu yang awalnya terasa akrab perlahan dapat berubah menjadi tidak pasti dan membuka ruang bagi beragam interpretasi.

Baca Juga:

UOB Painting of the Year Jadi Ruang Apresiasi Seniman Indonesia

President Director UOB Indonesia Hendra Gunawan menyampaikan bahwa seni memiliki kemampuan untuk menghubungkan manusia lintas generasi, budaya, dan perspektif.

Komitmen tersebut diwujudkan UOB melalui penyelenggaraan UOB Painting of the Year sekaligus berbagai program lanjutan yang mendukung perkembangan seniman. Dukungan tidak hanya diberikan melalui kompetisi, tetapi juga melalui pameran regional, program residensi seni di luar negeri, sertaUOB Artist Alumni Network.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar turut menyambut dukungan UOB Indonesia terhadap pengembangan ekonomi kreatif, khususnya di bidang seni. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dinilai dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi seniman, mengembangkan talenta lokal, sekaligus memperkenalkan karya seni Indonesia ke tingkat regional dan global.

48 Karya Finalis Dipamerkan di Jakarta

Buat urbie’s yang ingin melihat langsung karya-karya para seniman, UOB Indonesia menghadirkan 48 karya finalis 16th UOB Painting of the Year Indonesia, termasuk delapan karya pemenang.

Pameran berlangsung di The Melting Pot, Lantai Dasar ASHTA District 8, Jakarta, dan terbuka untuk umum mulai24 September hingga 10 Oktober 2026, setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB.

Pameran ini juga menjadi bagian dari Oktober Kreasi, kampanye nasional yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif selama Oktober untuk merayakan perkembangan ekonomi kreatif Indonesia dan keberagaman subsektor di dalamnya.

Ajang UOB Painting of the Year sendiri pertama kali digelar di Singapura pada 1982 dan hadir di Indonesia sejak 2011. Selama perjalanannya, kompetisi ini menjadi salah satu wadah yang mempertemukan seniman dengan audiens yang lebih luas sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan karier dan jaringan di tingkat Asia Tenggara.

Melalui karya Begok Oner dan Alif Lamra, UOB Painting of the Year Indonesia 2026 kembali memperlihatkan bahwa seni tidak hanya berbicara tentang apa yang terlihat. Di balik tekstur, warna, bentuk, dan ruang, terdapat cerita tentang bagaimana manusia memahami lingkungan, meninggalkan jejak, serta mencari cara untuk terhubung dengan orang lain.