Hi Urbie’s!, coba bayangkan kamu sedang makan sushi, ramen, atau sekadar nasi hangat dengan telur. Di atas meja, kemungkinan besar ada satu benda yang begitu familiar: botol kecap asin Kikkoman.

Bentuknya sederhana. Ukurannya praktis. Tutupnya mudah digunakan dan desainnya terasa begitu “Jepang”.

Urbanvibes article banner

Tapi pernah nggak Urbie’s bertanya, siapa sebenarnya orang yang merancang botol ikonik tersebut?

Jawabannya mungkin akan mengejutkan.

Desainer di balik botol dispenser Kikkoman ternyata juga berada di balik sejumlah benda dan identitas yang jauh lebih besar. Mulai dari Narita Express, E3 Komachi Shinkansen, sepeda motor Yamaha VMAX, hingga logo jaringan convenience store MINISTOP.

Namanya adalah Kenji Ekuan, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah desain industri Jepang.

Dan kisah di balik desain-desainnya ternyata jauh lebih dalam daripada sekadar persoalan estetika.

Kenji Ekuan dan Pengalaman yang Mengubah Hidupnya

Kenji Ekuan lahir di Tokyo pada 1929.

Namun, perjalanan hidupnya kemudian membawanya pada salah satu pengalaman paling traumatis dalam sejarah Jepang.

Pada akhir Perang Dunia II, Ekuan berada di Hiroshima dan menyaksikan kehancuran akibat bom atom.

Dalam tragedi tersebut, ia kehilangan ayah dan adik perempuannya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu titik balik dalam hidupnya.

Alih-alih hanya melihat desain sebagai sesuatu yang berhubungan dengan bentuk dan keindahan, Ekuan mulai memandang desain sebagai cara untuk membantu manusia menjalani kehidupan sehari-hari.

Benda yang digunakan manusia setiap hari, menurut filosofi tersebut, seharusnya tidak hanya berfungsi.

Benda tersebut juga harus dibuat dengan pemikiran yang matang, mudah digunakan, dan memiliki kualitas visual yang membuat kehidupan terasa lebih baik.

Dari sinilah perjalanan Ekuan sebagai desainer industri berkembang.

Lebih dari 100 Prototipe untuk Sebuah Botol Kecap

Salah satu karya Ekuan yang paling dikenal di seluruh dunia adalah dispenser kecap asin Kikkoman.

Sekilas, desainnya terlihat sangat sederhana.

Namun, kesederhanaan tersebut justru merupakan hasil dari proses panjang.

Dispenser Kikkoman yang diperkenalkan pada 1961 melewati lebih dari 100 prototipe sebelum akhirnya mencapai bentuk yang digunakan hingga sekarang.

Baca Juga:

Bagi Ekuan, membuat sebuah botol bukan sekadar membuat wadah untuk menampung kecap asin.

Ia harus memikirkan bagaimana orang menggenggamnya, bagaimana cairan keluar dari botol, bagaimana botol diletakkan di meja, hingga bagaimana pengguna dapat mengontrol jumlah kecap yang dituangkan.

Hasil akhirnya adalah desain yang terasa begitu natural ketika digunakan.

Bahkan mungkin terlalu natural sampai kita tidak pernah memikirkannya.

Dan justru di situlah kekuatan desain industri.

Desain yang berhasil sering kali tidak membuat kita berpikir tentang desain tersebut.

Kita hanya merasa bahwa benda itu memang seharusnya dibuat seperti itu.

Dari Botol Kecap ke Kereta Cepat Jepang

Karya Ekuan ternyata tidak berhenti di meja makan.

Ia juga berkontribusi dalam desain berbagai produk transportasi yang menjadi bagian dari kehidupan modern Jepang.

Salah satunya adalah Narita Express, kereta yang menghubungkan Bandara Internasional Narita dengan sejumlah kawasan penting di Tokyo dan sekitarnya.

Kereta tersebut menjadi salah satu wajah penting transportasi Jepang bagi wisatawan internasional.

Kemudian ada E3 Komachi Shinkansen, kereta yang menghubungkan Tokyo dengan wilayah Akita.

Di sini terlihat bagaimana rentang karya Ekuan begitu luas.

Satu hari, desainnya bisa berada di atas meja makan dalam bentuk botol kecap.

Di sisi lain, pendekatan desain yang sama bisa diterapkan pada kendaraan yang membawa ribuan penumpang.

Bagi Ekuan, objek besar maupun kecil memiliki satu kesamaan: semuanya dibuat untuk manusia.

[Block type not supported: rawTool]

!--nextpage-->

kenalan dengan designer Botol Kikkoman Kenji Ekuan - sumber foto istimewa
kenalan dengan designer Botol Kikkoman Kenji Ekuan - sumber foto istimewa

Yamaha VMAX Juga Punya Sentuhan Ekuan

Kalau Urbie’s mengira daftar tersebut sudah cukup mengejutkan, tunggu dulu.

Ekuan juga terlibat dalam desain Yamaha VMAX, salah satu sepeda motor yang memiliki karakter desain sangat kuat.

VMAX dikenal dengan tampilannya yang agresif dan identitas visual yang berbeda dibanding motor pada umumnya.

Kehadiran nama Ekuan di balik berbagai proyek tersebut menunjukkan bagaimana desain industri Jepang tidak hanya berfokus pada satu kategori produk.

Transportasi, makanan, retail, hingga kendaraan bermotor bisa menjadi ruang eksplorasi desain.

Dan Ekuan adalah salah satu desainer yang mampu berpindah dari satu dunia ke dunia lainnya.

Logo MINISTOP Juga Berasal dari Kreativitasnya

Masih ada satu hal yang mungkin lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

MINISTOP, jaringan convenience store asal Jepang, juga memiliki identitas visual yang dikaitkan dengan karya Ekuan.

Bagi wisatawan yang pernah berjalan-jalan di Jepang, logo MINISTOP tentu bukan sesuatu yang asing.

Convenience store merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.

Artinya, jejak desain Ekuan sebenarnya dapat ditemukan di banyak tempat.

Di meja makan ada Kikkoman.

Di perjalanan ada Narita Express atau Shinkansen.

Di jalan raya ada Yamaha VMAX.

Ketika membutuhkan camilan atau minuman, ada MINISTOP.

Semuanya berasal dari dunia desain yang sama.

Baca Juga:

Kenapa Desain Kikkoman Bisa Begitu Ikonik?

Kekuatan dispenser Kikkoman sebenarnya terletak pada bagaimana desain tersebut menyelesaikan masalah kecil yang dialami manusia.

Botol kecap tradisional bisa sulit dituangkan dengan presisi.

Terlalu banyak sedikit, makanan bisa berubah rasa. Terlalu sedikit, pengguna harus menuangkan berkali-kali.

Ekuan kemudian menghadirkan bentuk yang memungkinkan pengguna mengontrol aliran kecap dengan lebih mudah.

Desain tersebut juga membuat botol dapat digunakan tanpa harus membuka tutup seperti botol konvensional.

Semua terlihat sederhana.

Tetapi ketika lebih dari 100 prototipe dibutuhkan untuk mencapai bentuk final, kita bisa melihat bahwa kesederhanaan sebenarnya tidak selalu mudah dibuat.

Warisan Kenji Ekuan Masih Ada di Sekitar Kita

Kenji Ekuan meninggal pada 2015, tetapi pengaruhnya terhadap desain Jepang masih bisa ditemukan sampai sekarang.

Ia menunjukkan bahwa desain industri tidak harus selalu berupa sesuatu yang futuristis atau spektakuler.

Terkadang, desain terbaik justru hadir dalam bentuk benda yang kita gunakan tanpa pernah memikirkan siapa pembuatnya.

Botol kecap di meja makan mungkin terlihat sepele.

Namun, ketika sebuah benda digunakan selama puluhan tahun dan tetap terasa relevan, di situlah desain menunjukkan kekuatannya.

Urbie’s, lain kali kamu menuangkan kecap Kikkoman ke makanan, coba lihat botolnya sebentar.

Mungkin kamu akan melihatnya dengan cara berbeda.

Karena di balik bentuk sederhana itu terdapat lebih dari 100 percobaan, filosofi seorang desainer yang mengalami tragedi besar dalam hidupnya, dan sebuah keyakinan bahwa desain seharusnya membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Dan ternyata, orang yang sama juga pernah membantu membentuk bagaimana Jepang bergerak, berkendara, berbelanja, dan menikmati kehidupan sehari-hari.

Kenji Ekuan membuktikan bahwa desain yang hebat tidak selalu berteriak meminta perhatian. Kadang, ia hanya diam di depan mata kita dan bekerja dengan sempurna.

[Block type not supported: rawTool]