Hai Urbie's! Mempertegas komitmen dalam upaya pelestarian lingkungan dan pencegahan abrasi pesisir, platform pelestarian alam LindungiHutan sukses menggelar aksi penanaman mangrove di Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan kolaboratif ini turut menggandeng Key Opinion Leader (KOL) dan figur publik, Tamara Dai, guna memperluas gaung kepedulian ekologis, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam menghadapi ancaman nyata berupa abrasi dan penurunan permukaan tanah di kawasan pesisir Jakarta, LindungiHutan bersama relawan berhasil menanam 100 bibit mangrove di ekowisata hutan mangrove PIK. Penanaman ini ditargetkan mampu menjadi benteng alami ekosistem pesisir sekaligus paru-paru baru yang membantu menyerap emisi karbon di ibu kota.

Keterlibatan Tamara Dai dalam aksi turun lapangan ini menjadi daya tarik dan inspirasi tersendiri. Ia pun mengungkapkan alasannya terjun langsung melakukan penanaman mangrove setelah melihat kondisi lingkungan saat ini yang membutuhkan perhatian lebih.

"Melihat kondisi lingkungan hari ini, aku jadi berpikir, 'So, what can we do?' Apa yang bisa kita lakukan?" ungkap Tamara Dai.

Tamara Dai juga membagikan kesannya setelah berada di lokasi penanaman. Menurutnya, penanaman mangrove menjadi salah satu kegiatan seru yang pernah diikuti.

“Ternyata nggak sepanas yang aku bayangkan. Aku senang masih ada daerah hijau di Jakarta. Bisa ikut menanam mangrove di sini juga seru!" tambahnya.

Urbanvibes article banner

Lebih lanjut, ia memberikan pesan kepada masyarakat, terutama generasi muda dalam melestarikan lingkungan.

“Sekecil apa pun kontribusi kita, itu bisa bermanfaat dalam jangka panjang. Jadi, yuk, nanem!" tuturnya.

Masyarakat luas dapat ikut mengambil bagian dengan mendukung kampanye penghijauan Tamara Dai melalui LindungiHutan. Dukungan yang terkumpul akan menjadi kontribusi bersama untuk penanaman pohon dan pelestarian lingkungan.

Mewakili pihak LindungiHutan, Aminul Ichsan selaku Operational Manager menjelaskan urgensi dari pemilihan lokasi penanaman kali ini.

"Ekowisata Mangrove PIK memiliki peran penting bagi kawasan pesisir Jakarta Utara. Ekosistem mangrove membantu menjaga kestabilan pesisir dari abrasi sekaligus menyediakan habitat bagi berbagai satwa. Fungsi ekologis tersebut perlu terus dijaga di tengah aktivitas perkotaan yang tinggi," ujar Aminul.

Aminul juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan figur publik sangat strategis.

“Kami melihat figur publik seperti Tamara Dai memiliki peran penting dalam mendekatkan isu lingkungan kepada audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda," jelasnya.

Ia pun memastikan bahwa keberlanjutan bibit yang ditanam akan diawasi.

“Jadwal monitoring mengikuti ruang lingkup program yang disepakati. Melalui pemantauan dan pemeliharaan tersebut, kami berupaya meningkatkan peluang bibit untuk bertahan dan tumbuh, sekaligus menyediakan informasi perkembangan penanaman kepada pihak yang mendukung kegiatan," tegas Aminul.

Antusiasme juga dirasakan oleh para peserta yang hadir. Ratri, salah satu peserta penanaman, mengungkapkan rasa syukurnya.

"Saya merasa senang dan bersyukur bisa ikut menanam mangrove secara langsung. Pengalaman paling berkesan adalah bisa berkontribusi nyata dalam menjaga lingkungan," ungkap Ratri.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut telah mengubah pandangannya.

"Kegiatan ini membuat saya lebih memahami pentingnya mangrove untuk mencegah abrasi, menjaga ekosistem pesisir, dan melindungi lingkungan," lanjutnya.

Ratri pun berharap lingkungan pesisir semakin terjaga dan menegaskan bahwa pengalaman ini memotivasi dirinya untuk mengajak teman-teman berpartisipasi dalam aksi LindungiHutan selanjutnya.

Melalui kegiatan penanaman ini, LindungiHutan berharap semakin banyak pihak, baik individu, komunitas, maupun korporasi yang tergerak untuk berkontribusi dalam penghijauan Indonesia. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kampanye penanaman pohon lainnya dapat mengunjungi situs web resmi di lindungihutan.com.

Sebagai informasi, LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1.3 juta pohon telah ditanam bersama 710 brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti The Green CSR, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.