Hi Urbie's! Kamu pasti setuju kalau napas segar dan senyum bersih itu jadi kunci utama biar makin pede saat ngobrol, meeting, sampai bikin konten.
Tapi jujur, berapa banyak dari Urbie's yang masih sikat gigi asal lewat, padahal skincare bisa sampai 10 step?
Kegelisahan inilah yang ternyata juga dirasakan Raditya Dika.
Penulis, komedian, dan content creator yang lekat dengan cerita kehidupan sehari-hari ini justru melihat perawatan gigi dan mulut sebagai kebiasaan kecil yang sering luput, padahal dampaknya besar. Dan dari kegelisahan itulah, cerita kolaborasinya dengan usmile bermula.
Awal Mula Raditya Dika Tertarik Bahas Soal Gigi
Bukan karena endorse semata, Urbie's. Raditya Dika mengaku pertama kali mengenal usmile lewat obrolan santai di podcast bersama Prof. Liu, Chief R&D Scientist usmile.
Di podcast itu, Radit bisa bertanya langsung soal riset di balik sebuah pasta gigi, kenapa tiap varian punya fungsi yang beda, dan kenapa pemilihan pasta gigi nggak boleh asal comot.

“Saya pertama kali mengenal usmile melalui obrolan di podcast bersama Prof. Liu. Di sana, saya bisa bertanya langsung tentang riset di balik produknya dan memahami bagaimana setiap produk dikembangkan untuk kebutuhan yang berbeda. Ketika mendapat tawaran menjadi Brand Ambassador, saya melihatnya sebagai kesempatan untuk melanjutkan obrolan tersebut dan mengajak audiens memahami produk serta sains di baliknya dengan cara yang santai dan mudah dipahami,” ujar Raditya Dika dalam konferensi pers usmile di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Dari obrolan podcast yang awalnya iseng, Radit melihat ada relevansi yang dekat dengan audiensnya: mulai dari menjaga napas tetap segar saat seharian beraktivitas, sampai merawat noda gigi akibat kebiasaan ngopi dan ngeteh yang hampir dilakukan semua orang.
Kini, sebagai Brand Ambassador usmile Indonesia, Radit ingin mengajak Urbie's buat lebih aware memilih perawatan gigi sesuai kebutuhan, bukan ikut-ikutan tren.

Masalah Gigi Ternyata Bukan Cuma Soal Putih
Cerita Radit ini langsung nyambung dengan apa yang disampaikan drg. Zahrah Almira atau drg. Rara yang juga hadir di acara tersebut.
Menurut drg. Rara, banyak dari Urbie's baru aware saat gigi terlihat kuning atau napas mulai bau, padahal akar masalahnya ada di gusi dan sela gigi.
Faktanya cukup mengejutkan. Dalam publikasi Kementerian Kesehatan RI Juni 2025, tercatat 12,4% peserta Program Cek Kesehatan Gratis yang telah menjangkau hampir sembilan juta penduduk mengalami masalah gusi.
“Biasanya orang mulai memperhatikan perawatan gigi karena ingin napas lebih segar atau gigi terlihat lebih putih. Itu bisa menjadi awal yang baik, tetapi kebersihan di sepanjang garis gusi dan sela gigi juga perlu diperhatikan. Plak adalah lapisan biofilm yang mengandung bakteri. Jika menumpuk, plak dapat berkontribusi pada masalah gigi dan gusi,” jelas drg. Rara.
Baca Juga:
- 41,9% Orang Dewasa Alami Gigi Berlubang, Kebiasaan Merawat Gigi Jadi Sorotan
- Sering Stres dan Diet Tinggi Protein? Ini Alasan Bau Mulut dan Gigi Sensitif Bisa Ganggu Kehidupan Sosial
Perawatan Gigi yang Sering Di-skip
- Durasi Adalah Kunci: Sikat gigi 2 kali sehari selama 2 menit penuh dengan pasta gigi berfluoride. Nggak boleh kurang.
- Jangan Lupa Sela Gigi: Area di sepanjang garis gusi dan sela gigi adalah tempat favorit plak bersembunyi.
- Teknik yang Lembut: Gunakan tekanan lembut dan bersihkan seluruh permukaan, termasuk bagian luar, dalam, permukaan kunyah, dan gigi belakang.
- Kenali Alarm Tubuh: “Noda pada permukaan gigi, warna alami gigi, bau mulut, dan kondisi enamel punya penyebab serta cara perawatan yang berbeda. Kalau gusi sering berdarah, bengkak, atau bau mulut terus muncul, sebaiknya periksa ke dokter gigi agar penyebabnya bisa diketahui,” tambah drg. Rara.
Apa Hubungannya dengan Usmile? Ini Jawabannya
Dari keresahan Radit dan edukasi dokter inilah, usmile hadir sebagai brand perawatan gigi dan mulut berbasis sains dan teknologi yang ingin bikin rutinitas Urbie's jadi lebih personal.
Menurut Michelle, Country Director usmile Indonesia dan Malaysia, pemilihan Radit adalah strategi untuk membuat sains terasa lebih dekat.
“Raditya Dika mampu membawakan berbagai topik dengan cara yang menarik, dekat dengan keseharian, dan mudah dipahami. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membantu masyarakat memahami inovasi perawatan gigi dan manfaatnya dalam rutinitas sehari-hari, sehingga mereka dapat memilih produk sesuai kebutuhan,” ujar Michelle.
Dan supaya Urbie's nggak bingung lagi, ini panduan memilih produk usmile sesuai kebutuhan Urbie's:
Kalau Urbie's Butuh Napas Segar Seharian
Coba varian Fresh White yang viral sebagai “odol parfum”. Fokusnya untuk kesegaran mulut dan perawatan noda harian.
Kalau Urbie's Mau Gigi Putih Plus Enamel Tetap Terawat
Ada Repair White yang menggabungkan pemutihan dengan perawatan enamel lewat kandungan F-CaP dan hydroxyapatite (HAP).
Kalau Urbie's Mau Efek Putih Instan Buat Konten
Ada Optical White dengan Natural Purple Corrector melalui koreksi warna optik plus papain. Teknologinya bekerja pada tampilan warna, berbeda dengan bleaching.
Kalau Urbie's Tim Kopi dan Teh Garis Keras
Jawabannya adalah Strength White yang fokus merawat noda permukaan akibat kopi dan teh, sekaligus melindungi enamel.
Semua dilengkapi dengan sikat gigi elektrik Y1S dengan teknologi sonik dan timer 2 menit, serta C10 water flosser untuk pembersihan sela gigi yang lebih presisi.
“Kami ingin konsumen melihat manfaat inovasi usmile dalam rutinitas mereka sendiri. Bersama Raditya dan didukung edukasi dari dokter gigi, kami berharap perawatan gigi menjadi lebih mudah dipahami dan semakin diperhatikan setiap hari,” tutup Michelle. (R. Indriani)




