Hi Urbie’s! Pernah memanggil kucing kesayangan berkali-kali, tetapi mereka justru tetap rebahan atau sibuk dengan aktivitasnya sendiri? Tingkah ini sering membuat pemilik bertanya-tanya apakah kucing benar-benar memahami panggilan manusia. Ternyata, sikap cuek tersebut tidak selalu berarti mereka tidak mengerti, lho!

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menunjukkan bahwa kucing mampu membedakan nama mereka sendiri dari kata-kata lain. Penelitian lain juga menemukan bahwa kucing dapat mengenali suara pemiliknya. Temuan ini menunjukkan bahwa kucing memiliki kemampuan untuk mengenali sejumlah isyarat suara yang familiar, meskipun respons mereka tidak selalu terlihat jelas.

Kucing Mengerti Namanya, tetapi Responsnya Berbeda

Berbeda dari anjing yang kerap langsung menghampiri ketika dipanggil, kucing cenderung menunjukkan respons yang lebih halus. Mereka mungkin hanya menggerakkan telinga, menoleh sebentar, atau mengubah posisi tubuh saat mendengar namanya disebut.

Respons kecil tersebut bisa menjadi tanda bahwa kucing memperhatikan suara yang didengarnya. Jadi, ketika kucing tidak langsung datang menghampiri, bukan berarti mereka sama sekali tidak menyadari kehadiran atau panggilan pemiliknya.

Peneliti asal Jepang, Atsuko Saito, menjelaskan bahwa kucing tidak berevolusi untuk merespons isyarat manusia seperti halnya hewan yang telah lama dikembangbiakkan untuk bekerja bersama manusia. Karena itu, respons kucing terhadap panggilan bisa berbeda-beda dan tidak selalu berujung pada tindakan yang diharapkan pemiliknya.

Dengan kata lain, mengenali nama dan memilih untuk merespons merupakan dua hal yang berbeda. Kucing bisa saja mengetahui bahwa dirinya sedang dipanggil, tetapi tidak selalu merasa perlu untuk menghampiri.

Urbanvibes article banner

Baca Juga:

Kucing Juga Membaca Bahasa Tubuh Pemilik

Kemampuan kucing dalam memahami manusia tidak hanya berkaitan dengan suara. Mereka juga dapat memperhatikan ekspresi wajah, gerakan tubuh, serta kebiasaan pemiliknya dalam berinteraksi sehari-hari.

Kombinasi berbagai isyarat tersebut membantu kucing mengenali situasi di sekitarnya. Misalnya, mereka dapat menghubungkan suara tertentu dengan aktivitas yang familiar, seperti waktu makan, bermain, atau mendapatkan perhatian.

Karena itu, interaksi dengan kucing tidak harus selalu mengandalkan panggilan verbal. Cara pemilik bergerak, memberikan perhatian, dan membangun rutinitas juga berperan dalam membentuk komunikasi dengan hewan peliharaan tersebut.

Cara Membuat Kucing Lebih Responsif saat Dipanggil

Lalu, bagaimana cara membuat kucing lebih terbiasa merespons ketika namanya dipanggil? Salah satu pendekatan yang disarankan adalah menggunakan penguatan positif, bukan sekadar mengulang panggilan berkali-kali.

Pemilik dapat menyebut nama kucing dengan nada suara yang konsisten, kemudian memberikan hadiah kecil atau perhatian ketika kucing menunjukkan respons. Cara ini membantu membangun asosiasi positif antara nama mereka dan pengalaman yang menyenangkan.

Selain itu, pilih suasana yang relatif tenang agar kucing lebih mudah memperhatikan suara pemilik. Hindari memaksa atau menghukum kucing ketika mereka tidak langsung merespons, karena pendekatan tersebut tidak membantu membangun interaksi yang positif.

Urbie’s juga perlu memahami bahwa setiap kucing memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda. Ada yang mudah menghampiri ketika dipanggil, sementara yang lain hanya menunjukkan respons kecil melalui gerakan telinga atau tatapan singkat.

Jadi, kalau kucing kesayangan masih sering cuek saat namanya dipanggil, jangan buru-buru menganggap mereka tidak mengerti. Bisa jadi, mereka sudah mengenali suara dan nama yang familiar, tetapi memilih merespons dengan caranya sendiri.