Hi Urbie's! Selama lebih dari satu dekade, nama Kohei Horikoshi identik dengan dunia superhero lewat manga fenomenal My Hero Academia. Lewat kisah Izuku Midoriya, All Might, hingga pertarungan para hero melawan villain, Horikoshi sukses membangun salah satu serial manga paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir.
Namun kini, sang mangaka tampaknya siap meninggalkan sejenak dunia penuh kostum dan kekuatan super. Horikoshi resmi mengumumkan proyek manga terbaru berjudul Warawanaide yo Shijima-san atau Don't Laugh, Shijima-san, sebuah one-shot horor sepanjang 61 halaman yang akan debut di Weekly Shonen Jump pada 10 Agustus 2026.
Kabar tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar manga. Pasalnya, ini bukan hanya karya pertama Horikoshi setelah berakhirnya My Hero Academia, tetapi juga menjadi langkah baru yang memperlihatkan sisi kreatifnya di genre yang selama ini belum pernah benar-benar ia garap.
Mimpi Lama Horikoshi Akhirnya Jadi Kenyataan
Bagi para penggemar setia, keputusan Horikoshi sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar mengejutkan.
Jauh sebelum My Hero Academia tamat, tepatnya pada 2022, Horikoshi pernah mengungkapkan keinginannya untuk membuat manga horor.
Dalam salah satu komentar penulis saat serial superhero tersebut masih terbit, ia mengaku memiliki "keinginan kecil" untuk menggambar manga bergenre horor.
Saat itu, pernyataan tersebut mungkin terdengar seperti candaan atau impian yang masih jauh dari kenyataan.

Empat tahun berselang, keinginan itu akhirnya benar-benar terwujud.
Horor yang Berbeda dari Biasanya
Yang membuat proyek ini semakin menarik adalah konsep yang diusung.
Alih-alih menghadirkan horor murni yang dipenuhi monster atau pembunuhan brutal, Warawanaide yo Shijima-san diperkenalkan sebagai cerita "boy meets girl horror."
Istilah tersebut langsung memancing rasa penasaran.
Biasanya, frasa boy meets girl identik dengan kisah romansa atau komedi remaja. Namun kali ini, Horikoshi memadukannya dengan elemen horor.
Belum banyak detail yang diungkap mengenai jalan ceritanya. Justru misteri itulah yang membuat banyak penggemar mulai berspekulasi mengenai seperti apa dunia baru yang sedang disiapkan sang kreator.
Apakah akan menjadi kisah cinta yang berubah menjadi mimpi buruk? Atau justru pertemuan dua karakter yang membuka pintu menuju dunia supranatural?
Baca juga:
- Kostum Straw Hat di One Piece Season 3 Bikin Nostalgia! Detail Wardrobe Live Action Kini Makin Mirip Anime dan Manga
- Stage Play DAN DA DAN Resmi Digelar, Anime Alien dan Hantu Ini Bakal Punya Pertunjukan Teater Super Unik!
- Ryota Miyadate Snow Man Curi Perhatian di Cannes 2026, Gayanya Bak Karakter Utama Anime!
Sebenarnya Horikoshi Sudah Lama "Berlatih" Membuat Horor
Meski dikenal sebagai kreator manga aksi superhero, banyak pembaca percaya Horikoshi sebenarnya sudah lama menunjukkan bakatnya dalam menggambar elemen horor.
Hal itu terlihat dari berbagai desain karakter, terutama para villain di My Hero Academia.
Tubuh yang berubah secara ekstrem, ekspresi menyeramkan, ilustrasi penuh ketegangan, hingga adegan body horror menjadi ciri khas visual Horikoshi yang sering menuai pujian.
Tak sedikit penggemar yang berpendapat bahwa beberapa panel di My Hero Academia bahkan lebih menyeramkan dibandingkan manga horor pada umumnya.
Karena itulah, ketika Horikoshi akhirnya benar-benar membuat cerita horor, banyak pembaca merasa genre tersebut memang merupakan tempat yang tepat bagi gaya ilustrasinya.
Proyek Pertama Setelah My Hero Academia
One-shot ini juga memiliki arti penting bagi perjalanan karier Horikoshi.
Sejak My Hero Academia resmi berakhir, para penggemar terus menunggu langkah berikutnya dari sang mangaka.
Sebagian menduga ia akan membuat sekuel, spin-off, atau proyek baru yang masih berkaitan dengan dunia superhero.
Namun Horikoshi justru mengambil arah yang benar-benar berbeda.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa ia tidak ingin terus berada di zona nyaman.
Sebaliknya, ia mencoba mengeksplorasi genre baru yang selama ini hanya menjadi keinginan pribadi.
Bagi banyak kreator manga, perpindahan genre seperti ini bukan perkara mudah. Ekspektasi pembaca yang begitu tinggi setelah kesuksesan sebuah serial besar sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Apakah Horor Akan Jadi Masa Depan Horikoshi?
Meski baru berupa one-shot, banyak penggemar berharap Warawanaide yo Shijima-san tidak berhenti sebagai proyek tunggal.
Jika mendapatkan respons positif, bukan tidak mungkin Horikoshi akan melanjutkannya menjadi serial reguler.
Melihat rekam jejaknya dalam membangun karakter yang kuat, menyusun konflik emosional, serta menghadirkan visual yang detail, peluang tersebut tentu cukup terbuka.
Kini, perhatian para pembaca manga di seluruh dunia tertuju pada tanggal 10 Agustus 2026, saat cerita horor perdana Horikoshi akhirnya dirilis.
Bagi Urbie's yang selama ini mengenal Horikoshi lewat dunia superhero, proyek ini bisa menjadi kesempatan untuk melihat sisi lain dari imajinasi sang mangaka. Jika selama ini ia berhasil membuat pembaca terpukau lewat aksi para pahlawan, bukan tidak mungkin kali ini ia justru akan membuat mereka sulit tidur karena kisah horor yang disiapkannya.







