Hi Urbie’s! Platform game yang satu ini pasti sudah nggak asing lagi, terutama buat Gen Z dan Gen Alpha. Tapi di balik popularitasnya, Roblox kini sedang jadi sorotan serius dari pemerintah Indonesia.

Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), pemerintah menyatakan bahwa Roblox masih belum sepenuhnya mematuhi regulasi perlindungan anak, meskipun platform tersebut telah melakukan pembaruan dan menghadirkan fitur Roblox Kids.

Urbanvibes article banner

Komdigi Angkat Suara Soal Keamanan Anak

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam konferensi pers yang digelar di kantor Komdigi pada 14 Juni 2026.

Menurut Meutya, penilaian tersebut didasarkan pada temuan bahwa masih terdapat celah dalam sistem Roblox—khususnya terkait komunikasi antara anak-anak dengan orang yang tidak dikenal.

Padahal, dalam konteks platform digital saat ini, fitur komunikasi menjadi salah satu titik paling krusial dalam perlindungan anak.

“Meski sudah ada pembaruan, kami masih menemukan akses komunikasi anak dengan pihak yang tidak dikenal dalam fitur Roblox Kids,” kurang lebih menjadi inti kekhawatiran pemerintah.

PP Tunas: Aturan yang Harus Dipatuhi Platform Digital

Urbie’s, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia memang semakin serius dalam mengatur ruang digital, terutama yang berkaitan dengan anak-anak.

Salah satu regulasi yang jadi acuan adalah PP Tunas, yang mengatur tentang perlindungan anak di platform digital.

Aturan ini menuntut platform untuk memastikan keamanan pengguna anak, termasuk membatasi interaksi dengan pihak asing, mengontrol konten, hingga menyediakan sistem moderasi yang ketat.

Dan dalam kasus Roblox, meski sudah ada langkah perbaikan, ternyata masih ada hal yang perlu dibenahi.

Roblox: Game atau Media Sosial?

Yang menarik, Urbie’s, isu ini juga membuka diskusi lebih luas: apakah Roblox masih bisa dianggap sekadar game?

Faktanya, banyak pihak mulai melihat Roblox sebagai platform hybrid—gabungan antara game dan media sosial. Hal ini juga diungkapkan oleh Loic Deffains, CEO dari RIVRS, dalam sesi ICC Immersion Indonesia 2026 di Jakarta 14 Maret 2026, di kediaman duta besar Prancis.

sesi jumpa pers ICC Immersion Indonesia di kediaman Duta Besar Prancis - sumber foto Urbanvibes/Adi
sesi jumpa pers ICC Immersion Indonesia di kediaman Duta Besar Prancis - sumber foto Urbanvibes/Adi

Ia menyebut bahwa platform seperti Roblox kini telah berkembang jauh melampaui fungsi awalnya.

Menurutnya, Roblox bukan lagi sekadar tempat bermain, tetapi juga ruang interaksi sosial. Di satu sisi, ini membuka peluang besar untuk edukasi dan komunitas. Namun di sisi lain, risiko terhadap anak-anak juga ikut meningkat.

Loic juga menekankan pentingnya perlindungan anak dalam ekosistem seperti ini. Ia menyebut bahwa berbagai program telah dikembangkan untuk menyampaikan pesan positif kepada anak-anak, namun tetap dibutuhkan sistem yang lebih kuat untuk memastikan keamanan mereka.

Baca Juga:

Ekosistem UGC yang Terus Berkembang

Sebagai informasi, Roblox adalah salah satu platform berbasis User Generated Content (UGC), di mana pengguna bisa membuat dan memainkan game buatan komunitas.

Model ini membuat Roblox sangat dinamis—dengan jutaan konten yang terus berkembang setiap harinya.

Perusahaan seperti RIVRS bahkan menjadikan platform ini sebagai fokus bisnis utama. Berdiri di Rennes pada 2021, RIVRS kini menjadi salah satu pemain penting di Eropa dalam pengembangan game berbasis UGC, termasuk di Roblox dan Minecraft.

Dengan lebih dari 25 game, 1,5 juta pemain, dan jutaan kunjungan, RIVRS menunjukkan betapa besarnya potensi ekonomi dari ekosistem ini.

Namun, semakin besar ekosistemnya, semakin besar pula tanggung jawabnya.

Ekspansi Global dan Tantangan Regulasi

Saat ini, RIVRS juga tengah melakukan ekspansi global, termasuk membuka hub regional di Hong Kong, studio inovasi berbasis AI di Vietnam, serta menjalin kemitraan strategis di Indonesia melalui ekosistem IGDX.

Mereka bahkan menyiapkan Creator Fund sebesar 1 juta dolar untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem Roblox di Asia Tenggara.

Namun di tengah ekspansi ini, isu regulasi seperti yang disorot Komdigi menjadi tantangan nyata yang tidak bisa diabaikan.

Karena pada akhirnya, pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan perlindungan pengguna—terutama anak-anak.

Antara Inovasi dan Tanggung Jawab

Urbie’s, fenomena ini menunjukkan satu hal penting: inovasi teknologi harus selalu diimbangi dengan tanggung jawab sosial.

Platform seperti Roblox memang menawarkan ruang kreativitas tanpa batas. Tapi di saat yang sama, mereka juga harus memastikan bahwa ruang tersebut aman untuk semua penggunanya.

Terutama bagi anak-anak, yang menjadi salah satu pengguna terbesar platform ini.

Apa Selanjutnya?

Dengan adanya sorotan dari Komdigi, besar kemungkinan Roblox akan kembali melakukan penyesuaian agar bisa memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Langkah ini penting, tidak hanya untuk kepatuhan regulasi, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan pengguna.

Karena di era digital seperti sekarang, keamanan bukan lagi fitur tambahan—melainkan kebutuhan utama.

Jadi, Urbie’s, di balik serunya dunia virtual, tetap penting untuk selalu aware dengan isu keamanan digital, terutama jika melibatkan anak-anak.

Karena teknologi yang baik bukan hanya yang canggih, tapi juga yang aman.

[Block type not supported: rawTool]