Hi Urbie’s!, kabar membanggakan datang dari Korea Selatan! Indonesia kembali meraih gelar juara umum dalam Migrants’ Arirang Multicultural Festival (MAMF) 2026 yang berlangsung di Changwon pada 23–25 Oktober 2026. Prestasi ini terasa semakin spesial karena Indonesia berhasil mempertahankan gelar tersebut selama dua tahun berturut-turut, setelah meraih kemenangan serupa pada 2025.
Kemenangan ini bukan sekadar tentang membawa pulang penghargaan. Di panggung yang mempertemukan beragam budaya dari berbagai negara, delegasi Indonesia turut memperlihatkan bahwa kekayaan tradisi Nusantara punya tempat untuk dikenal dan diapresiasi di tingkat internasional.
MAMF menjadi ruang pertemuan bagi komunitas dari berbagai latar belakang untuk memperkenalkan identitas budaya mereka melalui seni, musik, tarian, busana, hingga kuliner. Bagi Indonesia, ajang ini sekaligus menjadi kesempatan untuk membawa cerita tentang keberagaman Tanah Air ke hadapan masyarakat Korea Selatan dan pengunjung dari negara lain.
Indonesia Kembali Berjaya Setelah Kemenangan pada 2025
Gelar juara umum MAMF 2026 menjadi kelanjutan prestasi Indonesia pada tahun sebelumnya. Pada MAMF 2025, delegasi Indonesia juga berhasil meraih gelar juara umum setelah unggul dalam sejumlah kategori, termasuk parade budaya, UMKM, dan tarian tradisional.
Kemenangan beruntun ini memperlihatkan konsistensi upaya para peserta dan komunitas Indonesia dalam menampilkan budaya Tanah Air di luar negeri. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk membawa sebuah pertunjukan budaya ke panggung internasional, mulai dari konsep, kostum, penampilan, hingga koordinasi tim.
Namun, yang membuat pencapaian ini menarik bukan hanya hasil akhirnya. Di balik penampilan yang disaksikan publik, ada kerja sama berbagai pihak yang ingin memastikan budaya Indonesia tetap hadir dan mendapat ruang di tengah keberagaman budaya dunia.


MAMF 2026 Jadi Panggung Pertemuan Budaya Dunia
MAMF 2026 merupakan penyelenggaraan ke-21 festival budaya multikultural tersebut. Acara berlangsung di Yongji Cultural Park, Seongsan Art Hall, dan kawasan Central Avenue di Changwon, Korea Selatan.
Mengusung tema “Beyond Borders, Becoming the World” atau “Melampaui Batas, Menjadi Dunia”, festival tahun ini menghadirkan pertunjukan seni, pengalaman budaya, serta kegiatan yang mendorong interaksi antara masyarakat lokal dan komunitas migran.
Laporan media Korea Selatan menyebutkan festival ini diikuti 22 negara dan menarik sekitar 160.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan. Angka tersebut menunjukkan besarnya ruang perjumpaan yang tercipta melalui kegiatan kebudayaan ini.
Salah satu agenda utamanya adalah parade keberagaman budaya yang berlangsung pada 25 Oktober 2026. Sebanyak 16 negara dengan 19 tim berpartisipasi dalam parade tersebut, menampilkan ciri khas masing-masing melalui busana tradisional, musik, tarian, kendaraan hias, dan simbol budaya.
Di tengah beragam penampilan itu, setiap delegasi mendapat kesempatan untuk memperkenalkan warisan budayanya kepada audiens yang lebih luas.
Baca juga:
- Festival Jajanan Bango 2026 Hadirkan 50+ Kreasi Kuliner, Ajak Gen Z Eksplorasi Rasa Kecap
- Indro Warkop Menangis Kenang Dono dan Kasino di Synchronize Fest 2026, Momen Haru di Panggung Forest
Fitri Carlina Ikut Bawa Nuansa Indonesia ke Korea Selatan
Kemeriahan MAMF 2026 juga diwarnai kehadiran penyanyi dangdut Fitri Carlina yang tampil di panggung festival. Ia membagikan pengalamannya melalui media sosial sekaligus menyampaikan kabar kemenangan delegasi Indonesia.
Dalam penampilannya, Fitri mengenakan kain tenun merah putih rancangan Ariyarka dari Abeey Indonesia, dipadukan dengan aksesori etnik dari Redberry Wedding. Pilihan busana tersebut menghadirkan sentuhan budaya Indonesia melalui perpaduan warna nasional dan wastra Nusantara.
Fitri juga membawakan lagu “APT” dalam aransemen koplo. Perpaduan lagu populer dengan sentuhan dangdut Indonesia menjadi salah satu cara menghadirkan warna musik Tanah Air di panggung internasional. Penampilannya tetap berlangsung meski cuaca di Changwon kurang bersahabat akibat hujan.
Melalui unggahannya, Fitri turut mengapresiasi tim yang terlibat, termasuk para pelaku seni dan diaspora Indonesia di Korea Selatan. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan bahwa memperkenalkan budaya Indonesia di luar negeri merupakan kerja bersama, bukan hanya pencapaian satu orang atau satu kelompok.
Lebih dari Gelar, Ada Budaya Indonesia yang Diperkenalkan
Hi Urbie’s!, kemenangan di MAMF 2026 menjadi pengingat bahwa budaya Indonesia punya banyak cara untuk hadir di panggung dunia. Tradisi tidak harus diperkenalkan melalui pertunjukan yang sepenuhnya klasik. Kain tenun, tarian daerah, musik tradisional, hingga aransemen modern bisa menjadi jembatan untuk mempertemukan masyarakat dengan latar belakang berbeda.
Ketika unsur budaya diperkenalkan dengan cara yang menarik, penonton tidak hanya menyaksikan sebuah pertunjukan. Mereka juga berkesempatan mengenal cerita, identitas, dan nilai yang ada di baliknya.
Prestasi Indonesia di Changwon pun memiliki arti lebih luas daripada sekadar mempertahankan gelar juara umum. Ada kesempatan untuk memperluas pengenalan terhadap kebudayaan Nusantara sekaligus memperkuat hubungan antarkomunitas melalui seni.
Selamat untuk seluruh delegasi Indonesia yang telah berpartisipasi di MAMF 2026! Semoga pencapaian ini menjadi penyemangat untuk terus membawa kekayaan budaya Tanah Air ke panggung internasional.
Urbie’s, menurut kalian, budaya Indonesia apa yang paling menarik untuk diperkenalkan kepada masyarakat dunia berikutnya?




