Hi Urbie’s!
Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Indonesia. Tim Nagapasa dari Universitas Indonesia (UI) berhasil meraih Juara 1 dalam ajang bergengsi Worldwide Ferry Safety Association (WFSA) Design Competition 2026. Kompetisi desain kapal feri tingkat internasional ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk menghadirkan solusi inovatif di bidang transportasi air.
Pengumuman pemenang dilakukan pada 11 Februari 2026, sementara konferensi penganugerahan dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Mei 2026 di New York City, Amerika Serikat. Prestasi ini menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di kancah global dengan ide-ide yang tidak hanya inovatif, tetapi juga solutif.
Tim Nagapasa UI terdiri dari sepuluh mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan Fakultas Teknik UI angkatan 2022 dan 2023. Mereka dibimbing oleh Dr. Eng. Gerry Liston Putra, yang turut berperan penting dalam mengarahkan proses perancangan kapal dari sisi teknis hingga kontekstual.
Dalam kompetisi yang telah memasuki tahun ke-13 ini, peserta ditantang untuk merancang kapal feri jenis Ro-Pax yang aman, efisien, dan terjangkau untuk beroperasi di Sungai Niger, Nigeria. Tantangan ini tidak mudah, karena peserta harus mempertimbangkan berbagai kondisi ekstrem seperti perairan dangkal, musim hujan, banjir, hingga keterbatasan infrastruktur galangan kapal lokal.
Menjawab tantangan tersebut, Tim Nagapasa UI menghadirkan MV SAFARIND, sebuah konsep kapal feri berkonfigurasi katamaran berkecepatan tinggi dengan panjang 35,85 meter. Kapal ini dirancang khusus untuk melayani rute Lokoja–Onitsha sejauh kurang lebih 200 kilometer di Sungai Niger.
Keunggulan utama dari MV SAFARIND terletak pada desain lambung heksagonal berbasis pelat datar yang mampu memberikan stabilitas optimal serta efisiensi muatan pada kondisi draft rendah. Dengan draft hanya 0,8 meter, kapal ini tetap dapat beroperasi di perairan dangkal dengan aman.
Baca Juga:
- Bangga! Taman Nasional Komodo Menempati Peringkat kedua Tempat Terindah di Dunia
- Indonesia Dorong ANA Buka Rute Baru, Yogyakarta Siap Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Jepang
- 10 Negara Paling Bahagia di Dunia 2026, Finlandia Masih Nomor Satu
Dari sisi keselamatan, desain kapal ini bahkan melampaui standar internasional. Indeks keselamatan yang dicapai berada di angka 0,846, lebih tinggi dari persyaratan minimum 0,703. Selain itu, waktu evakuasi yang dirancang kurang dari 42 menit menunjukkan perhatian serius tim terhadap aspek keselamatan penumpang.
Tidak hanya itu, inovasi juga hadir dari sisi keberlanjutan. MV SAFARIND dilengkapi dengan sistem energi hibrida yang mengombinasikan panel surya dan baterai. Teknologi ini mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga sekitar 6 persen serta menekan emisi karbon hingga 138 ton CO₂ per tahun.
Dari sisi performa, optimasi hidrodinamika yang dilakukan tim berhasil menurunkan hambatan kapal hingga 6,8 persen pada kecepatan 27 knot. Hal ini berdampak langsung pada efisiensi operasional kapal, menjadikannya lebih hemat dan ramah lingkungan.
Tak kalah penting, desain kapal ini juga mempertimbangkan aspek ekonomi dan kemudahan produksi. Dengan pendekatan konstruksi modular berbasis pelat datar, kapal dapat dibangun dan dirawat dengan lebih mudah, terutama di wilayah dengan fasilitas terbatas. Estimasi pengembalian modal pun tergolong menarik, yaitu antara 2,5 hingga 6,5 tahun.
Menurut pembimbing tim, proses perancangan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat setempat. Hal ini menjadi nilai tambah yang membuat desain MV SAFARIND relevan dan aplikatif di dunia nyata.
Prestasi ini pun mendapat apresiasi dari Dekan Fakultas Teknik UI, yang menilai keberhasilan Tim Nagapasa sebagai bukti kapasitas mahasiswa Indonesia dalam menghadirkan solusi rekayasa yang berdampak global.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Indonesia dalam mendorong inovasi teknologi yang adaptif, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan nyata di berbagai belahan dunia.
Salut untuk Tim Nagapasa UI! Semoga prestasi ini bisa menginspirasi lebih banyak Urbie’s untuk terus berkarya dan berani membawa inovasi hingga ke level internasional.





