Hi Urbie’s! Bayangkan sosok yang pernah menjadi ikon Manchester United dan Real Madrid, kini duduk di kursi tertinggi organisasi sepak bola dunia. Kedengarannya seperti cerita yang sulit dipercaya, tetapi nama David Beckham belakangan ramai diperbincangkan sebagai kandidat potensial Presiden FIFA untuk pemilihan 2027.
Rumor ini bukan muncul tanpa alasan. Beckham bukan hanya mantan kapten tim nasional Inggris dengan popularitas global, tetapi juga pengusaha yang ikut membangun Inter Miami menjadi salah satu klub yang menarik perhatian dunia sepak bola.
Menurut laporan media internasional yang dikutip sejumlah media Indonesia, beberapa pihak di lingkungan sepak bola Eropa disebut mempertimbangkan Beckham sebagai sosok alternatif untuk menantang Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino. Meski begitu, hingga 23 Oktober 2026, Beckham belum mengonfirmasi secara resmi apakah dirinya tertarik maju dalam pemilihan tersebut.
Jadi, apakah pengalaman Beckham cukup untuk membawanya dari lapangan hijau menuju panggung kepemimpinan sepak bola dunia?
Dari Manchester United hingga Inter Miami, Beckham Punya Modal Besar
Nama David Beckham sudah lama menjadi bagian dari sejarah sepak bola modern. Kariernya bersama Manchester United membuatnya dikenal sebagai salah satu pemain penting Inggris pada era 1990-an dan awal 2000-an. Ia kemudian memperkuat Real Madrid, AC Milan, Paris Saint-Germain, serta klub lain dalam perjalanan karier profesionalnya.
Namun, daya tarik Beckham tidak berhenti setelah pensiun sebagai pemain. Ia tetap aktif dalam industri sepak bola melalui berbagai kegiatan bisnis, kemitraan, dan pengembangan klub.

Salah satu langkah terbesarnya adalah keterlibatannya dalam Inter Miami. Klub Major League Soccer (MLS) tersebut didirikan pada 2018 dengan Beckham sebagai salah satu pemiliknya. Kehadiran Lionel Messi pada 2023 kemudian semakin meningkatkan perhatian internasional terhadap klub yang berbasis di Florida tersebut.
Pengalaman ini memberi Beckham perspektif berbeda: bukan hanya memahami sepak bola dari sudut pandang pemain, tetapi juga dari sisi pengelolaan klub, pembangunan merek, kemitraan komersial, dan pengembangan pasar.
Bagi organisasi sebesar FIFA, pengalaman bisnis dan kemampuan membangun hubungan lintas negara tentu bisa menjadi nilai tambah. Namun, memimpin sebuah klub tetap berbeda dari mengelola organisasi yang menaungi 211 asosiasi sepak bola nasional di seluruh dunia.
Mengapa Nama Beckham Muncul Menjelang Pemilihan Presiden FIFA?
Pemilihan Presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 di Rabat, Maroko. Gianni Infantino telah menyatakan akan kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan berikutnya. <Link url="https://inside.fifa.com/organisation/president/news/gianni-infantino-president-reelection-2027-congress-vancouver" title="FIFA mengumumkan rencana Infantino untuk maju kembali"/> pada Mei 2026.
Situasi menjelang pemilihan turut diwarnai perbedaan pandangan di antara sejumlah federasi mengenai kepemimpinan FIFA. Pada Oktober 2026, asosiasi-asosiasi anggota UEFA kembali menyuarakan perlunya perubahan kepemimpinan dan reformasi tata kelola. <Link url="https://www.uefa.com/news-media/news/02aa-21c75144450f-d02cc5874185-1000--aleksander-ceferin-accepts-unanimous-request-from-europe-s-5/" title="UEFA membahas reformasi dan kepemimpinan FIFA"/>.
Dalam konteks itulah Beckham disebut sebagai salah satu nama yang menarik untuk dipertimbangkan. Popularitas internasionalnya, pengalamannya sebagai pemain elite, serta hubungannya dengan pasar sepak bola Amerika Serikat dapat menjadi modal untuk menjangkau berbagai kelompok pemangku kepentingan.
Meski demikian, rumor dukungan terhadap Beckham tidak sama dengan pencalonan resmi. Belum ada konfirmasi bahwa ia menerima tawaran atau berkomitmen mengikuti pemilihan tersebut.
Populer Saja Tidak Cukup untuk Memimpin Sepak Bola Dunia
Jika Beckham benar-benar maju, ia akan menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks daripada mengelola klub. Presiden FIFA harus berhadapan dengan kepentingan asosiasi nasional, konfederasi regional, kompetisi internasional, pengembangan sepak bola akar rumput, hingga isu integritas dan tata kelola.
Popularitas global bisa membantu membuka pintu komunikasi. Namun, kemampuan membangun konsensus dan memahami kebutuhan negara-negara dengan kondisi sepak bola yang berbeda akan menjadi faktor penting.
Baca juga:
- Lionel Messi Pensiun, David Beckham Unggah Foto Pesannya Bromance Banget!
- David Beckham & Lionel Messi Berpelukan di Lapangan! Inter Miami Raih MLS Cup Pertama dalam Sejarah
Beckham juga perlu menunjukkan bagaimana ia akan menangani isu-isu strategis, mulai dari distribusi pendapatan kompetisi, kesempatan bagi negara berkembang, sepak bola perempuan, hingga perlindungan pemain dan suporter.
Pengalaman sebagai pemilik klub dapat menjadi bekal, tetapi tidak otomatis membuktikan kesiapan memimpin FIFA. Organisasi ini membutuhkan kepemimpinan yang mampu menggabungkan visi jangka panjang, transparansi, dan pemahaman terhadap struktur sepak bola internasional.
Dengan kata lain, pertanyaan pentingnya bukan hanya apakah Beckham cukup terkenal untuk menduduki jabatan tersebut, tetapi juga apakah ia memiliki program dan dukungan yang dibutuhkan untuk menjalankan tanggung jawabnya.
Beckham versus Infantino, Mungkinkah Terjadi?
Untuk saat ini, Gianni Infantino merupakan kandidat yang telah menyatakan niat maju kembali, sedangkan Beckham masih sebatas nama yang beredar dalam pembicaraan mengenai calon alternatif.
Proses pemilihan FIFA juga memiliki aturan tersendiri. Kandidat harus memenuhi persyaratan pencalonan, termasuk memperoleh dukungan dari sejumlah asosiasi anggota, sebelum dapat mengikuti pemilihan secara resmi.
Karena itu, persaingan antara Beckham dan Infantino belum bisa disebut sebagai duel yang benar-benar terjadi. Semuanya masih bergantung pada keputusan Beckham, dukungan federasi, dan perkembangan menjelang tenggat pencalonan.
Jika Beckham memutuskan maju, namanya berpotensi membuat persaingan semakin menarik. Namun, jika ia memilih tetap fokus pada bisnis dan Inter Miami, rumor ini bisa berakhir sebagai spekulasi tanpa kelanjutan.
Jadi, Apakah David Beckham Cocok Menjadi Presiden FIFA?
Urbie’s!, Beckham memiliki sejumlah modal yang menarik: pengalaman sebagai pemain kelas dunia, jaringan internasional, pemahaman bisnis olahraga, dan keterlibatan langsung dalam pengembangan klub. Semua itu dapat menjadi fondasi untuk memasuki peran kepemimpinan yang lebih besar.
Namun, jabatan Presiden FIFA menuntut lebih dari reputasi dan kemampuan membangun merek. Integritas, pemahaman tata kelola, kemampuan bernegosiasi, serta visi untuk mengembangkan sepak bola secara merata juga akan menentukan.
Untuk sekarang, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa Beckham pasti akan maju, apalagi memastikan ia akan menjadi pilihan terbaik. Yang jelas, munculnya namanya membuka diskusi menarik tentang sosok seperti apa yang dibutuhkan untuk memimpin sepak bola dunia.
Kalau menurut Urbie’s!, apakah David Beckham cocok menjadi Presiden FIFA, atau justru lebih tepat melanjutkan kiprahnya membangun sepak bola melalui Inter Miami? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!




