Hi Urbie’s! Kabar besar datang untuk para pecinta anime dan gamer di seluruh dunia. Setelah lama memancing rasa penasaran lewat proyek misterius bertajuk Age 1000, akhirnya identitas game tersebut resmi terungkap. Bandai Namco Entertainment mengumumkan bahwa proyek itu adalah Dragon Ball Xenoverse 3, sekuel terbaru dari seri game Dragon Ball Xenoverse yang sangat populer.
Pengumuman resmi dilakukan dalam event Dragon Ball Games Battle Hour 2026 yang digelar di Los Angeles pada hari Minggu. Bagi komunitas Dragon Ball, ini menjadi salah satu momen paling dinanti tahun ini.
Game terbaru tersebut dijadwalkan rilis pada 2027 untuk platform PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC via Steam.
Misteri Age 1000 Akhirnya Terjawab
Sebelumnya, proyek Age 1000 sempat membuat fans berspekulasi liar. Banyak yang menduga ini akan menjadi game open world baru, game fighting generasi berikutnya, atau bahkan spin-off yang benar-benar berbeda dari seri sebelumnya.
Namun ternyata, Bandai Namco memilih melanjutkan salah satu franchise paling sukses mereka: Xenoverse.
Keputusan ini langsung disambut antusias karena seri Xenoverse punya tempat spesial di hati gamer Dragon Ball. Konsep perjalanan waktu, kustomisasi karakter, dan pertarungan ikonik membuat game ini berbeda dari judul Dragon Ball lainnya.
Tampilkan Karakter Baru dan Desain Perdana
Dalam presentasi perdana, Bandai Namco juga memperlihatkan desain karakter versi perempuan untuk avatar pemain. Ini menjadi sinyal bahwa fitur kustomisasi karakter akan kembali menjadi elemen penting dalam game terbaru nanti.
Tak hanya itu, publik juga diperkenalkan dengan karakter baru bernama Brett.
Meski detail mengenai sosok Brett masih minim, kehadirannya langsung memancing teori dari para fans. Banyak yang menduga karakter ini akan punya peran sentral dalam alur cerita, mungkin sebagai sekutu baru, penjaga timeline, atau bahkan ancaman baru di dunia Dragon Ball.
Sentuhan Akira Toriyama Masih Terasa
Urbie’s!, salah satu fakta paling menarik dari proyek ini adalah keterlibatan mendiang Akira Toriyama dalam pengembangan konsep game.
Bandai Namco menyebut game ini memiliki karakter original yang belum pernah terlihat sebelumnya, dirancang langsung oleh Toriyama.
Akio Iyoku juga menjelaskan bahwa Toriyama turut berkontribusi dalam world-building, desain karakter, dan berbagai aspek kreatif lainnya.
Hal ini tentu menjadi nilai emosional tersendiri bagi para penggemar. Kehadiran ide-ide Toriyama menjadikan Xenoverse 3 bukan sekadar sekuel, tetapi warisan kreatif yang tetap hidup.
Dikembangkan Selama 6 Hingga 7 Tahun
Bandai Namco mengungkap bahwa proyek ini sudah dikembangkan selama sekitar 6 sampai 7 tahun.
Durasi pengembangan yang panjang menandakan ambisi besar di balik game ini. Kemungkinan besar studio ingin menghadirkan lompatan kualitas signifikan, baik dari sisi visual, gameplay, cerita, maupun skala dunia permainan.
Dengan kekuatan hardware generasi baru seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X|S, fans berharap Xenoverse 3 akan tampil jauh lebih masif dibanding pendahulunya.
Baca Juga:
- Gandeng Rusia, Indonesia Target Punya Spaceport Pertama di Asia Tenggara
- Sinopsis Lee Cronin’s The Mummy (2026), Film Horor Penuh Teror Misterius yang Mengerikan
- Big Bad Wolf Jakarta 2026 Segera Hadir di ICE BSD City 5 Hari Nonstop, Catat Tanggalnya!
Kenapa Seri Xenoverse Dicintai Fans?
Berbeda dari game fighting Dragon Ball biasa, Xenoverse menawarkan pengalaman menjadi bagian dari dunia Dragon Ball.
Pemain bisa membuat karakter sendiri, memilih ras seperti Saiyan, Namekian, Earthling, hingga Frieza Race, lalu ikut memperbaiki sejarah yang rusak akibat gangguan timeline.
Konsep ini membuat pemain bukan hanya menonton kisah Goku dan Vegeta, tetapi ikut berada di dalamnya.
Faktor inilah yang membuat seri Xenoverse memiliki komunitas loyal selama bertahun-tahun.
Kilas Balik Kesuksesan Dua Game Sebelumnya
Dragon Ball Xenoverse pertama kali rilis pada 2015 untuk PlayStation 4, PlayStation 3, Xbox One, Xbox 360, dan PC via Steam.
Setahun kemudian hadir Dragon Ball Xenoverse 2 yang sukses besar dan terus hidup lewat update, DLC, serta ekspansi konten selama hampir satu dekade.
Game kedua bahkan dirilis ulang ke berbagai platform seperti Nintendo Switch, Stadia, hingga PlayStation 5 dan Xbox Series X|S.
Jarang ada game anime yang bertahan selama itu. Ini menunjukkan betapa kuatnya basis pemain Xenoverse.
Apa yang Bisa Diharapkan di Xenoverse 3?
Meski detail gameplay belum diumumkan penuh, banyak fans berharap beberapa peningkatan besar akan hadir.
Visual generasi baru tentu menjadi harapan utama. Dunia Dragon Ball yang lebih hidup, efek pertarungan spektakuler, dan animasi sinematik bisa menjadi daya tarik besar.
Selain itu, sistem pertarungan yang lebih halus, lobby online lebih besar, raid boss baru, hingga mode cerita lintas era kemungkinan akan menjadi fokus.
Tidak menutup kemungkinan game ini juga akan memasukkan elemen dari seri modern seperti Dragon Ball Super dan Dragon Ball Daima.
Antusiasme Global Langsung Meledak
Begitu diumumkan, media sosial langsung dipenuhi reaksi fans. Banyak pemain lama menyebut ini sebagai comeback yang sudah lama dinantikan.
Sebagian bahkan menyebut 2027 terlalu lama untuk ditunggu.
Namun jika hasil akhirnya sepadan, penantian tersebut justru bisa menjadi investasi hype yang besar.
Dragon Ball dan Masa Depan Gaming Anime
Urbie’s!, pengumuman Xenoverse 3 menunjukkan satu hal penting: Dragon Ball masih menjadi salah satu IP anime terkuat di industri game global.
Generasi berganti, konsol berubah, tren gaming berkembang, tetapi semangat untuk menjadi Saiyan terkuat rupanya tak pernah padam.
Saat 2027 tiba, banyak gamer kemungkinan akan kembali terbang ke langit, melepaskan Kamehameha, dan menyelamatkan timeline sekali lagi.
Dan kali ini, petualangannya akan terasa lebih besar dari sebelumnya.






