Hi Urbie’s! Sudah lama mengincar laptop baru, ingin upgrade smartphone, atau sedang mencari aksesori gaming dengan harga lebih ramah di kantong? Ada kabar menarik buat kamu yang hobi berburu perangkat teknologi.

Indocomtech 2026 resmi dibuka pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Hall A Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Pameran teknologi yang sudah hadir selama 32 tahun ini berlangsung hingga 1 November 2026. Artinya, masih ada kesempatan buat Urbie’s yang ingin datang dan melihat berbagai penawaran langsung dari para peserta pameran.

Mengusung tema “See, Experience, Solve, and Stay Ahead”, Indocomtech tahun ini tidak hanya menjadi tempat untuk melihat produk teknologi terbaru. Pengunjung juga diajak merasakan langsung pengalaman menggunakan teknologi, menemukan solusi sesuai kebutuhan, dan memahami perkembangan digital yang terus bergerak.

Jadi, agendanya bukan cuma keliling booth dan belanja. Ada banyak hal yang bisa dieksplorasi dalam satu kunjungan.

Diskon Gadget hingga 70 Persen, Saatnya Berburu Barang Incaran!

Mari mulai dari bagian yang paling mungkin bikin Urbie’s tertarik: promo belanja.

Indocomtech 2026 menghadirkan beragam penawaran untuk berbagai kebutuhan teknologi. Mulai dari laptop untuk kuliah dan bekerja, smartphone terbaru, aksesori gaming, hingga perangkat smart home, semuanya bisa ditemukan dalam pameran ini.

Urbanvibes Ads banner Pullman Central Park Jakarta Hotel

Salah satu penawaran yang paling mencuri perhatian adalah diskon hingga 70 persen. Selain potongan harga, tersedia pula program clearance sale dan lelang produk dengan penawaran harga yang menarik.

Buat Urbie’s yang selama ini menunda membeli PC rakitan, mengganti tablet, atau melengkapi perangkat kerja, pameran ini bisa menjadi kesempatan untuk membandingkan pilihan secara langsung.

Ada pula fasilitas cicilan 0 persen melalui myBCA. Dengan pilihan promo tersebut, pengunjung punya lebih banyak alternatif untuk menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan dan anggaran.

Meski begitu, jangan lupa mengecek ketentuan setiap promo di booth masing-masing, termasuk periode penawaran, ketersediaan produk, dan syarat transaksi. Jangan sampai sudah jatuh hati pada satu gadget, ternyata stok atau promonya sudah berubah.

Bukan Cuma Pameran Gadget, Ada Turnamen Point Blank!

Kalau Urbie’s mengira Indocomtech hanya akan dipenuhi aktivitas belanja, tunggu dulu. Tahun ini, ada agenda yang bisa menarik perhatian komunitas gaming, yaitu Point Blank National Championship (PBNC) yang digelar secara langsung di lokasi pameran.

Kehadiran turnamen ini membawa suasana kompetisi esports ke tengah pameran teknologi. Pengunjung bisa menikmati pertandingan sekaligus melihat bagaimana perangkat dan ekosistem gaming menjadi bagian dari perkembangan industri digital.

Lukman Rizky El Dani dari Point Blank Zeppeto Indonesia menyoroti bahwa ekosistem gaming saat ini sudah berkembang jauh melampaui aktivitas bermain game semata.

Di dalamnya ada kreativitas, kerja sama tim, hingga peluang untuk menjadikan gaming sebagai jalur profesi. Karena itu, kompetisi seperti PBNC juga menjadi ruang bagi komunitas untuk menunjukkan kemampuan dan membangun ekosistem esports.

Baca juga:

Buat Urbie’s yang mengikuti Point Blank, kehadiran turnamen ini tentu bisa menjadi alasan tambahan untuk mampir. Sementara pengunjung yang datang untuk berburu gadget tetap punya kesempatan menikmati atmosfer kompetisi secara langsung.

AI dan Data Center Jadi Sorotan, Industri Teknologi Punya Peluang Besar

Di balik promo dan pertandingan esports, Indocomtech 2026 juga membawa pembahasan yang lebih luas tentang masa depan teknologi Indonesia.

Prof. Marsudi Wahyu Kisworo dari BRIN mengingatkan bahwa digitalisasi di Indonesia berkembang dengan cepat. Pertumbuhan pusat data, kebutuhan layanan cloud, hingga penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuka peluang besar bagi industri teknologi dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan yang tidak bisa diabaikan. Keamanan siber dan perlindungan data pribadi menjadi dua hal penting yang perlu mendapat perhatian.

AI, misalnya, dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mendukung berbagai pekerjaan. Tetapi, teknologi yang sama juga berpotensi disalahgunakan untuk melakukan serangan siber.

Karena itu, Prof. Marsudi menekankan pentingnya pengembangan teknologi yang bersifat human-centric. Artinya, teknologi seharusnya memperkuat kemampuan manusia dan membantu menyelesaikan persoalan, bukan sekadar menggantikan peran manusia.

Literasi Digital dan AI Bukan Lagi Pilihan

Pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan teknologi juga disampaikan oleh Hidayat Tjokrodjojo, Ketua Umum Yayasan APKOMINDO Indonesia. Menurutnya, pemahaman mengenai AI dan literasi digital kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan.

Pandangan tersebut sejalan dengan upaya digitalisasi di sektor pendidikan. Perwakilan Kemendikdasmen turut menyoroti pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses belajar yang lebih berkualitas dan inklusif.

Pada 2025, papan interaktif digital telah didistribusikan ke 288.865 sekolah. Program tersebut kemudian dilanjutkan pada 2026 dengan sasaran 268.393 sekolah.

Pemanfaatan teknologi pendidikan diharapkan tidak berhenti pada penyediaan perangkat canggih. Lebih dari itu, teknologi perlu membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik dan dapat diakses berbagai kalangan, termasuk peserta didik penyandang disabilitas.

Catat Jadwalnya, Indocomtech 2026 Berlangsung sampai 1 November

Dari berburu laptop diskonan, mencari aksesori gaming, menyaksikan pertandingan Point Blank, sampai mengikuti perkembangan AI dan digitalisasi, semuanya hadir dalam satu rangkaian pameran.

Indocomtech 2026 berlangsung pada 29 Oktober–1 November 2026 di Hall A, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.

Jadi, buat Urbie’s yang berencana datang, jangan lupa cek kebutuhan gadget yang sedang dicari dan bandingkan penawaran sebelum memutuskan membeli. Siapa tahu, perangkat yang selama ini masuk wishlist akhirnya bisa dibawa pulang dengan harga lebih bersahabat.

Empat hari pameran ini bukan cuma soal siapa yang pulang membawa belanjaan paling banyak, tetapi juga kesempatan melihat lebih dekat bagaimana teknologi terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.