Hi Urbie’s! Kalau kamu sudah mulai bertanya-tanya kapan PlayStation 6 akan muncul dan mengakhiri era PS5, Shuhei Yoshida justru punya jawaban yang mungkin bikin para pemilik PS5 sedikit bernapas lega. Mantan eksekutif PlayStation tersebut menilai Sony sebaiknya mempertahankan generasi PS5 selama mungkin karena banyak pemain masih merasa perangkat ini sudah lebih dari cukup untuk memainkan game-game besar.
Komentar Yoshida muncul ketika industri game mulai memasuki fase yang cukup unik: konsol generasi sekarang sudah mendekati usia enam tahun, tetapi dorongan untuk segera menggantinya dengan hardware baru belum terasa sekuat generasi-generasi sebelumnya. Di sisi lain, kenaikan biaya komponen membuat sebuah konsol generasi baru berpotensi menjadi barang yang semakin mahal untuk konsumen.
PS5 Sudah Tua, Tapi Belum Terasa Tua
PS5 pertama kali meluncur pada November 2020, sehingga pada 2026 konsol tersebut memang sudah mendekati enam tahun usia generasi. Namun, angka usia itu tidak otomatis berarti kemampuan hardware-nya sudah tertinggal, terutama karena masih banyak game berskala besar yang terus menjadikan PS5 sebagai platform utama.
Salah satu contoh paling mencolok adalah Grand Theft Auto VI, yang dijadwalkan hadir di PS5 dan Xbox Series X|S pada November 2026. Artinya, ketika salah satu game paling dinanti dalam sejarah industri game masih menjadikan hardware generasi sekarang sebagai rumah utamanya, argumen bahwa PS5 sudah waktunya ditinggalkan menjadi tidak sesederhana pergantian angka generasi.
Bukan Cuma GTA 6, PS5 Masih Punya Peluru
Daftar game yang masih mendorong kemampuan PS5 juga belum habis, termasuk Marvel’s Wolverine dari Insomniac Games. Game tersebut dibangun khusus untuk PS5 dan resmi dirilis pada 15 September 2026, memperlihatkan bahwa Sony masih memiliki proyek besar yang dirancang untuk memaksimalkan hardware generasi ini.
Ada pula The Witcher 3: Wild Hunt – Remastered yang membawa peningkatan visual, performa, dan gameplay ke generasi modern. Versi remastered tersebut dijadwalkan hadir pada 29 September 2026, menunjukkan bahwa bahkan game yang sudah berusia bertahun-tahun masih bisa mendapatkan kehidupan baru melalui kemampuan hardware saat ini.

Yoshida: Pemain Tidak Sedang Berteriak Minta Hardware Baru
Di sinilah komentar Yoshida menjadi menarik, karena menurutnya permintaan terhadap lompatan performa hardware yang lebih besar belum terdengar secara luas. Ia mengatakan tidak melihat banyak pemain yang meminta “more power” maupun developer yang secara terbuka mengatakan mereka membutuhkan hardware yang lebih kuat.
Pandangan tersebut bukan berarti tidak ada pemain yang menginginkan performa lebih tinggi, melainkan Yoshida melihat belum ada tekanan luas dari pasar yang membuat generasi baru harus segera hadir. Jika game masih bisa dibuat dan dimainkan dengan baik di perangkat yang sudah dimiliki konsumen, alasan untuk mengeluarkan uang lagi membeli konsol baru otomatis menjadi lebih lemah.
Baca juga:
- Hideo Kojima Bawa PHYSINT ke Xbox, Tinggalkan PlayStation untuk Proyek Action-Espionage Terbarunya
- Sony Patenkan Controller Playstation, Ini Bocorannya!
Masalah Besarnya Justru Ada di Harga Komponen
Yoshida juga menyoroti persoalan yang jauh lebih dekat dengan dompet gamer, yaitu meningkatnya biaya komponen khusus untuk PC dan konsol. Menurutnya, konsumen memiliki anggaran yang terbatas sehingga kenaikan harga hardware dapat membuat mereka memilih mempertahankan perangkat yang sudah dimiliki daripada melakukan upgrade.
Situasinya membuat siklus generasi konsol yang biasanya bergerak menuju hardware lebih kuat menjadi semakin kompleks. Konsol baru memang bisa menawarkan performa lebih tinggi, tetapi jika harga produksinya ikut melonjak dan harga jual akhirnya terlalu tinggi, belum tentu konsumen merasa upgrade tersebut sepadan.
PS5 dan Switch 2 Bisa Punya Napas Lebih Panjang
Menariknya, Yoshida tidak hanya membicarakan PlayStation 5, tetapi juga Nintendo Switch 2 dalam pandangannya mengenai generasi hardware saat ini. Ia menilai Sony dan Nintendo sebaiknya mencoba mempertahankan generasi sekarang selama mungkin karena pengguna masih merasa nyaman dengan PS5 maupun Switch 2.
Pandangan ini sekaligus memperlihatkan perubahan cara industri memandang pergantian generasi konsol. Dulu, konsol baru bisa terasa seperti kebutuhan karena lompatan grafis dan teknologi begitu besar, sementara sekarang peningkatan tersebut harus berhadapan dengan harga hardware, game yang masih mendukung perangkat lama, dan konsumen yang mungkin belum merasa perlu mengganti mesin mereka.
Jadi, PS6 Belum Perlu Bikin Panik?
Urbie’s, satu hal penting perlu digarisbawahi: komentar Yoshida bukan pengumuman resmi Sony mengenai PlayStation 6. Ia sedang menyampaikan pandangannya mengenai kondisi bisnis hardware dan alasan mengapa Sony mungkin memiliki keuntungan jika memperpanjang umur generasi PS5, bukan mengonfirmasi jadwal atau keputusan resmi mengenai konsol berikutnya.
Justru menarik melihat bagaimana PS5 memasuki tahun keenamnya dengan situasi yang berbeda dari sekadar “konsol lama menunggu pengganti.” Dengan GTA VI, Marvel’s Wolverine, The Witcher 3 Remastered, dan berbagai proyek lain yang masih berjalan di generasi ini, PS5 tampaknya belum kehabisan alasan untuk tetap berada di ruang hiburan gamer.
Kalau dulu pertanyaannya adalah“seberapa cepat kita bisa mendapatkan konsol baru?”, sekarang pertanyaan yang lebih relevan mungkin justru“memangnya kita masih butuh konsol baru secepat itu?”Dan untuk Yoshida, selama pemain masih nyaman, developer masih bisa berkarya, sementara harga komponen terus menjadi tantangan, PS5 masih punya alasan kuat untuk memperpanjang napasny













