Hi Urbie’s! Pernah pulang kerja lebih malam dari biasanya, tetapi ketika menerima gaji justru bingung apakah uang lembur yang dibayarkan sudah sesuai? Situasi seperti ini bisa dialami banyak pekerja, mulai dari karyawan pabrik, staf gudang, pekerja ritel, satpam, perawat, hingga tenaga kontrak dan outsourcing.

Persoalannya, menghitung upah lembur ternyata tidak cukup dengan mengalikan jumlah jam tambahan dengan upah per jam. Ada rumus khusus, pengali berbeda untuk setiap jam, serta ketentuan yang perlu diperhatikan berdasarkan jenis hari kerja.

Tidak heran kalau banyak pekerja akhirnya mencari cara menghitung lembur di Google, lalu mencoba menghitung sendiri menggunakan kalkulator atau Excel. Padahal, memahami rumusnya bisa membantu pekerja memeriksa apakah pembayaran yang diterima sudah sesuai dengan perhitungan.

Kenali Dulu Rumus Dasar Upah Lembur

Berdasarkan PP 35/2021, upah sejam untuk perhitungan lembur ditetapkan sebesar 1/173 dari upah sebulan. Artinya, pekerja perlu mengetahui terlebih dahulu besaran upah bulanan yang menjadi dasar perhitungan.

Rumusnya:

Upah sejam = 1/173 × upah sebulan

Urbanvibes Ads banner Pullman Central Park Jakarta Hotel

Sebagai contoh, seorang pekerja memiliki upah bulanan Rp3.750.000. Maka perhitungan upah per jamnya adalah:

Rp3.750.000 ÷ 173 = Rp21.676,30

Angka tersebut menjadi dasar untuk menghitung pembayaran lembur. Namun, bukan berarti setiap jam tambahan dibayar sebesar Rp21.676,30. Ada pengali yang harus diterapkan sesuai ketentuan.

Pengali Lembur Berbeda untuk Jam Pertama dan Berikutnya

Untuk lembur pada hari kerja, PP 35/2021 Pasal 31 ayat (1) mengatur bahwa jam pertama dibayar sebesar 1,5 kali upah sejam. Sementara itu, jam berikutnya dibayar sebesar 2 kali upah sejam.

Mari gunakan contoh upah bulanan Rp3.750.000 tadi.

Jika pekerja melakukan lembur selama tiga jam pada hari kerja, misalnya pukul 16.00 hingga 19.00, perhitungannya menjadi:

  • Jam pertama: 1,5 × Rp21.676,30 = Rp32.514.
  • Jam kedua: 2 × Rp21.676,30 = Rp43.353.
  • Jam ketiga: 2 × Rp21.676,30 = Rp43.353.

Dengan demikian, total upah lembur selama tiga jam adalah sekitar Rp119.220.

Perlu diperhatikan bahwa angka tersebut merupakan contoh simulasi dengan asumsi komponen upah yang digunakan sesuai dengan dasar perhitungan. Pembulatan ke rupiah terdekat juga dapat membuat penjumlahan setiap baris berbeda Rp1 dari total akhir.

Jangan Keliru Menghitung Periode Lembur

Hal lain yang sering luput adalah periode penggajian. Tidak semua perusahaan menggunakan bulan kalender sebagai periode perhitungan gaji.

Ada perusahaan yang menerapkan periode tanggal 1 sampai 30 atau 31, tetapi ada juga yang menggunakan tanggal 21 sampai 20 bulan berikutnya.

Perbedaan ini penting ketika pekerja ingin mencocokkan total lembur dengan slip gaji. Jika pencatatan dilakukan berdasarkan bulan kalender, sementara perusahaan menggunakan periode penggajian berbeda, hasil rekap bisa terlihat tidak sama.

Karena itu, pekerja perlu mengetahui tanggal awal dan akhir periode gaji yang berlaku di tempat kerja. Pastikan seluruh jam lembur yang dicatat masuk ke periode yang tepat sebelum membandingkannya dengan slip gaji.

Mengapa Hasil Hitungan Bisa Berbeda dari Slip Gaji?

Sudah menghitung sendiri, tetapi nominalnya tidak sama dengan slip gaji? Jangan langsung menyimpulkan terjadi kesalahan pembayaran. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi hasil perhitungan.

Pertama, komponen upah yang digunakan mungkin berbeda. Misalnya, terdapat tunjangan tidak tetap atau komponen lain yang perlu diperhitungkan sesuai ketentuan. Dalam skema perhitungan yang digunakan pada aplikasi LemburPas, komponen upah tertentu menerapkan aturan 75%.

Kedua, perusahaan mungkin memiliki tarif lembur tetap atau kebijakan yang lebih menguntungkan pekerja. Ketiga, ada perbedaan metode pembulatan durasi lembur, misalnya berdasarkan menit, 15 menit, 30 menit, atau per jam.

Baca juga:

Selain itu, waktu pembayaran juga perlu diperhatikan. Lembur pada suatu periode bisa saja dibayarkan pada bulan berikutnya. Slip gaji juga dapat menampilkan nominal setelah pajak dan potongan, sedangkan simulasi perhitungan biasanya membandingkan nilai kotor.

Jadi, sebelum menyimpulkan ada kekurangan pembayaran, periksa terlebih dahulu komponen upah, periode penggajian, durasi lembur, dan potongan yang tercantum.

Cara Memeriksa Upah Lembur agar Tidak Salah Paham

Supaya lebih mudah melakukan pemeriksaan, Urbie’s bisa mulai dengan langkah sederhana berikut:

  1. Catat tanggal dan durasi setiap lembur, termasuk waktu mulai dan selesai.
  2. Pastikan pola hari kerja yang berlaku, apakah lima atau enam hari dalam seminggu.
  3. Ketahui komponen upah bulanan yang menjadi dasar perhitungan.
  4. Hitung upah sejam menggunakan rumus 1/173 dari upah sebulan.
  5. Terapkan pengali sesuai ketentuan dan jenis hari lembur.
  6. Cocokkan totalnya dengan periode serta nominal lembur di slip gaji.
  7. Jika ditemukan selisih, tanyakan rincian perhitungannya kepada HRD.

Untuk membantu proses tersebut, kini tersedia aplikasi Android bernama LemburPas yang menyediakan pencatatan jam lembur, perhitungan berdasarkan PP 35/2021, serta fitur untuk membandingkan hasilnya dengan nominal pada slip gaji. Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna membuat rekap dalam bentuk PDF atau teks WhatsApp untuk disampaikan kepada HRD.

aplikasi LemburPas membantu menghitung lembur - sumber foto Isitmewa
aplikasi LemburPas membantu menghitung lembur - sumber foto Isitmewa

Meski begitu, hasil perhitungan aplikasi tetap merupakan perkiraan dan bukan nasihat hukum. Pengembangnya juga menegaskan bahwa aplikasi tersebut bukan produk resmi pemerintah maupun aplikasi yang berafiliasi dengan Kemnaker.

Pahami Hak Sebelum Mempertanyakan Pembayaran

Memahami perhitungan upah lembur bukan berarti pekerja harus selalu berdebat dengan perusahaan. Justru, pengetahuan ini bisa menjadi bekal untuk melakukan pemeriksaan secara lebih objektif.

Jika terdapat perbedaan nominal, pekerja dapat meminta penjelasan kepada HRD dengan membawa catatan jam lembur dan hasil perhitungan. Apabila persoalan belum menemukan titik terang, pekerja dapat berkonsultasi dengan Disnaker setempat.

Pada akhirnya, lembur bukan sekadar soal berapa lama seseorang bekerja setelah jam kerja berakhir. Ada hak penghasilan yang perlu dipahami dan dihitung secara tepat.

Jadi, Urbie’s, jangan hanya rajin mencatat jam masuk dan pulang. Pastikan juga kamu memahami bagaimana setiap jam lembur dihitung. Dengan begitu, ketika slip gaji datang, kamu punya bekal untuk memeriksa apakah angka yang diterima sudah sesuai.