Hi Urbie’s! Jika selama ini Gunung Bromo dikenal lewat sunrise dramatis, lautan pasir luas, dan udara dingin yang memikat wisatawan, kini kawasan legendaris ini menghadirkan alasan baru untuk dikunjungi. Bukan hanya soal pemandangan, tetapi juga pengalaman kuliner yang menyatu dengan semangat keberlanjutan.
ARTOTEL Cabin Bromo resmi mempersembahkan program kuliner bertajuk A Rebellious Hunger, sebuah kolaborasi menarik bersama Burgreens dan Green Rebel. Program ini menghadirkan pengalaman bersantap berbasis nabati yang modern, lezat, dan selaras dengan alam sekitar Bromo.
Berlangsung mulai 15 April hingga 15 Juli 2026, program ini menjadi bukti bahwa liburan di pegunungan kini tak hanya bicara soal panorama, tetapi juga gaya hidup baru yang lebih sadar lingkungan.
Bromo dan Pesona yang Tak Pernah Usang
Bagi banyak traveler, Gunung Bromo selalu punya daya magis. Lanskap vulkanik yang dramatis, kabut pagi yang perlahan tersibak, serta cahaya matahari yang muncul di ufuk timur menjadikan Bromo salah satu destinasi paling ikonik di Indonesia.
Setiap tahun, ribuan wisatawan lokal dan mancanegara datang demi merasakan sensasi berdiri di antara gunung, awan, dan langit yang seolah tak berujung.
Namun di balik keindahannya, Bromo juga mengajarkan pentingnya menjaga alam. Kawasan pegunungan yang rentan terhadap perubahan lingkungan membutuhkan wisata yang lebih bertanggung jawab.

Di sinilah program kuliner baru ini terasa relevan.
Saat Menikmati Alam Sekaligus Menjaga Bumi
Lewat A Rebellious Hunger, ARTOTEL Cabin Bromo menawarkan menu berbasis tumbuhan atau plant-based yang dirancang kreatif untuk menjawab kebutuhan traveler modern.
Bukan sekadar tren, makanan berbasis nabati kini semakin diminati karena dianggap lebih sehat dan memiliki jejak lingkungan yang lebih ringan dibanding pola konsumsi konvensional.
Di tengah udara segar pegunungan, menikmati makanan yang mindful dan ramah bumi terasa seperti pengalaman yang lengkap.
Urbie’s!, ini bukan hanya soal makan enak. Ini soal bagaimana liburan juga bisa membawa dampak positif.

Comfort Food dengan Sentuhan Modern
Program ini menghadirkan beragam menu yang dirancang untuk memanjakan selera. Mulai dari comfort food yang familiar, sajian modern dengan plating menarik, hingga minuman segar berbahan nabati berkualitas tinggi.
Kolaborasi dengan Burgreens yang dikenal sebagai pionir kuliner sehat dan Green Rebel yang inovatif di dunia protein nabati, membuat pengalaman ini punya kualitas yang tak main-main.
Bayangkan setelah menikmati sunrise di Bromo, kamu kembali ke cabin hangat lalu menyantap hidangan lezat dengan view pegunungan. Kombinasi rasa, udara dingin, dan lanskap alam tentu menghadirkan sensasi berbeda.
Liburan Kini Lebih Sadar dan Bermakna
Tren wisata global kini mulai bergeser. Banyak traveler tidak lagi hanya mencari destinasi cantik, tetapi juga pengalaman yang punya nilai.
Mereka ingin menginap di tempat yang peduli lingkungan, memilih makanan yang lebih berkelanjutan, dan mendukung brand yang punya visi masa depan.
Baca Juga:
- Gandeng Rusia, Indonesia Target Punya Spaceport Pertama di Asia Tenggara
- Sinopsis Lee Cronin’s The Mummy (2026), Film Horor Penuh Teror Misterius yang Mengerikan
- Big Bad Wolf Jakarta 2026 Segera Hadir di ICE BSD City 5 Hari Nonstop, Catat Tanggalnya!
Program seperti ini menjawab kebutuhan tersebut.
Di kawasan seperti Gunung Bromo, pesan keberlanjutan terasa semakin kuat. Karena ketika alam menjadi daya tarik utama, maka menjaganya adalah tanggung jawab bersama.
Perpaduan Seni, Alam, dan Lifestyle
ARTOTEL Cabin Bromo sendiri dikenal membawa konsep lifestyle yang berbeda dari penginapan pegunungan pada umumnya.
Brand ini konsisten memadukan unsur seni, desain, pengalaman, dan kedekatan dengan alam. Bukan sekadar tempat bermalam, tetapi ruang untuk menikmati gaya hidup kreatif di tengah destinasi alam.
Dengan menghadirkan program kuliner berkelanjutan, hotel ini kembali menunjukkan bahwa hospitality masa kini bukan hanya tentang kamar nyaman, tetapi juga pengalaman yang relevan dengan zaman.
Suara dari Manajemen
General Manager Sugiono Turwibowo menyampaikan antusiasmenya terhadap program ini.
Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar pengalaman bersantap, tetapi langkah nyata mengajak tamu lebih peduli terhadap keberlanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa makanan yang baik bukan hanya memanjakan rasa, tetapi mampu memberi dampak positif bagi lingkungan dan masa depan.
Pernyataan tersebut menunjukkan arah baru industri hospitality: pelayanan terbaik kini juga menyentuh isu sosial dan lingkungan.
Bromo Bukan Lagi Sekadar Sunrise
Urbie’s!, selama ini banyak orang datang ke Bromo demi mengejar matahari terbit. Tapi sekarang, kawasan ini mulai berkembang menjadi destinasi lifestyle yang lebih lengkap.
Wisatawan bisa menikmati alam, menginap estetik, berburu konten visual, hingga mencoba pengalaman kuliner modern yang conscious.
Artinya, Bromo tak lagi sekadar tempat singgah beberapa jam, melainkan destinasi untuk benar-benar dinikmati.
Cocok untuk Traveler Generasi Baru
Program ini akan sangat menarik bagi generasi traveler saat ini yang mencari pengalaman unik dan bernilai.
Mereka yang peduli kesehatan, menyukai konsep eco-living, vegetarian, vegan, maupun sekadar ingin mencoba sesuatu yang baru akan menemukan alasan tambahan untuk datang ke Bromo.
Bahkan bagi yang bukan penikmat plant-based sekalipun, pengalaman rasa kreatif di tengah suasana pegunungan tetap layak dicoba.
Saatnya Menikmati Bromo dengan Cara Berbeda
Urbie’s!, Gunung Bromo selalu punya cara memikat hati. Kini bukan hanya lewat langit pagi dan lanskap megahnya, tetapi juga melalui meja makan yang membawa pesan masa depan.
Lewat A Rebellious Hunger, pengalaman liburan berubah menjadi sesuatu yang lebih utuh: menikmati alam, merayakan rasa, dan ikut menjaga bumi.
Karena kadang perjalanan terbaik bukan hanya yang indah dilihat, tetapi juga yang baik untuk masa depan.






