Hi Urbie's! ARTOTEL Casa Kuningan kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran tunggal bertajuk "Within Walking Distance", yang menampilkan karya-karya seniman cat air asal Semarang, Lila, atau yang lebih dikenal dengan nama artistiknya Shades of Lilac.

Digelar di ARTSPACE, ARTOTEL Casa Kuningan, Jakarta, pameran yang berlangsung mulai 23 Juli hingga 23 Oktober 2026 ini mengajak pengunjung melihat kembali keindahan yang tersembunyi di balik bangunan, gang-gang kecil, dan sudut-sudut kota yang selama ini mungkin luput dari perhatian. Dengan sapuan cat air yang hangat dan penuh nostalgia, setiap karya menjadi pengingat bahwa inspirasi dan cerita kehidupan bisa ditemukan hanya dalam jarak beberapa langkah dari tempat kita berada.

Bukan sekadar memamerkan lukisan, pameran ini menjadi ajakan untuk memperlambat langkah dan kembali mengapresiasi ruang-ruang yang selama ini mungkin hanya dilewati tanpa pernah benar-benar diperhatikan.

Mengabadikan Cerita dari Sudut Kota yang Terlupakan

Berbeda dengan banyak karya seni yang mengangkat bangunan ikonik atau destinasi wisata populer, Lila justru memilih objek-objek yang terasa sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

Rumah-rumah sederhana, pertokoan lama, lorong kecil, hingga bangunan yang perlahan menghilang akibat perkembangan kota menjadi inspirasi utama dalam setiap lukisannya.

Melalui sapuan cat air yang lembut, setiap bangunan tidak hanya tampil sebagai objek visual, tetapi juga menjadi simbol memori, identitas, dan hubungan emosional antara manusia dengan ruang tempat mereka tumbuh dan menjalani kehidupan.

Pendekatan ini membuat karya-karya Lila terasa hangat, personal, sekaligus menghadirkan rasa nostalgia bagi siapa saja yang pernah memiliki kenangan di lingkungan tempat tinggalnya.

Inspirasi Bisa Ditemukan Hanya dengan Berjalan Kaki

Judul "Within Walking Distance" bukan dipilih tanpa alasan.

Bagi Lila, inspirasi tidak selalu berada di tempat yang jauh atau destinasi yang spektakuler. Justru dengan berjalan kaki dan memperhatikan lingkungan sekitar, seseorang dapat menemukan cerita yang selama ini tersembunyi di balik fasad bangunan sederhana maupun sudut kota yang kerap luput dari perhatian.

Pesan tersebut terasa relevan di era modern ketika banyak orang lebih sibuk mengejar tujuan dibanding menikmati perjalanan.

Melalui karya-karyanya, Lila mengajak pengunjung untuk melihat kota dengan perspektif baru—bahwa setiap sudut memiliki kisah yang layak dikenang sebelum berubah atau bahkan menghilang.

Baca Juga:

Perpaduan Seni, Arsitektur, dan Memori

Lila memiliki latar belakang pendidikan Cross Cultural Studies, yang turut memengaruhi pendekatan artistiknya.

Ketertarikannya terhadap lanskap urban serta warisan arsitektur Indonesia membuat setiap karya tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi dokumentasi visual mengenai perubahan wajah kota.

Teknik watercolor yang menjadi ciri khasnya mampu menangkap permainan cahaya, tekstur bangunan, hingga atmosfer sebuah kawasan dengan sangat halus.

Alih-alih menghadirkan detail yang kaku, lukisan-lukisan tersebut justru memberikan ruang bagi penonton untuk menghubungkan karya dengan pengalaman pribadi mereka.

Hasilnya adalah pengalaman visual yang tenang, hangat, dan penuh emosi.

ARTOTEL Casa Kuningan Ajak Urbie's Menemukan Keindahan Kota Lewat Pameran Seni - sumber foto istimewa
ARTOTEL Casa Kuningan Ajak Urbie's Menemukan Keindahan Kota Lewat Pameran Seni - sumber foto istimewa

Delapan Karya yang Menjadi Sorotan Pameran

Dalam pameran ini, pengunjung dapat menikmati delapan karya pilihan yang merepresentasikan perjalanan artistik Lila selama tiga tahun terakhir.

Beberapa di antaranya adalah From the Heart of Semarang, From the Heart of Semarang (2), Before They're Gone, The Neighborhood Shops, From The Mountain to Sea, The Speaking Alleys, Toko Roti Pauline, hingga Pieces of Places.

Seluruh karya menggunakan media watercolor on paper dan diciptakan sepanjang periode 2023 hingga 2026.

Setiap lukisan menjadi rekaman visual mengenai ruang-ruang yang sering dianggap biasa, tetapi sesungguhnya menyimpan nilai sejarah dan cerita kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Bukan Sekadar Menikmati, Pengunjung Juga Bisa Mengoleksi

Menariknya, seluruh karya yang dipamerkan tidak hanya dapat dinikmati secara langsung, tetapi juga tersedia untuk dikoleksi.

Harga karya dimulai dari Rp1.500.000, sehingga para pecinta seni maupun kolektor memiliki kesempatan membawa pulang karya yang menggambarkan kehangatan lanskap urban Indonesia.

Selama periode pameran, informasi mengenai setiap karya maupun proses pembelian dapat diperoleh langsung di ARTSPACE ARTOTEL Casa Kuningan.

Pengunjung juga dapat membaca e-catalogue yang tersedia di area pameran untuk mengenal lebih jauh latar belakang setiap lukisan.

ARTOTEL Casa Kuningan Terus Dukung Seniman Indonesia

General Manager ARTOTEL Casa Kuningan, Hassanudin, mengatakan bahwa ARTSPACE akan terus menjadi ruang yang mempertemukan publik dengan karya-karya seniman Indonesia.

Menurutnya, pameran Within Walking Distance bukan hanya menghadirkan pengalaman menikmati seni visual, tetapi juga mengajak masyarakat untuk membangun kembali kedekatan dengan lingkungan sekitar.

"Melalui ARTSPACE, kami terus berkomitmen menghadirkan ruang yang mempertemukan publik dengan karya-karya seniman Indonesia. Within Walking Distance tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati seni, tetapi juga mengajak pengunjung untuk melihat kembali lingkungan sekitar dengan perspektif yang lebih peka dan penuh apresiasi. Kami berharap pameran ini dapat menjadi ruang dialog yang menghubungkan seni, arsitektur, dan kehidupan sehari-hari," ujar Hassanudin.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara ARTOTEL Casa Kuningan dan EIARTI, serta terbuka untuk umum hingga 23 Oktober 2026.

Bagi Urbie's yang ingin menikmati karya seni dengan sudut pandang berbeda sekaligus menemukan romantisme dari bangunan-bangunan sederhana yang selama ini mungkin terlewatkan, pameran ini bisa menjadi destinasi yang layak masuk dalam agenda akhir pekan.

[Block type not supported: rawTool]