Hi Urbie’s! Setelah sempat ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan, kawasan wisata Gunung Bromo akhirnya kembali menerima wisatawan mulai19 September 2026 pukul 00.01 WIB.

Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi traveler yang sudah lama menantikan kembali panorama matahari terbit, hamparan Lautan Pasir, Pasir Berbisik, hingga Kawah Bromo. Pembukaan kembali dilakukan setelah pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melakukan pemantauan dan evaluasi dengan mempertimbangkan keselamatan, kondisi kawasan, daya dukung lingkungan, serta keberlanjutan aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat sekitar.

Buat Urbie’s yang sedang merencanakan perjalanan ke Bromo, momen ini bukan sekadar soal kembali melihat sunrise dari ketinggian. Aktivitas perjalanan juga semakin menarik ketika pengalaman menginap menjadi bagian dari cerita, salah satunya melaluiJambuluwuk Bromo Resort–Poshtel.

Bromo Kembali Dibuka, Wisata Bisa Bernapas Lagi

Kembali dibukanya kawasan Bromo menjadi momentum penting bagi ekosistem pariwisata di sekitarnya. Bukan hanya wisatawan yang kembali berdatangan, tetapi juga berbagai sektor pendukung seperti transportasi, kuliner, pemandu wisata, hingga akomodasi.

Namun, pembukaan tersebut tetap berjalan dengan ketentuan keselamatan yang ditetapkan pengelola kawasan. TNBTS juga mengingatkan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuat perapian dan membuang puntung rokok sembarangan.

Wisatawan juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan asap, bara, atau titik api selama berada di kawasan wisata. Jadi, menikmati Bromo kali ini bukan hanya soal mendapatkan foto keren, tetapi juga menjaga agar lanskap ikonik tersebut tetap bisa dinikmati dalam perjalanan berikutnya.

Jambuluwuk Bromo Bukan Sekadar Tempat Tidur

Di tengah kembali bergeliatnya aktivitas wisata, Jambuluwuk Bromo Resort – Poshtel menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda terhadap pengalaman menginap.

Berada di kawasan Tosari, Kabupaten Pasuruan, properti ini memadukan konsep resort dan poshtel dengan pendekatan hospitality yang terhubung dengan alam, aktivitas, serta interaksi antartamu.

Dengan112 kamar, Jambuluwuk Bromo terdiri dari48 kamar poshtel, 52 Deluxe Premier, dan 12 Family Duplex. Komposisi tersebut membuat akomodasi ini dapat mengakomodasi karakter traveler yang cukup beragam, mulai dari individual traveler dan pasangan hingga keluarga.

Konsep poshtel menjadi salah satu karakter yang menarik. Privasi tetap menjadi bagian dari pengalaman menginap, tetapi tersedia pula ruang komunal yang memungkinkan para tamu bertemu, berbincang, dan berbagi cerita perjalanan.

Buat traveler yang datang ke Bromo bukan hanya untuk check-in lalu tidur, konsep seperti ini bisa memberikan dimensi berbeda dalam perjalanan.

Dari Sunrise Bromo sampai Padel di Pegunungan

Bayangkan satu hari dimulai sebelum matahari terbit untuk mengejar panorama Bromo, kemudian kembali ke resort setelah eksplorasi kawasan pegunungan.

Alih-alih langsung mengakhiri hari di kamar, tamu masih memiliki berbagai pilihan aktivitas di area properti. Jambuluwuk Bromo menghadirkan restoran, ruang komunal, area rekreasi, fasilitas olahraga, serta area terbuka yang memungkinkan tamu menikmati atmosfer pegunungan.

Salah satu fasilitas yang cukup mencuri perhatian adalahpadel court di kawasan pegunungan. Kehadiran fasilitas ini memberikan alternatif aktivitas bagi tamu yang ingin tetap aktif setelah atau sebelum menjelajahi destinasi Bromo.

“Dengan kembali dibukanya kawasan Bromo, kami melihat adanya momentum positif bagi pariwisata di kawasan ini. Jambuluwuk Bromo kami hadirkan untuk melengkapi perjalanan wisatawan melalui pengalaman menginap yang memadukan kenyamanan, alam, aktivitas, dan interaksi. Kami ingin properti ini menjadi bagian dari cerita perjalanan mereka ketika datang ke Bromo,” ujar Made Sri Asih, Corp. General Manager Jambuluwuk Hotels & Resorts.

Poshtel untuk Traveler yang Ingin Lebih dari Sekadar Menginap

Konsep poshtel sendiri menawarkan pengalaman yang berada di antara karakter hostel dan hotel. Wisatawan tetap mendapatkan kenyamanan dan privasi, tetapi pada saat yang sama memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan traveler lain melalui area komunal.

Baca juga:

Karakter tersebut cukup relevan dengan pola perjalanan wisatawan masa kini yang menjadikan akomodasi sebagai bagian dari pengalaman destinasi.

Terlebih ketika destinasi yang dituju adalah Bromo, perjalanan biasanya tidak berhenti pada satu spot. Mulai dari mengejar sunrise, menyusuri Lautan Pasir, menikmati Pasir Berbisik, hingga melihat Kawah Bromo, semuanya menciptakan rangkaian pengalaman yang kemudian dibawa pulang sebagai cerita.

Jambuluwuk Bromo mencoba menempatkan akomodasi sebagai bagian dari rangkaian tersebut, bukan sekadar tempat transit setelah seharian berkeliling.

Bagian dari Portofolio Jambuluwuk di Indonesia

Kehadiran Jambuluwuk Bromo juga memperluas portofolio Jambuluwuk Hotels & Resorts di berbagai destinasi Indonesia.

Jambuluwuk memiliki properti di sejumlah destinasi, termasukBromo, Batu, Puncak, Yogyakarta, Seminyak, Gili Trawangan, dan Jakarta. Masing-masing properti dikembangkan dengan karakter yang menyesuaikan lingkungan serta daya tarik destinasi tempatnya berada.

Untuk Bromo, pendekatan alam dan aktivitas menjadi bagian penting dari pengalaman yang ditawarkan. Hal tersebut membuat keberadaan resort terasa lebih terhubung dengan karakter perjalanan wisatawan yang datang untuk menikmati lanskap pegunungan.

Bromo Dibuka Lagi, Tapi Tetap Harus Dijaga

Kembalinya wisatawan ke Bromo tentu membawa energi baru bagi pariwisata Pasuruan dan kawasan sekitarnya. Namun, dibukanya kembali destinasi juga datang bersama tanggung jawab untuk menjaga lingkungan.

Urbie’s yang berencana kembali ke Bromo perlu mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan pengelola kawasan. Hindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan jangan meninggalkan sampah maupun benda yang dapat menjadi sumber api.

Karena pada akhirnya, pengalaman terbaik di Bromo bukan cuma tentang mendapatkan sunrise yang cantik untuk masuk Instagram Story. Lebih dari itu, perjalanan tersebut juga tentang bagaimana wisatawan bisa menikmati alam tanpa meninggalkan masalah untuk alam yang sama.

Dengan Bromo yang kembali dibuka, Jambuluwuk Bromo Resort–Poshtel hadir sebagai salah satu pilihan akomodasi bagi traveler yang ingin menjadikan pengalaman menginap sebagai bagian dari perjalanan. Alam, aktivitas, interaksi, dan kenyamanan dipertemukan dalam satu kawasan untuk menyambut kembali para pelancong ke salah satu destinasi pegunungan ikonik Indonesia.