Hi Urbie’s! Kalau Bali punya satu bahasa yang selalu mudah dipahami siapa saja, mungkin jawabannya adalah makanan. Di Sanur, bahasa tersebut kini terdengar semakin beragam lewat Lidah Lokal Sanur yang memperkenalkan deretan menu baru dengan sentuhan Asia kontemporer, tetapi tetap membawa karakter rasa Indonesia sebagai identitas utamanya.

Berada di area lobi ARTOTEL Sanur – Bali, restoran ini memang sejak awal tidak sekadar menjadikan makanan sebagai sajian di atas meja. Lidah Lokal Sanur memadukan apresiasi terhadap seni dengan kekayaan kuliner Nusantara, menciptakan ruang bersantap yang terasa terbuka, hijau, dan artsy.

Kini, identitas tersebut memasuki babak baru melalui tagline “Contemporary Asian Dining with Indonesian Soul”. Artinya, Urbie’s tidak hanya akan menemukan hidangan Indonesia, tetapi juga eksplorasi rasa Asia yang dikemas dengan pendekatan lebih modern.

Dari Rasa Nusantara Menuju Asia Kontemporer

Perubahan menu di Lidah Lokal Sanur bukan berarti meninggalkan akar kuliner Indonesia. Justru sebaliknya, cita rasa lokal tetap menjadi titik berangkat untuk menciptakan sajian yang lebih luas dan relevan dengan selera kuliner masa kini.

Restoran yang beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00–23.00 WITA ini menawarkan pengalaman bersantap dari pagi hingga malam. Mulai dari sarapan prasmanan, pilihan à la carte untuk makan siang dan makan malam, hingga menu-menu baru dengan tampilan yang dibuat semakin menarik.

Pendekatan tersebut membuat Lidah Lokal Sanur bisa menjadi tempat untuk berbagai mood. Mau sarapan santai sebelum menjelajah Bali, makan siang bersama teman, atau dinner sambil ngobrol panjang, semuanya berada dalam satu ruang yang sama.

Goreng Be Yuyu hingga Gurita Base Genep

Salah satu menu baru yang menarik perhatian adalah Goreng Be Yuyu, berupa kepiting goreng yang dipadukan dengan saus asam manis dan sayuran segar. Hidangan ini bermain pada kombinasi rasa gurih, asam, manis, sekaligus tekstur yang membuat kepiting menjadi pusat perhatian di atas meja.

Ada pula Gurita Base Genep, yang membawa salah satu identitas bumbu Bali ke dalam hidangan laut. Gurita dimasak perlahan menggunakan bumbu khas Bali dan disajikan bersama urab Bali, menghadirkan karakter rempah yang lebih dalam sekaligus tetap terasa familiar bagi penikmat masakan lokal.

Untuk Urbie’s yang merasa makan di Bali belum lengkap tanpa nasi goreng, Lidah Lokal Sanur punya Nasi Goreng Udang Suna Cekuh. Nasi goreng ini menggunakan udang dan rempah aromatik Bali, kemudian dilengkapi telur serta sambal embe yang memberikan sentuhan rasa khas Bali dalam satu piring.

Ketika Peri Peri Bertemu Rempah Bali

Eksplorasi menu Lidah Lokal Sanur tidak berhenti di masakan Indonesia. Ada Rustic Herb Roast Chicken, ayam muda panggang setengah ekor dengan marinasi peri peri dan air kelapa yang disajikan bersama salad rempah segar.

Kemudian hadir Peri Peri Chicken Fire Curry Noodles, perpaduan mie kari merah dengan ayam peri peri panggang. Kombinasi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana Lidah Lokal Sanur mencoba membawa elemen kuliner Asia dan global ke dalam menu yang tetap memiliki karakter tersendiri.

Konsepnya terasa seperti perjalanan rasa yang tidak memaksa satu identitas untuk mengalahkan identitas lainnya. Nusantara tetap menjadi jiwa, sementara pengaruh Asia kontemporer menjadi cara baru untuk menerjemahkannya.

Penutup Manis dengan Bubuh Manisan Lokal

Setelah hidangan utama yang penuh rempah, perjalanan kuliner bisa ditutup dengan Bubuh Manisan Lokal. Sajian ini mempertemukan ketan hitam, kolak singkong, dan bubur dalam satu hidangan yang membawa kembali rasa-rasa yang akrab dengan meja makan Indonesia.

Baca juga:

Menariknya, inovasi Lidah Lokal Sanur juga tidak hanya hadir melalui menu baru. Beberapa menu favorit yang sudah lebih dulu tersedia mendapatkan penyegaran tampilan, sehingga pengalaman bersantap terasa berbeda meski Urbie’s memilih hidangan yang sudah familiar.

Mulai Rp40 Ribu, Menu Baru Sudah Bisa Dicoba

Buat yang langsung penasaran ingin mencoba, seluruh menu baru Lidah Lokal Sanur sudah tersedia sejak 1 Juni 2026. Harganya pun cukup beragam dan masih relatif terjangkau, mulai dari Rp40.000 hingga Rp165.000.

Dengan rentang harga tersebut, restoran ini mencoba membuka pintu untuk berbagai kalangan, bukan hanya tamu hotel. Lokasinya di area lobi ARTOTEL Sanur – Bali juga membuat Lidah Lokal Sanur bisa menjadi pilihan untuk pengunjung yang sekadar ingin mencari tempat makan dengan suasana berbeda di kawasan Sanur.

Makan, Berkumpul, dan Menikmati Seni di Sanur

Agus Ade Surya Wirawan, General Manager ARTOTEL Sanur – Bali, mengatakan inovasi ini dihadirkan untuk memberikan lebih banyak pilihan kuliner bagi berbagai kalangan. Penambahan menu Asia sekaligus penyegaran tampilan hidangan favorit diharapkan dapat memberikan pengalaman bersantap yang lebih berkesan, baik bagi tamu hotel maupun pengunjung dari luar.

Suasana Lidah Lokal Sanur yang terbuka, hijau, dan artsy juga menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Sebab terkadang, makan enak bukan hanya tentang apa yang ada di piring, tetapi juga tentang dengan siapa kita duduk, bagaimana suasananya, dan cerita apa yang muncul setelah makanan datang.

Buat Urbie’s yang sedang berada di Sanur, Lidah Lokal bisa menjadi salah satu tempat untuk mengeksplorasi wajah baru kuliner Bali tanpa harus meninggalkan rasa Indonesia. Untuk informasi mengenai menu, promo, dan kegiatan terbaru, Urbie’s bisa menghubungi fb.sanur@artotelindonesia.com atau mengikuti Instagram @lidahlokalsanur.

[Block type not supported: rawTool]