Hi Urbie’s! Kalau mendengar kata outing kantor, mungkin yang terbayang adalah bus penuh karyawan, seragam yang sengaja dibuat kompak, foto bersama, lalu makan-makan sebelum kembali ke rutinitas kerja. Tapi dunia corporate experience sedang berubah. Perusahaan kini mulai bertanya lebih jauh: setelah mengeluarkan anggaran untuk outing, apa yang benar-benar dibawa pulang oleh karyawan selain oleh-oleh dan ratusan foto di galeri?
Pertanyaan itu terasa diIndonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026, yang resmi dibuka diNICE PIK 2, Tangerang, Banten, pada 8 Oktober 2026. Memasuki edisi keduanya, pameran yang digelar Panorama Media ini berlangsung hingga 11 Oktober 2026 dan mempertemukan pemilik bisnis, HR, procurement, serta tim incentive dengan penyedia solusi corporate outing, gathering, team building, dan incentive travel.
Ketika Outing Mulai Dituntut Punya Tujuan
Perubahan cara perusahaan melihat outing menjadi salah satu alasan experiential learning semakin mendapat tempat. Kegiatan karyawan tidak lagi sekadar dipandang sebagai agenda untuk melepas penat, tetapi mulai diarahkan untuk membangun teamwork, kepemimpinan, komunikasi, hingga budaya kerja.
Ketua Umum DPP Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI), Gigih Gesang, melihat perusahaan kini semakin memperhatikan dampak dari setiap anggaran yang dikeluarkan untuk program karyawan. Menurutnya, experiential learning dapat menjawab kebutuhan tersebut karena kegiatan dirancang dengan tujuan yang lebih jelas dibanding sekadar acara jalan-jalan.
Kondisi ini juga muncul di tengah momentum positif industri MICE nasional. Pertumbuhan sektor akomodasi serta makanan dan minuman mencapai 13,14 persen, sementara sekitar 106 juta perjalanan wisatawan nusantara tercatat pada Mei 2026.
Di sisi lain, perusahaan justru semakin selektif dalam mengalokasikan anggaran. Outing dan incentive trip tetap dibutuhkan untuk menjaga motivasi serta retensi karyawan, tetapi konsepnya dituntut lebih tepat sasaran dan efisien.

Business Matching Jadi Senjata Utama
Di tengah kebutuhan tersebut, IOITE 2026 tidak hanya menawarkan deretan booth hotel atau destinasi wisata. Salah satu fokus utama pameran ini adalahBusiness Matching, yang mempertemukan exhibitor dengan potential buyers secara lebih terarah.
Buat tim HR atau procurement, konsep ini berarti mereka bisa langsung berbicara dengan penyedia yang memiliki produk sesuai kebutuhan dan anggaran. Di sisi lain, exhibitor berkesempatan bertemu langsung dengan pihak yang memang memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan.
Director of Panorama Media Andita Tirtawisata mengatakan perusahaan saat ini tidak lagi sekadar mencari vendor, tetapi membutuhkan partner yang memahami kebutuhan dan anggaran mereka. Karena itu, Business Matching diarahkan agar pertemuan yang terjadi selama pameran bisa berujung pada kerja sama nyata dan rencana program karyawan yang konkret.
Dengan kata lain, IOITE mencoba mengubah proses mencari vendor yang biasanya panjang menjadi satu ruang pertemuan yang lebih terarah. HR bisa datang membawa kebutuhan, berdiskusi, membandingkan pilihan, lalu mulai menyusun program yang bisa direalisasikan.
Baca juga:
- Cari Peluang Usaha? FLEI Business Show 2026 Hadirkan Ratusan Brand hingga Business Matching
- IOITE 2026 Jadi Ajang Berburu Inspirasi Corporate Outing dan Incentive Travel
Dari Korea Selatan sampai Destinasi Lokal
Pilihan yang tersedia di IOITE 2026 juga cukup beragam. Puluhan exhibitor datang dari berbagai sektor, mulai dari hotel, resort, venue, destinasi wisata, taman rekreasi, penyedia team building dan experiential learning, hingga travel agent dan penyedia paket perjalanan.
Untuk perusahaan yang sedang mencari incentive travel internasional, pameran ini juga menghadirkan sejumlah exhibitor dari luar negeri.Korea Tourism Organization (KTO)menjadi salah satunya, menawarkan berbagai pilihan destinasi dan pengalaman di Korea Selatan untuk kebutuhan perjalanan insentif perusahaan.
Selain KTO, terdapat pula Namsan Toursm dan Hobiholidays. Kehadiran pemain internasional tersebut memberi kesempatan bagi tim HR dan incentive untuk membandingkan pilihan perjalanan luar negeri secara langsung tanpa harus menghubungi penyedia satu per satu.
Namun IOITE tidak sepenuhnya ditujukan untuk kebutuhan korporat. Sejumlah exhibitor juga membawa penawaran untuk masyarakat umum, sehingga akhir pekan bisa menjadi waktu bagi pengunjung datang bersama keluarga atau teman untuk mencari inspirasi liburan dan promo khusus pameran.
Bukan Cuma Booth, Ada Seminar dan Networking
Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung juga bisa mengikuti seminar, workshop, networking session, hingga berbagai program pendukung. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalahCorporate & HR Learning Sessionbersama Coach Haryanto Kandani.
Format ini membuat IOITE tidak berhenti sebagai tempat melihat-lihat produk. Pengunjung bisa mendapatkan insight mengenai pengembangan tim sekaligus berdiskusi langsung dengan pelaku industri yang menawarkan pengalaman corporate.
Ketua Umum DPP Industri Event Indonesia (IVENDO), Irvan Mahidin Sukamto, juga melihat pameran ini sebagai ruang kolaborasi yang dapat menggerakkan rantai bisnis lebih panjang. Gathering, outing, dan incentive trip melibatkan hotel, venue, transportasi, katering, hingga pelaku kreatif sehingga pertemuan antara permintaan dan penawaran berpotensi memberi dampak lebih luas bagi industri MICE dan pariwisata.
Satu Tiket Bisa Masuk Tiga Pameran
Ada alasan lain kenapa IOITE 2026 menarik untuk dikunjungi. Pameran ini berlangsung bersamaan denganFLEI Business ShowsertaCafé & Brasserie Expo (CBE), sehingga satu tiket memberikan akses ke tiga pameran sekaligus.
Akses ke FLEI Business Show dan CBE mulai berlaku pada 9 Oktober 2026, ketika kedua pameran tersebut resmi dibuka. Artinya, pengunjung tidak hanya bisa mencari ide outing atau incentive travel, tetapi juga mengeksplorasi peluang bisnis waralaba, lisensi, usaha, hingga industri kafe dan restoran.
Bagi Urbie’s yang bekerja di bidang HR, procurement, corporate, atau sedang bertanggung jawab membuat agenda outing kantor tahun depan, IOITE 2026 bisa menjadi tempat untuk melihat ke mana arah corporate experience sedang bergerak.
Sebab mungkin sudah waktunya outing kantor berhenti dipikirkan sebagai sekadar “hadiah” untuk karyawan. Jika dirancang dengan tujuan yang tepat, perjalanan bersama bisa menjadi ruang untuk membangun tim, memperkuat hubungan antarpegawai, dan membawa pulang sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar foto bersama.



