Hi Urbie’s! Pernah nggak, Urbie’s, kamu mengingat sebuah tempat yang sudah lama ditinggalkan tetapi ketika muncul lagi di kepala, tempat itu terasa berbeda dari kenyataannya? Pertanyaan semacam itu menjadi pintu masuk ke “SOMEWHERE, ELSEWHERE”, pameran karya seniman Indonesia Puri Fidhini yang mengajak pengunjung berjalan di antara realitas, memori, dan imajinasi.
Berlokasi di ARTSPACE, Lobby Level, Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Jakarta, pameran ini berlangsung mulai 25 September 2026 hingga 17 Januari 2027. Berkolaborasi dengan creative art studio EIARTI, Puri menghadirkan karya-karya yang tidak sekadar menggambarkan sebuah tempat, tetapi menangkap bagaimana sebuah tempat bisa berubah ketika melewati pengalaman dan ingatan manusia.
Ketika Islandia Tidak Lagi Sekadar Tempat
Salah satu sumber penting dalam perjalanan artistik Puri datang dari Reykjavík, Islandia, ketika ia menjalani residensi pada 2019. Di sana, ia berhadapan dengan lanskap es, pegunungan, laut, dan bentang alam yang memiliki skala berbeda dari lingkungan yang selama ini ia kenal.
Namun, Puri tidak membawa pulang sekadar dokumentasi visual tentang Islandia. Ketika kembali mengunjungi negara tersebut pada 2022, pengalaman sebelumnya justru memperoleh lapisan baru melalui perjalanan, pengamatan, dan perjumpaan kembali dengan lanskap yang pernah ia lihat.
Fragmen pengalaman itulah yang kemudian perlahan berubah menjadi ingatan. Dari sana, Puri menerjemahkannya ke dalam lukisanoil on canvasyang menghadirkan lanskap surealis, tempat sesuatu yang pernah dilihat bisa kembali muncul dalam bentuk yang sama sekali tidak familiar.
Rumah, Gunung, Air, Lalu Muncul Papan Catur
Di dalam karya-karya Puri, alam tidak berdiri sendirian. Rumah, pegunungan, air, ruang terbuka, pintu, dan jendela berdampingan dengan benda-benda yang lebih dekat dengan dunia permainan seperti papan catur, bidak, kartu, dan dadu.

Sekilas, kombinasi tersebut mungkin terasa seperti potongan mimpi yang sengaja dibuat tidak masuk akal. Justru ketidaklaziman itu yang menjadi bagian penting dari cara Puri membangun ruang, karena elemen permainan digunakan sebagai metafora kehidupan yang penuh strategi, pilihan, peluang, kemenangan, kekalahan, dan ilusi bahwa manusia sepenuhnya memegang kendali.
Papan catur membawa kita pada gagasan tentang langkah berikutnya, sementara dadu mengingatkan bahwa tidak semua hasil bisa diprediksi. Di sisi lain, pintu dan jendela seperti memberikan batas antara sesuatu yang bisa dilihat dengan sesuatu yang sengaja disembunyikan dari pandangan.
Somewhere atau Elsewhere?
Judul “SOMEWHERE, ELSEWHERE” sendiri terasa seperti permainan antara dua kemungkinan ruang. Ada “somewhere”, sebuah tempat yang mungkin pernah kita kenal, lalu ada “elsewhere”, ruang lain yang tercipta ketika pengalaman tersebut diproses ulang oleh ingatan dan imajinasi.
Karena itu, karya-karya dalam pameran ini tidak dimaksudkan sebagai representasi literal dari lokasi tertentu. Puri justru mempertemukan fragmen dari apa yang pernah dilihat dengan apa yang kemudian dibayangkan, sehingga pengunjung memiliki ruang untuk membangun interpretasinya sendiri.
Baca juga:
- Ubah Daun Jadi Karya Seni Eco-Print, Mangkuluhur ARTOTEL Suites Kolaborasi dengan Crea Botanica
- Goulash hingga Chimney Cake: Festival Kuliner Hungaria 2026 Bikin Jakarta Berasa Budapest!
Di titik tersebut, pameran ini menjadi lebih personal. Setiap orang mungkin membawa pengalaman berbeda tentang tempat, perjalanan, kehilangan, atau kenangan, sehingga satu lanskap yang sama dapat memunculkan cerita yang berbeda ketika dilihat oleh mata yang berbeda.
DariFragmented MemorieshinggaBeneath Quiet Water
Sejumlah karya yang hadir dalam pameran ini antara lainFragmented Memories,Lost and Found in the Blue,A Scene from the Last Round,The Wake of a Giant,The Migration of The Whale,Echoes of Resilience, danBeneath Quiet Water. Deretan judul tersebut sudah memberi sedikit petunjuk bahwa yang sedang dibicarakan Puri bukan hanya lanskap, melainkan fragmen perjalanan emosional yang tersimpan di dalamnya.
Ada ingatan yang terpecah, sesuatu yang ditemukan kembali, permainan yang mendekati babak terakhir, hingga sesuatu yang bergerak di bawah permukaan air. Kesemuanya seperti potongan cerita yang tidak diberikan dalam bentuk narasi lengkap, tetapi dibiarkan untuk disusun sendiri oleh pengunjung ketika berada di hadapan karya.
ARTSPACE dan Upaya Membawa Seni Keluar dari Galeri
Kehadiran “SOMEWHERE, ELSEWHERE” di ARTSPACE juga memperlihatkan bagaimana ruang hotel dapat menjadi titik temu antara seni kontemporer dan publik yang lebih luas. Mangkuluhur ARTOTEL Suites tidak hanya menempatkan karya sebagai elemen visual dalam properti, tetapi membuka kesempatan bagi tamu dan masyarakat untuk berinteraksi dengan perspektif seniman.
General Manager Mangkuluhur ARTOTEL Suites Faisal Tranggono mengatakan seni merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman yang ingin dihadirkan hotel tersebut. Ia juga menyampaikan harapan agar ARTSPACE dapat terus menjadi ruang yang mempertemukan seniman, karya, dan publik sekaligus mendukung seniman lokal berbakat untuk menampilkan karya mereka.
Pada akhirnya, “SOMEWHERE, ELSEWHERE” bukan cuma tentang Islandia, bukan pula sekadar tentang memori seorang seniman. Pameran ini berbicara tentang cara manusia menyimpan tempat di dalam kepala, lalu tanpa sadar mengubahnya menjadi sesuatu yang baru ketika waktu, pengalaman, dan imajinasi ikut campur.
Jadi, Urbie’s, kalau kamu sedang mencari pengalaman seni yang tidak berhenti pada pertanyaan “ini lukisan tentang apa?”, ARTSPACE bisa menjadi salah satu tempat untuk memulai perjalanan tersebut. Hingga 17 Januari 2027, karya Puri Fidhini mengajak pengunjung meninggalkan Jakarta untuk sesaat, bukan dengan pesawat, tetapi melalui ruang surealis yang dibangun dari fragmen ingatan.













