Home Health Waspadai Alergi Susu Sapi pada Anak: Kenali Gejala Sejak Dini dan Pastikan...

Waspadai Alergi Susu Sapi pada Anak: Kenali Gejala Sejak Dini dan Pastikan Asupan Gizinya Tetap Terpenuhi

584
0
Ilustrasi anak minum susu sapi menggunakan botol susu. (Foto: Han Nguyen/Pexels)

Hi Urbie’s! Alergi susu sapi (ASS) kini menjadi salah satu isu kesehatan anak yang perlu mendapat perhatian serius. Gejalanya sering kali menyerupai kondisi ringan seperti flu, kolik, atau gangguan pencernaan, sehingga banyak anak mengalami keterlambatan diagnosis dan penanganan.

Menurut data global, sekitar 2–3% anak di dunia mengalami alergi susu sapi pada tahun pertama kehidupannya. Di Indonesia, angka ini bahkan lebih tinggi, mencapai 2–7,5%, berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Kondisi ini dapat memengaruhi tumbuh kembang anak karena gangguan penyerapan nutrisi yang berisiko menyebabkan kekurangan gizi.

Pentingnya Deteksi Dini dan Kesadaran Orang Tua

Dalam rangka memperingati World Allergy Awareness Day yang jatuh pada 16 Oktober lalu, Danone Indonesia kembali menggelar kegiatan edukasi Bicara Gizi bertema “Listen to The Little Sign: Saatnya Orang Tua SADAR Alergi Susu Sapi pada Anak”.

Program ini mengajak orang tua untuk lebih peka terhadap tanda-tanda awal alergi susu sapi dan melakukan SADAR Alergi (Screening Awal dan Asupan Rekomendasi Alergi)—yakni deteksi dini serta konsultasi dengan dokter anak agar diagnosis dan tata laksana nutrisi bisa dilakukan dengan tepat.

“Alergi susu sapi masih menjadi salah satu tantangan kesehatan anak, baik di Indonesia maupun di dunia. Melalui kegiatan edukasi berkelanjutan dan inovasi berbasis sains, kami ingin membantu orang tua mengenali tanda-tanda awal alergi susu sapi dan mendapatkan rekomendasi nutrisi yang aman bagi anak,” ujar Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin di acara Bicara Gizi “Listen to The Little Sign: Saatnya Orang Tua SADAR Alergi Susu Sapi pada Anak” di Jakarta, Senin (20/10/2025). (Foto: Dok. Danone Indonesia)

Gejala yang Sering Diabaikan

Dokter Spesialis Anak dr. Tiara Nien Paramita, SpA menjelaskan bahwa banyak orang tua tidak menyadari gejala awal alergi susu sapi karena mirip dengan kondisi ringan lain.

“Tanda-tanda seperti ruam kulit, muntah, diare, atau anak yang tampak rewel bisa menjadi sinyal alergi yang perlu diperhatikan. Namun setiap anak memiliki kondisi alergi berbeda, jadi penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar diagnosisnya tepat,” terang dr. Tiara.

Ia menambahkan, tata laksana nutrisi juga sangat penting bagi anak yang terindikasi alergi, termasuk pemilihan susu atau formula khusus agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

Ki-ka: Arif Mujahidin (Corporate Communications Director Danone Indonesia), dr. Tiara Nien Paramita, SpA (Dokter Spesialis Anak) dan Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH (Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia) di acara Bicara Gizi “Listen to The Little Sign: Saatnya Orang Tua SADAR Alergi Susu Sapi pada Anak” di Jakarta, Senin (20/10/2025). (Foto: Urbanvibes/R Indriani)

Baca Juga:

Dampak pada Pertumbuhan dan Kesehatan Mental Keluarga

Alergi susu sapi tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga berpotensi memengaruhi fungsi kognitif dan kualitas hidup anak. Penelitian dalam Annals of Medical Research (2023) menemukan bahwa para ibu dengan anak yang memiliki alergi susu sapi kerap merasa cemas terhadap pemenuhan gizi anak, terutama karena keterbatasan informasi yang akurat.

Kecemasan ini bisa menimbulkan stres emosional, sehingga dukungan informasi dan pendampingan dokter menjadi penting agar orang tua lebih tenang dalam mengelola kondisi anaknya.

Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH di acara Bicara Gizi “Listen to The Little Sign: Saatnya Orang Tua SADAR Alergi Susu Sapi pada Anak” di Jakarta, Senin (20/10/2025). (Foto: Dok. Danone Indonesia)

Solusi Nutrisi Berbasis Sains

Menurut Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, anak dengan alergi susu sapi tetap membutuhkan nutrisi lengkap untuk tumbuh kembang optimal.

“Kami berkomitmen menghadirkan solusi nutrisi berbasis riset ilmiah yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak. Melalui inisiatif SADAR Alergi, kami ingin membantu orang tua memahami pentingnya deteksi dini dan tata laksana nutrisi yang tepat sesuai rekomendasi dokter,” ujar dr. Ray.

Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, sehingga konsultasi dengan dokter anak menjadi langkah penting untuk menentukan jenis nutrisi dan formula yang paling tepat.

Menjadi Orang Tua yang Peka dan Proaktif

Anak dengan riwayat keluarga alergi memiliki risiko lebih tinggi mengalami alergi susu sapi. Karena itu, orang tua perlu peka terhadap tanda-tanda sekecil apa pun yang muncul pada anak.

Kewaspadaan dan langkah cepat dalam berkonsultasi dengan tenaga medis tidak hanya mempercepat diagnosis, tetapi juga memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal.

Alergi susu sapi pada anak bukan sekadar reaksi ringan, melainkan kondisi yang dapat berdampak jangka panjang bila tidak ditangani dengan benar. Melalui edukasi seperti Bicara Gizi dan inisiatif SADAR Alergi dari Danone Indonesia, diharapkan semakin banyak orang tua yang memahami pentingnya deteksi dini, pemilihan nutrisi tepat, dan peran dokter dalam memastikan anak tumbuh sehat meski memiliki alergi susu sapi.