Hi Urbie’s,
di tengah berbagai bencana alam yang silih berganti melanda Indonesia, luka dan duka seolah menjadi bagian dari keseharian banyak masyarakat. Rumah runtuh, kenangan hilang, dan harapan kerap terasa rapuh. Namun di antara reruntuhan itu, selalu ada cahaya kecil yang berusaha menyala. Salah satunya hadir lewat karya musik berjudul “Peganglah Tanganku”, sebuah lagu yang menjadi simbol empati, kepedulian, dan optimisme untuk Indonesia di tahun 2026.
Lagu ini diciptakan oleh Marvel Marlon, musisi sekaligus produser yang dikenal dengan sentuhan emosional dalam setiap karyanya. Tidak sendiri, Marvel mengajak sejumlah musisi muda berbakat untuk berkolaborasi, mulai dari Farel Prayoga, duo harmonis Aviwkila yang digawangi Thana Ajeng dan Uki Diqie, hingga deretan penyanyi muda penuh potensi seperti Etenia Croft, Vania Latifa, dan Princess Hurrem. Perpaduan suara mereka menghadirkan warna yang kaya, tulus, dan menyentuh hati.
“Peganglah Tanganku” bukan sekadar lagu dengan aransemen indah. Karya ini lahir sebagai respons atas kondisi nyata yang dialami banyak orang. Liriknya menggambarkan keteguhan manusia ketika dihadapkan pada kehilangan dan ketidakpastian. Dalam bait-baitnya, terselip pesan sederhana namun kuat: bahwa harapan tidak boleh padam, bahkan ketika segalanya terasa runtuh. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk saling menggenggam, saling menguatkan, dan percaya bahwa badai pasti berlalu.
Marvel Marlon menyampaikan bahwa lagu ini dipersembahkan khusus untuk mereka yang terdampak bencana, terutama anak-anak. Melalui musik, ia ingin menyampaikan pesan bahwa mereka tidak sendiri, bahwa ada banyak tangan yang siap menggenggam dan membantu mereka bangkit. Pesan tersebut terasa semakin kuat karena dibawakan oleh para penyanyi muda, yang merepresentasikan generasi masa depan Indonesia dengan semangat dan kepedulian sosial.
Baca Juga:
- Geser Pizza, Sushi Jadi Makanan Favorit Gen Alpha, Ini Fakta di Baliknya
- Bayi Sering Gumoh, Wajar atau GERD? Ini Penjelasan Dokter Anak
- QRIS Siap Dipakai di Korea Selatan Mulai April 2026, Urbie’s Bisa Bayar Cukup Scan!
Dari sisi produksi, proyek ini digarap dengan serius dan penuh perhatian. Marvel Marlon bertindak sebagai produser, sementara sentuhan musikal diperkuat oleh Jason Timothy dan permainan gitar dari Koko Iryawansyah. Aransemen musiknya dibangun dengan nuansa megah namun tetap hangat, menciptakan atmosfer yang emosional tanpa terasa berlebihan. Setiap elemen musik seolah dirancang untuk mengantarkan pesan lagu agar sampai langsung ke hati pendengar.
Tidak hanya dari sisi audio, kekuatan pesan “Peganglah Tanganku” juga diperkuat melalui video musik yang digarap oleh Next Production. Visual yang ditampilkan menonjolkan sisi humanis, kebersamaan, dan kekuatan doa. Video ini mengajak penonton untuk kembali peduli terhadap sesama sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga bumi agar luka yang sama tidak terus terulang. Lewat gambar dan narasi visual yang sederhana namun bermakna, pesan lagu terasa semakin nyata.
Kini, “Peganglah Tanganku” telah tersedia di seluruh kanal digital dan siap menjadi teman refleksi bagi siapa pun yang mendengarkannya. Lagu ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap tragedi, selalu ada ruang untuk empati dan solidaritas. Musik, sekali lagi, membuktikan dirinya sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan perasaan, melampaui perbedaan, dan menjadi jembatan harapan.
Bagi Urbie’s, “Peganglah Tanganku” bukan hanya karya musik, tetapi juga ajakan untuk bergerak bersama. Menghapus air mata, saling menguatkan, dan menyambut pelangi yang perlahan muncul setelah badai. Karena ketika tangan-tangan saling menggenggam, harapan akan selalu menemukan jalannya.



















































