Home Highlight Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar! Pekan Seni Kertas Perdana Tarik Ribuan...

Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar! Pekan Seni Kertas Perdana Tarik Ribuan Pengunjung

163
0
Art Jakarta Papers 2026 - sumber foto Artjakarta
Art Jakarta Papers 2026 - sumber foto Artjakarta

Hi Urbie’s! Dunia seni rupa Indonesia kembali menunjukkan geliat yang semakin dinamis lewat kesuksesan Art Jakarta Papers 2026, perhelatan perdana yang baru saja digelar di City Hall, Pondok Indah Mall 3 pada 5–8 Februari 2026. Selama empat hari penuh, pekan seni ini menghadirkan 28 galeri seni yang secara khusus memamerkan karya berbasis medium kertas—sebuah pendekatan unik yang membawa perspektif baru dalam praktik seni rupa kontemporer.

Mengusung konsep yang segar dan fokus pada eksplorasi medium kertas, Art Jakarta Papers berhasil menarik perhatian publik luas. Total sebanyak 9.289 pengunjung hadir memadati ruang pameran, menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap seni lokal tetap kuat meski di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.

Medium Kertas Jadi Sorotan Utama

Urbie’s, berbeda dari pameran seni rupa pada umumnya, Art Jakarta Papers secara khusus menyoroti karya seni berbahan kertas. Mulai dari lukisan, instalasi, hingga karya eksperimental, para seniman dan galeri menghadirkan interpretasi kreatif yang memperlihatkan potensi medium kertas sebagai ruang eksplorasi artistik yang luas.

Selain presentasi galeri, pengunjung juga disuguhkan sejumlah presentasi tunggal seniman Indonesia serta kolaborasi dengan berbagai mitra. Program publik yang beragam turut memperkaya pengalaman pengunjung dengan memperkenalkan sudut pandang baru tentang seni kertas dalam konteks lokal maupun global.

Instalasi Monumental hingga Lokakarya Kreatif

Salah satu karya yang paling mencuri perhatian adalah instalasi patung monumental karya Iwan Effendi—sebuah boneka raksasa setinggi 2,5 meter yang sepenuhnya terbuat dari kertas. Instalasi ini menjadi magnet bagi pengunjung dari berbagai usia dan berhasil menciptakan pengalaman visual yang unik sekaligus mengundang rasa kagum.

Tak hanya melihat karya, pengunjung juga diajak terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kreatif. Kolektif Ruang MES 56 menghadirkan lokakarya fotogram cyanotype yang memungkinkan peserta bereksperimen dengan teknik foto-cahaya pada medium kertas. Antusiasme pengunjung terlihat jelas saat mereka mencoba berbagai komposisi bentuk bersama fasilitator profesional.

Selain itu, Krack! Printmaking Collective dari Yogyakarta turut memeriahkan program publik dengan memperkenalkan teknik cetak saring. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi pengunjung untuk memahami proses kreatif di balik karya seni grafis sekaligus merasakan pengalaman berkarya secara langsung.

Art Jakarta Papers 2026 - sumber foto Artjakarta
Art Jakarta Papers 2026 – sumber foto Artjakarta

Diskusi AJ Talks Bahas Peran Kertas dalam Seni Kontemporer

Pada akhir pekan, 7 dan 8 Februari 2026, Art Jakarta Papers menggelar program AJ Talks, rangkaian diskusi yang mengupas medium kertas dalam seni rupa kontemporer. Tema diskusi mencakup berbagai topik menarik, mulai dari posisi karya kertas dalam ekosistem seni, tantangan konservasi di iklim tropis, hingga peluang pasar internasional bagi seniman Indonesia.

Diskusi juga membahas evolusi karya kertas, eksperimen artistik, serta teknik restorasi yang penting untuk menjaga keberlanjutan karya. Program ini melibatkan berbagai pelaku industri seni, termasuk seniman, kurator, galeri, kolektor, dan konservator. Antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa minat terhadap diskusi seni yang mendalam semakin berkembang di kalangan publik.

Baca Juga:

Presentasi Interaktif dari Mitra dan Sponsor

Kehadiran berbagai mitra turut memperkaya pengalaman Art Jakarta Papers. myBCA Space menghadirkan instalasi monolitik karya Rudy Atjeh berupa pohon yang tersusun dari potongan kertas—metafora pertumbuhan hidup manusia. Pengunjung dapat memasuki instalasi kubus semi-transparan dan menggantungkan origami pada langit-langit, menciptakan pengalaman interaktif yang personal dan reflektif.

Sementara itu, Sucor Asset Management menghadirkan Sucor AM Corner yang menggabungkan seni dan strategi investasi melalui interpretasi enam pion catur dalam bentuk patung papier-mâché karya Naufal Abshar. Ruang interaktif ini memungkinkan pengunjung bermain catur sekaligus memahami konsep investasi melalui metafora seni, menciptakan pengalaman yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Art Jakarta Perkuat Ekosistem Seni Nasional

Keberhasilan Art Jakarta Papers menjadi awal yang menjanjikan bagi rangkaian program Art Jakarta sepanjang 2026. Setelah edisi perdana ini, Art Jakarta Gardens akan kembali digelar di Hutan Kota by Plataran pada 5–10 Mei 2026. Puncaknya, Art Jakarta sebagai program utama akan berlangsung di JIExpo Kemayoran pada 2–4 Oktober 2026.

Melalui rangkaian acara ini, Art Jakarta terus menegaskan posisinya sebagai platform berkelanjutan yang mendukung perkembangan ekosistem seni rupa Indonesia. Tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga wadah dialog, kolaborasi, dan pertukaran ide antar pelaku seni di tingkat regional.

Masa Depan Seni Kertas di Indonesia

Kesuksesan Art Jakarta Papers 2026 menunjukkan bahwa medium kertas memiliki tempat penting dalam perkembangan seni rupa kontemporer. Kehadiran pengunjung baru dan kolektor muda juga menjadi sinyal positif bahwa minat terhadap seni terus tumbuh.

Bagi Urbie’s yang mencintai seni, perhelatan ini menjadi bukti bahwa inovasi dalam konsep pameran mampu menghadirkan pengalaman baru yang relevan dengan generasi masa kini. Dengan pendekatan interaktif, edukatif, dan inklusif, Art Jakarta Papers membuka ruang eksplorasi yang lebih luas bagi seniman maupun publik.

Jadi, siap menantikan rangkaian program Art Jakarta berikutnya sepanjang 2026? Dunia seni Indonesia terus bergerak maju—dan kisah kreatifnya masih panjang untuk diikuti!