Iklan
Home Highlight K-Pop Resmi Jadi Mata Kuliah di Universitas Ternama Dunia

K-Pop Resmi Jadi Mata Kuliah di Universitas Ternama Dunia

0
8
K-Pop Resmi Jadi Mata Kuliah di Universitas Ternama Dunia
Foto ilustrasi: chatgptAI
Iklan

Hi Urbie’s, K-Pop yang dulu cuma dianggap hiburan, sekarang justru naik kelas jadi bahan kajian serius di dunia akademik? Fenomena ini menunjukkan bahwa gelombang budaya Korea atau Hallyu benar-benar punya pengaruh global yang nggak main-main.

Pada 25 April lalu, University of Oxford merayakan pembukaan pusat humaniora barunya dengan cara yang cukup unik—menghadirkan pertunjukan K-Pop. Ratusan penonton terlihat antusias, ikut bernyanyi dan menikmati lagu-lagu populer seperti APT dari Rosé, hingga soundtrack dari K-Pop Demon Hunters. Suasana ini jadi bukti nyata bahwa K-Pop bukan hanya tren sesaat, tapi sudah menjadi bagian dari budaya global.

Para profesor di Oxford bahkan mengakui bahwa K-Pop kini mampu menarik perhatian audiens dalam jumlah besar, termasuk di lingkungan akademis. Ini jadi alasan kuat di balik peluncuran Oxford Centre for Korean Studies yang dijadwalkan resmi dibuka pada Oktober mendatang. Pusat studi ini akan fokus meneliti perkembangan budaya Korea secara global, termasuk bagaimana K-Pop bisa terus berkembang dan mempertahankan pengaruhnya di masa depan.

Fenomena ini nggak cuma terjadi di Inggris, Urbie’s. Di Amerika Serikat, San Diego State University juga sudah lebih dulu membuka kelas khusus tentang teori tari K-Pop sejak tahun 2023. Kelas ini diajar oleh Oh Joo Yeon, dan langsung jadi salah satu kelas paling diminati. Dari total 80 kursi yang tersedia, semuanya langsung penuh dalam waktu singkat, bahkan sampai harus membuat daftar tunggu.

Baca Juga:

Menariknya, dalam kelas tersebut, tari K-Pop tidak dipandang sekadar hiburan, tetapi sebagai bentuk seni independen—setara dengan hip-hop atau tari kontemporer. Mahasiswa diajak memahami bagaimana koreografi, visual, dan interaksi dengan penggemar menjadi bagian dari identitas K-Pop itu sendiri. Bahkan, studi ini juga membahas bagaimana para fans membangun koneksi emosional dengan idol mereka, yang kemudian membentuk identitas sosial dan budaya.

Masuknya K-Pop ke dalam dunia akademik menandai perubahan besar dalam cara kita memandang budaya populer. Apa yang dulu dianggap “ringan” kini justru menjadi bahan penelitian serius lintas disiplin, mulai dari seni, komunikasi, hingga sosiologi. Para ahli percaya bahwa langkah ini akan membantu menjaga relevansi K-Pop di masa depan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan budaya global terbesar saat ini.

Buat Urbie’s yang selama ini menikmati K-Pop sebagai hiburan, perkembangan ini jadi pengingat bahwa musik favorit kalian ternyata punya dampak yang jauh lebih luas. Siapa tahu, ke depan, belajar K-Pop di kampus impian bisa jadi pilihan yang nggak kalah keren dibanding jurusan lainnya.

Iklan