Iklan
Home Highlight Era Gaming Murah Tamat? Harga Steam Deck 2026 Naik Gila-Gilaan

Era Gaming Murah Tamat? Harga Steam Deck 2026 Naik Gila-Gilaan

0
15
Harga Steam Deck 2026 Naik - sumber foto Istimewa
Harga Steam Deck 2026 Naik - sumber foto Istimewa
Iklan Urbanvibes Banner
Iklan

Hi Urbie’s! Dunia gaming handheld lagi memasuki fase yang bikin banyak gamer geleng-geleng kepala. Setelah sempat jadi “penyelamat” gamer PC yang ingin bermain game AAA dengan harga lebih ramah kantong, kini Steam Deck justru comeback dengan harga yang bikin banyak orang syok. Bayangin aja, perangkat yang dulu dianggap revolusioner karena menawarkan pengalaman gaming portable dengan harga terjangkau, sekarang dijual hampir dua kali lipat dibanding model pertamanya.

Fenomena ini langsung jadi pembahasan panas di komunitas gamer global. Banyak yang mulai bertanya-tanya, apakah era gaming murah benar-benar sudah berakhir?

Steam Deck Kembali, Tapi Harganya Bikin Kaget

Valve akhirnya mengumumkan kalau Steam Deck kembali tersedia setelah tiga bulan sempat out of stock. Tapi ada satu hal yang langsung jadi sorotan utama: kenaikan harganya yang ekstrem.

Versi OLED 512GB kini dibanderol sekitar USD 789 atau hampir Rp13 jutaan. Sementara versi OLED 1TB menyentuh USD 949 atau setara Rp15 jutaan lebih. Padahal saat pertama kali dirilis, Steam Deck LCD original dijual mulai USD 400.

Perubahan harga ini membuat banyak gamer merasa kalau identitas Steam Deck sebagai handheld gaming “murah meriah” perlahan mulai hilang.

Bahkan di beberapa negara lain, kenaikan harganya terasa lebih gila lagi. Di Kanada, misalnya, Steam Deck OLED kini dijual lebih dari CAD 1.100. Sementara di Eropa dan Australia, harganya juga melonjak tajam.

Banyak gamer langsung membandingkan situasi ini dengan harga laptop gaming premium. Sebab dengan budget hampir Rp15 juta, beberapa orang merasa mereka sudah bisa membeli PC gaming entry-level atau laptop gaming yang lebih powerful.

Valve Blak-Blakan Soal Penyebab Harga Naik

Yang menarik, Valve ternyata tidak berusaha menutupi alasan di balik kenaikan harga tersebut. Dalam pengumuman resminya, mereka secara terbuka menyebut bahwa kenaikan biaya memori dan storage menjadi faktor utama.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri teknologi memang sedang menghadapi krisis komponen, terutama RAM dan storage. Banyak produsen chip lebih fokus memasok kebutuhan data center AI yang saat ini sedang booming besar-besaran.

Akibatnya, stok komponen untuk produk konsumen menjadi semakin mahal dan terbatas.

Fenomena ini bukan cuma berdampak pada Steam Deck saja. Berbagai perangkat gaming lain seperti Lenovo Legion Go juga mengalami kenaikan harga signifikan.

Bahkan sekarang, membangun PC gaming rakitan untuk memainkan game AAA modern dengan nyaman di bawah Rp15 juta sudah semakin sulit.

Gamer Mulai Kehilangan “Pilihan Murah”

Dulu, Steam Deck hadir sebagai simbol revolusi gaming portable. Gamer akhirnya bisa memainkan library Steam mereka di mana saja tanpa harus membeli laptop gaming mahal.

Dengan harga yang relatif terjangkau, banyak gamer menganggap Steam Deck sebagai titik masuk terbaik ke dunia PC gaming modern.

Baca Juga:

Namun di tahun 2026, kondisi mulai berubah drastis.

Banyak netizen menyebut industri gaming kini memasuki “K-shaped economy”, yaitu situasi di mana produk premium semakin mahal sementara opsi murah perlahan menghilang.

Hal ini terasa ironis karena Steam Deck sendiri menggunakan AMD Zen 2 integrated graphics yang sebenarnya sudah berumur sekitar enam tahun.

Karena itu, sebagian gamer mulai mempertanyakan value yang ditawarkan. Mereka merasa performa perangkat tersebut tidak lagi sebanding dengan harga barunya.

Gaming Portable Masih Jadi Tren Besar

Meski harganya naik, popularitas handheld gaming ternyata belum menunjukkan tanda-tanda turun. Justru sebaliknya, pasar gaming portable terus berkembang pesat.

Banyak gamer sekarang lebih menyukai fleksibilitas bermain sambil rebahan, traveling, atau nongkrong di café dibanding duduk lama di depan desktop PC.

Steam Deck juga sukses membuka jalan bagi banyak brand lain untuk ikut masuk ke pasar handheld gaming. Setelah kesuksesan Valve, muncul berbagai perangkat seperti ASUS ROG Ally, Lenovo Legion Go, hingga MSI Claw.

Namun masalahnya sekarang hampir sama semua: harga makin mahal.

Efek AI Ternyata Sampai ke Dunia Gaming

Salah satu hal yang paling menarik dari situasi ini adalah bagaimana tren AI ternyata ikut memengaruhi dunia gaming secara langsung.

Permintaan besar terhadap chip AI membuat banyak produsen semikonduktor memprioritaskan data center dibanding perangkat gaming konsumen.

Akibatnya, harga komponen seperti RAM, SSD, hingga GPU ikut terdorong naik.

Inilah alasan kenapa banyak hardware gaming di tahun 2026 terasa jauh lebih mahal dibanding beberapa tahun lalu.

Fenomena ini bahkan membuat beberapa proyek hardware baru Valve ikut tertunda. Rumor mengenai Steam Machine generasi baru dan headset VR Steam Frame disebut ikut terdampak akibat kondisi pasar chip global.

Gamer Indonesia Ikut Kena Dampaknya

Bagi gamer Indonesia, situasi ini tentu terasa lebih berat lagi karena pengaruh kurs dolar dan pajak impor.

Jika Steam Deck OLED 1TB masuk resmi ke Indonesia, harganya kemungkinan bisa tembus lebih dari Rp17 juta hingga Rp18 juta.

Padahal dulu banyak orang tertarik membeli Steam Deck karena dianggap lebih murah dibanding laptop gaming.

Sekarang, perbedaannya justru mulai tipis.

Karena itu, banyak gamer Indonesia mulai melirik opsi lain seperti handheld Android gaming, cloud gaming, atau bahkan kembali ke konsol tradisional seperti PlayStation dan Nintendo.

Apakah Era Gaming Murah Sudah Berakhir?

Kenaikan harga Steam Deck seolah menjadi simbol perubahan besar di industri gaming modern.

Dulu, teknologi biasanya semakin murah seiring waktu. Tapi sekarang justru sebaliknya. Banyak perangkat gaming malah semakin mahal meski menggunakan hardware generasi lama.

Meski begitu, antusiasme gamer terhadap gaming portable tampaknya belum akan hilang dalam waktu dekat.

Karena pada akhirnya, kenyamanan bermain game di mana saja tetap menjadi daya tarik besar yang sulit dilawan.

Namun satu pertanyaan besar mulai muncul di kalangan gamer dunia:

Kalau Steam Deck saja sudah semahal ini… bagaimana harga handheld gaming generasi berikutnya nanti, Urbie’s?

Iklan