Hi Urbie’s! Pernah nggak sih kamu datang ke tempat pijat dengan kondisi badan pegal, pundak kaku, dan pikiran penuh tekanan, lalu pulang dengan perasaan jauh lebih ringan, segar, bahkan lebih bahagia?
Banyak orang menganggap sensasi tubuh yang terasa “enteng” setelah dipijat hanya sekadar efek relaksasi biasa. Padahal, di balik rasa nyaman tersebut ternyata ada proses biologis dan psikologis yang cukup kompleks yang terjadi di dalam tubuh.
Mulai dari melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, hingga memicu pelepasan hormon kebahagiaan, pijat ternyata memiliki manfaat yang lebih besar dari yang banyak orang bayangkan.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat tubuh terasa lebih segar setelah dipijat?
Otot yang Tegang Mulai Mengendur
Salah satu alasan utama tubuh terasa lebih ringan setelah pijat adalah karena otot-otot yang tegang mulai mengendur.
Aktivitas sehari-hari seperti duduk terlalu lama di depan komputer, mengangkat barang berat, kurang bergerak, hingga stres dapat menyebabkan otot mengalami kontraksi berkepanjangan.
Kondisi ini membuat tubuh terasa pegal, kaku, dan tidak nyaman.
Saat terapis memberikan tekanan pada titik-titik tertentu, jaringan otot yang tegang mulai rileks. Ketegangan yang sebelumnya menumpuk perlahan berkurang sehingga tubuh terasa lebih fleksibel dan ringan saat bergerak.
Itulah mengapa banyak orang merasa pundak, leher, dan punggung menjadi lebih nyaman setelah menjalani sesi pijat.
Sirkulasi Darah Menjadi Lebih Lancar
Selain membantu merilekskan otot, pijat juga membantu meningkatkan aliran darah ke berbagai bagian tubuh.
Ketika tekanan diberikan pada jaringan lunak, pembuluh darah akan merespons dengan meningkatkan sirkulasi.
Aliran darah yang lebih baik memungkinkan oksigen dan nutrisi tersalurkan lebih optimal ke otot dan jaringan tubuh.
Pada saat yang sama, tubuh juga lebih efektif membuang zat sisa metabolisme yang sering dikaitkan dengan rasa lelah dan pegal.
Inilah alasan mengapa setelah dipijat, banyak orang merasa tubuhnya lebih bertenaga dan segar dibandingkan sebelumnya.
Baca Juga:
- Festival Jakarta Great Sale 2026 Resmi Dibuka, Yuk Berburu Diskon 70% Berhadiah Mobil Listrik!
- Jamu Lifestyle Modern: Dari Gendong ke Kafe, Ramuan Leluhur yang Kini Naik Kelas
- Buy Indonesia, Sell Singapore? Seruan Yudo Achilles dan Raffi Ahmad Jadi Sorotan di Tengah Gejolak Pasar
Hormon Stres Menurun
Tidak hanya berdampak pada tubuh, pijat juga memberikan efek positif terhadap kesehatan mental.
Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi.
Jika kadar kortisol terus meningkat dalam jangka panjang, berbagai masalah dapat muncul, mulai dari sulit tidur, mudah lelah, hingga penurunan konsentrasi.
Menariknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi pijat dapat membantu menurunkan kadar hormon stres tersebut.
Ketika tubuh menjadi lebih rileks, sistem saraf juga ikut menenangkan diri. Hasilnya, pikiran terasa lebih tenang dan suasana hati menjadi lebih baik.
Tubuh Melepaskan Hormon Bahagia
Selain mengurangi hormon stres, pijat juga dipercaya dapat meningkatkan produksi hormon-hormon yang berkaitan dengan perasaan nyaman dan bahagia.
Di antaranya adalah serotonin, dopamin, dan endorfin.
Serotonin berperan dalam mengatur suasana hati dan kualitas tidur. Dopamin berkaitan dengan rasa senang dan motivasi, sedangkan endorfin sering disebut sebagai “painkiller alami” karena membantu mengurangi rasa nyeri.
Kombinasi ketiga hormon tersebut membuat seseorang merasa lebih rileks, nyaman, bahkan lebih bersemangat setelah sesi pijat selesai.
Tak heran jika banyak orang menganggap pijat sebagai salah satu cara terbaik untuk “reset” tubuh dan pikiran setelah menjalani minggu yang melelahkan.
Sistem Saraf Menjadi Lebih Tenang
Pijat juga memengaruhi sistem saraf otonom yang mengatur berbagai fungsi tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, hingga pernapasan.
Saat tubuh berada dalam kondisi stres, sistem saraf simpatik akan bekerja lebih aktif. Kondisi ini dikenal sebagai mode “fight or flight” atau siap menghadapi ancaman.
Sebaliknya, saat dipijat, sistem saraf parasimpatik menjadi lebih dominan.
Mode ini sering disebut sebagai kondisi “rest and digest”, yaitu saat tubuh fokus pada pemulihan dan relaksasi.
Akibatnya, detak jantung menjadi lebih stabil, pernapasan lebih tenang, dan tubuh terasa jauh lebih nyaman.
Kenapa Kadang Badan Malah Terasa Pegal Setelah Dipijat?
Meski kebanyakan orang merasa segar setelah pijat, sebagian lainnya justru mengalami sedikit pegal selama satu hingga dua hari setelahnya.
Kondisi ini sebenarnya cukup normal, terutama jika tekanan pijat yang digunakan cukup kuat atau tubuh memang sedang mengalami ketegangan otot yang tinggi.
Saat jaringan otot mendapatkan manipulasi yang intens, tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi dan melakukan proses pemulihan.
Biasanya rasa pegal tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah tubuh beristirahat cukup dan mengonsumsi air putih yang memadai.
Jangan Jadikan Pijat Sebagai Solusi Tunggal
Meski memiliki banyak manfaat, pijat bukanlah solusi ajaib untuk semua masalah kesehatan.
Menjaga pola makan seimbang, tidur yang cukup, rutin berolahraga, serta mengelola stres tetap menjadi fondasi utama untuk menjaga kebugaran tubuh.
Namun sebagai bagian dari gaya hidup sehat, pijat bisa menjadi salah satu cara efektif untuk membantu tubuh dan pikiran mendapatkan waktu istirahat yang dibutuhkan.
Jadi, Urbie’s, jika selama ini kamu merasa tubuh langsung lebih enteng dan segar setelah dipijat, ternyata bukan hanya perasaan semata. Ada banyak proses ilmiah yang bekerja di balik sensasi nyaman tersebut, mulai dari otot yang lebih rileks, sirkulasi darah yang lebih lancar, hingga hormon bahagia yang meningkat.
Tidak heran jika pijat tetap menjadi salah satu metode relaksasi favorit yang telah digunakan selama ribuan tahun di berbagai budaya di dunia.
