Hi Urbie’s! Pergerakan pasar keuangan selalu punya cerita menarik setiap harinya. Mulai dari aksi korporasi perusahaan besar, proyek strategis yang melibatkan emiten papan atas, hingga pergerakan harga emas yang kembali menjadi perhatian masyarakat. Pada Selasa, 21 Juli 2026, sejumlah kabar sukses menyita perhatian pelaku pasar dan menjadi perbincangan hangat di kalangan investor.
Tak hanya soal saham yang melonjak akibat aksi stock split, investor juga menyoroti perkembangan proyek energi ramah lingkungan, performa emiten batu bara yang dinilai paling tangguh menghadapi tekanan pasar, hingga harga emas Antam yang kembali mengalami penurunan.
Berikut lima berita ekonomi paling menarik yang wajib Urbie’s ketahui.
Multipolar Technology Resmi Stock Split 1:25, Saham MLPT Jadi Sorotan
Perhatian pelaku pasar tertuju pada PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang resmi melakukan stock split dengan rasio 1:25. Perdagangan saham dengan nilai nominal baru mulai berlaku di pasar reguler maupun pasar negosiasi pada 21 Juli 2026.
Aksi korporasi ini membuat harga saham menjadi lebih terjangkau sehingga berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan dan menarik lebih banyak investor ritel.
Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah melakukan penyesuaian harga teoretis, jumlah saham hasil stock split, serta perubahan parameter perdagangan MLPT di sistem Jakarta Automated Trading System (JATS).
Sebagai informasi, Multipolar Technology merupakan bagian dari Grup Lippo, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. Tak heran jika aksi stock split ini langsung menjadi salah satu topik terpopuler di pasar modal.
BNBR Klarifikasi Keterlibatan Proyek Sampah Jadi Listrik Milik Danantara
Selain MLPT, perhatian investor juga mengarah kepada PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) setelah muncul pemberitaan mengenai keterlibatan perusahaan tersebut dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia, Sekretaris Perusahaan BNBR, Christofer Alexander Uktolseja, menjelaskan bahwa berdasarkan pengumuman resmi Danantara, PT Bakrie Power yang tergabung dalam Consortium Mentari Citra Lestari memang telah ditetapkan sebagai mitra terpilih pada proses seleksi pengembang dan pengelola proyek PSEL Tahap II.
Bakrie Power sendiri merupakan anak usaha dari Bakrie & Brothers. Proyek ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam pengembangan energi berbasis pengelolaan limbah yang kini semakin mendapat perhatian pemerintah maupun investor.
Klarifikasi tersebut memberikan kepastian kepada pasar terkait posisi BNBR dalam proyek yang sempat memicu berbagai spekulasi.
Harga Emas Perhiasan Stabil, Saatnya Berburu atau Menunggu?
Di tengah dinamika pasar saham, harga emas perhiasan justru menunjukkan kondisi yang relatif stabil.
Berdasarkan pantauan pada Selasa pagi, harga emas di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas tercatat tidak mengalami perubahan signifikan.
Meski terlihat stabil, para analis tetap menyarankan masyarakat untuk rutin memantau perkembangan harga emas. Pasalnya, harga logam mulia masih sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor global, mulai dari nilai tukar dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga, hingga kondisi geopolitik dunia.
Bagi Urbie’s yang sedang mempertimbangkan membeli emas sebagai investasi jangka panjang ataupun perhiasan, momentum harga stabil dapat menjadi waktu yang tepat untuk melakukan perhitungan sebelum mengambil keputusan.
Baca Juga:
- Indonesia Jadi Raja AI Kreatif di Asia Tenggara! Warganet Hasilkan 9 Juta Gambar AI Setiap Hari dengan Gemini
- Bansos Bakal Cair Langsung hingga Rata-rata Rp5,4 Juta? Ini Skema Baru Pemerintah yang Perlu Kamu Tahu
- Wisata Museum Konferensi Asia Afrika Bandung: Menyusuri Ruang Bersejarah yang Pernah Mengubah Dunia dari Jantung Braga
Bayan Resources Dinilai Paling Tangguh di Tengah Tekanan Industri Batu Bara
Di sektor energi, perhatian analis tertuju kepada PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Emiten batu bara milik pengusaha Low Tuck Kwong tersebut dinilai memiliki fundamental yang lebih kuat dibanding sejumlah perusahaan batu bara besar lainnya seperti BUMI, ITMG, PTBA, maupun GEMS.
Keunggulan utama Bayan Resources terletak pada struktur biaya produksi yang relatif rendah sehingga perusahaan mampu mempertahankan margin keuntungan meski harga batu bara mengalami tekanan.
Selain itu, Bayan Resources merupakan produsen batu bara termal terbesar ketiga di Indonesia berdasarkan volume produksi. Operasi perusahaan juga dikenal sangat terintegrasi, mulai dari kegiatan pertambangan hingga infrastruktur logistik, sehingga efisiensi operasional dapat terus terjaga.
Saat ini, Low Tuck Kwong masih menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sekitar 40,2%, sementara putrinya, Elaine Low, menguasai sekitar 22% saham perusahaan.
Harga Emas Antam Turun Lagi, Buyback Ikut Melemah
Sementara harga emas perhiasan relatif stabil, kondisi berbeda terjadi pada emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Harga emas Antam kembali mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026.
Berdasarkan data dari Logam Mulia Antam, harga emas turun sebesar Rp9.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya. Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga ikut mengalami penurunan.
Penurunan harga ini menjadi perhatian investor maupun masyarakat yang rutin berinvestasi emas. Sebagian melihat koreksi harga sebagai peluang membeli, sementara lainnya memilih menunggu arah pergerakan pasar berikutnya.
Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, memahami tren harga serta tujuan investasi menjadi langkah penting sebelum memutuskan melakukan transaksi emas.
Pasar Bergerak Dinamis, Investor Perlu Cermat Membaca Momentum
Perdagangan hari ini menunjukkan bahwa pasar keuangan tidak hanya dipengaruhi oleh pergerakan harga saham semata, tetapi juga aksi korporasi, proyek strategis perusahaan, hingga perkembangan harga komoditas seperti emas.
Mulai dari stock split MLPT, klarifikasi proyek BNBR, ketangguhan BYAN, hingga penurunan harga emas Antam menjadi indikator bahwa peluang investasi selalu hadir, namun tetap membutuhkan analisis yang matang.
Bagi Urbie’s yang aktif mengikuti dunia investasi, memahami setiap informasi yang berkembang bisa menjadi bekal penting untuk mengambil keputusan finansial yang lebih tepat di tengah kondisi pasar yang terus berubah.






