Home Entertainment Tamat di Musim Ketiga, Netflix Pastikan Alice in Borderland Tak Berlanjut Meski...

Tamat di Musim Ketiga, Netflix Pastikan Alice in Borderland Tak Berlanjut Meski Raih Puluhan Juta Penonton

137
0
Tamat di Musim Ketiga, Netflix Pastikan Alice in Borderland Tak Berlanjut Meski Raih Puluhan Juta Penonton
Alice In Borderland 3, foto: Netflix

Hi Urbie’s,
kabar mengejutkan datang dari dunia serial Jepang di Netflix. Platform streaming raksasa tersebut resmi mengakhiri perjalanan Alice in Borderland setelah tiga musim penayangan. Meski sempat memunculkan harapan akan kelanjutan cerita, Netflix memastikan bahwa tidak akan ada musim keempat untuk serial survival populer ini.

Melansir laporan dari Screen Rant, keputusan Netflix ini menegaskan bahwa musim ketiga yang tayang pada September 2025 merupakan penutup resmi kisah Arisu dan dunia berbahaya Borderland. Padahal, di akhir musim ketiga, cerita ditutup dengan nuansa terbuka yang memancing spekulasi penonton. Banyak penggemar menduga Netflix tengah menyiapkan perluasan semesta, bahkan kemungkinan cerita yang bergerak ke luar Jepang.

Alice in Borderland sendiri diadaptasi dari manga karya Haro Aso dan sejak awal dikenal sebagai salah satu serial live-action Jepang paling ambisius di Netflix. Ceritanya mengikuti Arisu, seorang pemuda yang terjebak di dunia paralel penuh permainan mematikan, di mana setiap tantangan menentukan hidup dan mati. Konsep survival, psikologis, dan visual permainan ekstrem menjadi daya tarik utama yang membuat serial ini cepat mencuri perhatian penonton global.

Kesuksesan Alice in Borderland bukan sekadar klaim. Serial ini mencatat sekitar 25 juta penonton dalam enam bulan penayangan musim ketiganya dan berhasil masuk jajaran 40 besar serial Netflix terpopuler pada periode tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa minat terhadap cerita Arisu dan kawan-kawan masih sangat kuat, bahkan setelah tiga musim berjalan.

Menariknya, pemeran utama Kento Yamazaki sebelumnya sempat menyatakan ketertarikannya untuk kembali jika serial ini diperpanjang. Dalam beberapa kesempatan wawancara, ia mengungkapkan bahwa karakter Arisu masih memiliki banyak ruang eksplorasi, terutama jika cerita dikembangkan ke skala yang lebih luas. Pernyataan tersebut semakin memperbesar ekspektasi penggemar terhadap kemungkinan musim lanjutan.

Baca Juga:

Namun, Netflix tampaknya memilih pendekatan berbeda. Alih-alih memperpanjang cerita tanpa arah yang jelas, platform ini memutuskan untuk mengakhiri Alice in Borderland di puncak popularitasnya. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga kualitas narasi agar tidak terjebak dalam pengulangan formula yang berpotensi melemahkan daya tarik serial di masa depan.

Keputusan Netflix ini juga mencerminkan strategi mereka terhadap serial internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Netflix terlihat lebih selektif dalam memperpanjang serial, bahkan yang memiliki performa penonton cukup tinggi. Faktor biaya produksi, visi kreatif, serta keberlanjutan cerita menjadi pertimbangan penting dalam menentukan nasib sebuah serial.

Bagi para penggemar, berakhirnya Alice in Borderland tentu meninggalkan rasa kehilangan. Serial ini bukan hanya menghadirkan ketegangan dan aksi, tetapi juga menggali tema eksistensial, pilihan hidup, dan nilai kemanusiaan di tengah situasi ekstrem. Kombinasi tersebut membuat Alice in Borderland berbeda dari serial survival kebanyakan.

Meski tidak akan berlanjut ke musim keempat, Alice in Borderland tetap meninggalkan jejak kuat sebagai salah satu serial Jepang tersukses di Netflix. Tiga musim yang konsisten, respons penonton global yang positif, serta karakter ikonik seperti Arisu dan Usagi menjadikan serial ini layak dikenang sebagai tonggak penting bagi konten Asia di platform streaming global.

Bagi Urbie’s yang belum sempat mengikuti perjalanannya, tiga musim Alice in Borderland kini bisa ditonton sebagai satu kisah utuh. Sementara bagi penggemar setia, mungkin inilah saat yang tepat untuk menonton ulang dan menikmati setiap permainan mematikan yang pernah membuat serial ini begitu fenomenal.