Home Highlight TKA Resmi Diperluas! Siswa SD dan SMP Akan Ikut Tes Kemampuan Akademik...

TKA Resmi Diperluas! Siswa SD dan SMP Akan Ikut Tes Kemampuan Akademik Mulai 2026

289
0
Ilustrasi Anak SD sedang TKA menggunakan Tab - sumber foto MetaAi
Ilustrasi Anak SD sedang TKA menggunakan Tab - sumber foto MetaAi

Hi Urbie’s! Dunia pendidikan Indonesia kembali menghadirkan kebijakan baru yang akan memengaruhi jutaan siswa di Tanah Air. Dilansir dari Kumparan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi mengumumkan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan mulai diberlakukan untuk jenjang SD dan SMP pada tahun 2026. Sebelumnya, asesmen ini hanya diperuntukkan bagi siswa tingkat SMA.

Pengumuman tersebut disampaikan Mu’ti saat memberikan sambutan dalam agenda Konsolidasi Nasional Kemendikdasmen di Kantor PPSDM Kemendikdasmen, Depok, pada Senin (9/2). Ia menyebut bahwa jadwal pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP sudah disiapkan, bahkan berbagai rapat dan persiapan teknis telah dilakukan sebelumnya.

Langkah Baru untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

Menurut Mu’ti, perluasan TKA menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu akademik siswa sejak dini. Dengan adanya asesmen nasional yang lebih luas, pemerintah berharap bisa memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai capaian belajar siswa di berbagai daerah.

“Tahun 2026 kita akan melaksanakan TKA untuk jenjang SD dan SMP. Jadwalnya sudah terkirim dan persiapan telah dilakukan melalui berbagai rapat koordinasi,” ungkap Mu’ti dalam sambutannya.

Bagi Urbie’s yang mungkin belum familiar, TKA merupakan asesmen nasional yang dirancang untuk mengukur kemampuan akademik siswa pada mata pelajaran tertentu sesuai dengan kurikulum. Hasil tes ini diharapkan bisa menjadi indikator kualitas pendidikan sekaligus bahan evaluasi untuk pengembangan kebijakan di masa depan.

TKA Jadi Bagian dari Sistem Penerimaan Murid Baru 2026

Salah satu hal penting dari kebijakan ini adalah peran TKA dalam mendukung Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Nilai TKA akan menjadi salah satu komponen pertimbangan dalam jalur prestasi, selain nilai rapor dan pencapaian lainnya.

Mu’ti menjelaskan bahwa keberadaan TKA diharapkan dapat menyempurnakan sistem seleksi siswa, terutama dalam memastikan penilaian yang lebih objektif dan berstandar nasional. “Salah satu aspek dalam jalur prestasi adalah melalui nilai TKA, selain juga nilai rapor dan jalur prestasi lainnya,” tambahnya.

Namun, penting untuk dicatat bahwa TKA bukanlah penentu kelulusan siswa. Tes ini hanya berfungsi sebagai pelengkap untuk mengukur capaian akademik secara nasional sekaligus menjadi validator nilai rapor.

Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah Jadi Kunci

Menariknya, pelaksanaan TKA untuk SD dan SMP tahun 2026 akan melibatkan kerja sama dengan pemerintah daerah sesuai tingkatannya. Ini menjadi pertama kalinya penyelenggaraan TKA dilakukan melalui kemitraan antara pemerintah pusat dan daerah secara langsung.

Dalam skema tersebut, TKA jenjang SMP akan diselenggarakan oleh pemerintah provinsi, sedangkan TKA untuk jenjang SD akan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi serta memastikan pelaksanaan tes berjalan lebih efektif di setiap wilayah.

Baca Juga:

Mu’ti menegaskan bahwa pihaknya berharap program ini dapat berjalan dengan lancar karena melibatkan berbagai pihak. “Kami berharap program ini dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya, karena untuk pertama kalinya diselenggarakan dengan kemitraan pemerintah daerah,” jelasnya.

Apa yang Perlu Diketahui Siswa dan Orang Tua?

Urbie’s, dengan diberlakukannya TKA untuk SD dan SMP, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh siswa maupun orang tua. Pertama, karena TKA bukan penentu kelulusan, fokus utama tetap pada proses belajar dan pemahaman materi, bukan sekadar mengejar nilai tes.

Kedua, hasil TKA akan membantu memberikan gambaran capaian akademik siswa secara nasional. Dengan demikian, sekolah dan pemerintah dapat mengetahui area yang perlu ditingkatkan, baik dari sisi kurikulum, metode pembelajaran, maupun pemerataan kualitas pendidikan.

Selain itu, karena TKA akan menjadi salah satu komponen jalur prestasi dalam SPMB, siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya melalui jalur tersebut perlu mempersiapkan diri sejak dini.

Dampak Kebijakan terhadap Dunia Pendidikan

Kebijakan perluasan TKA ini diprediksi akan membawa perubahan dalam sistem pendidikan Indonesia. Dengan adanya standar asesmen yang lebih luas, pemerintah dapat memantau kualitas pendidikan secara lebih menyeluruh. Di sisi lain, sekolah juga diharapkan dapat menyesuaikan strategi pembelajaran agar siswa lebih siap menghadapi asesmen nasional.

Bagi sebagian pihak, kebijakan ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata. Namun, tentu saja pelaksanaannya membutuhkan persiapan matang agar tidak menambah tekanan berlebih pada siswa.

Menuju Sistem Pendidikan yang Lebih Terukur

Dengan diberlakukannya TKA untuk SD dan SMP mulai 2026, pemerintah menunjukkan komitmen untuk membangun sistem pendidikan yang lebih terukur dan berbasis data. Asesmen ini diharapkan tidak hanya menjadi alat evaluasi, tetapi juga sarana untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Jadi, Urbie’s, bagaimana pendapatmu tentang kebijakan baru ini? Yang jelas, perubahan dalam dunia pendidikan selalu membawa tantangan sekaligus peluang. Dengan persiapan yang tepat dan dukungan semua pihak, TKA diharapkan dapat menjadi langkah positif menuju kualitas pendidikan Indonesia yang lebih baik di masa depan.