Hi Urbie’s! Bayangkan satu ruang besar di BSD dipenuhi produk Indonesia, sementara calon pembelinya datang dari 113 negara dengan satu tujuan: mencari peluang bisnis baru. Gambaran tersebut akan menjadi realitas ketika Trade Expo Indonesia atau TEI ke-41 digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Antusiasme menuju TEI 2026 bahkan sudah terlihat sebelum pintu pameran resmi dibuka. Hingga 29 September 2026, buyer dari 113 negara telah mendaftar, sedangkan 1.533 pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, tercatat sebagai ekshibitor per 25 September 2026.
Bukan Sekadar Pameran, Tapi Pertemuan dengan Pasar Dunia
Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 dirancang sebagai platform business-to-business atau B2B yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer internasional. Jadi, yang dibawa ke ICE BSD bukan hanya produk untuk dipajang, tetapi juga peluang negosiasi, kerja sama, investasi, hingga kesepakatan dagang.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyebut tingginya jumlah negara asal buyer dan ekshibitor menunjukkan minat pelaku usaha manca negara maupun lokal untuk bertemu dalam platform B2B. Menurutnya, TEI 2026 diharapkan membuka peluang pelaku usaha Indonesia masuk ke pasar global, menemukan pasar baru, dan memperluas jejaring bisnis.
Menariknya, buyer asing yang paling banyak mendaftar berasal dari India, Tiongkok, Nigeria, Malaysia, dan Mesir. Kehadiran mereka turut didukung jaringan KBRI, KJRI, Atase Perdagangan, serta perwakilan perdagangan Indonesia yang membantu menjaring calon buyer potensial di berbagai negara.
Dari Makanan sampai Industrial Estate
Sebanyak 1.533 ekshibitor Indonesia di TEI 2026 tidak akan ditempatkan dalam satu keranjang besar. Mereka terbagi ke dalam lima zona produk agar buyer internasional dapat lebih mudah menemukan kategori yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.


Zona Food, Beverage, and Agriculture Products menjadi yang terbesar dengan 754 ekshibitor. Berikutnya ada Fashion and Handicraft dengan 448 ekshibitor, Manufactured Products and Services sebanyak 183 ekshibitor, Furniture and Home Decor dengan 85 ekshibitor, serta Industrial Estate sebanyak 63 ekshibitor.
Komposisi tersebut memperlihatkan betapa luasnya produk yang ingin dibawa Indonesia ke pasar internasional. Dari makanan dan produk pertanian yang dekat dengan keseharian hingga manufaktur, fesyen, kerajinan, furnitur, dan kawasan industri, semuanya ditempatkan dalam satu ekosistem perdagangan.
Target Transaksi USD 17,5 Miliar
TEI 2026 akan menempati area pameran seluas16.656 meter persegi dengan target sekitar 1.500 ekshibitor dan 30.000 pengunjung. Kemendag juga memasang target potensi transaksi sebesar USD 17,5 miliar, sekaligus membuka ruang bagi investasi dan berbagai bentuk kerja sama bisnis.
Target tersebut bukan muncul tanpa persiapan. Sejak Maret 2026, Kemendag telah menjalankan serangkaian kegiatan pra penyelenggaraan, mulai dari perekrutan dan kurasi ekshibitor, penjaringan buyer, business matching, pitching, hingga CEO Gathering.
Hingga 21 September 2026, tercatat 17 sesi presentasi bisnis dan persiapan business matching yang melibatkan 17 perwakilan RI dan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Rangkaian tersebut terdiri atas 12 sesi sepanjang Agustus dan lima sesi pada September 2026.
Baca juga:
- 300+ Desainer dan Brand Ramaikan IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Bawa Wastra ke Dunia
- Cari Peluang Usaha? FLEI Business Show 2026 Hadirkan Ratusan Brand hingga Business Matching
Ketika Buyer Tidak Cuma Melihat Produk
TEI 2026 juga menyiapkan rangkaian kegiatan yang membuat transaksi bisnis tidak berhenti pada percakapan singkat di booth. Pengunjung dan pelaku usaha akan menemukan business counseling, business matching, forum bisnis, penandatanganan nota kesepahaman, kesepakatan dagang, komitmen investasi, hingga Media Award.
Ada pula upaya memperkuat hubungan ekonomi dengan negara mitra melalui fasilitasi kunjungan menteri dari sejumlah negara. Permintaan undangan juga datang dari Zimbabwe, Rusia, Uzbekistan, Inggris, dan Serbia, memperlihatkan cakupan jejaring internasional yang ingin dibangun dalam penyelenggaraan tahun ini.
Di balik layar, lebih dari200 kamar juga dipersiapkan untuk buyer yang sebelumnya telah melalui proses penjajakan dan dinilai memiliki potensi transaksi atau kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung proses bisnis dari tahap pertemuan hingga peluang terjadinya transaksi selama TEI berlangsung.
Belajar dari TEI 2025
Ada alasan mengapa TEI 2026 membawa target besar. Pada penyelenggaraan TEI 2025, tercatat potensi transaksi sebesar USD 22,83 miliar, dengan 1.619 ekshibitor, 8.045 buyer internasional, dan 34.550 pengunjung.
Produk yang mendapat permintaan cukup tinggi saat itu antara lain pertambangan, logam mulia, minyak sawit dan turunannya, arang dan briket, serta suku cadang kendaraan. Buyer terbanyak berasal dari Malaysia, Tiongkok, India, Nigeria, dan Mesir, sehingga beberapa negara tersebut kembali menjadi pasar penting dalam persiapan TEI 2026.
Namun, angka transaksi bukan satu-satunya cerita yang menarik dari TEI. Di balik setiap business matching ada kemungkinan sebuah UMKM menemukan buyer baru, sebuah produk lokal memasuki negara yang sebelumnya belum tersentuh, atau sebuah perusahaan menemukan mitra yang membuka pintu ke rantai pasok internasional.
Dari Produk Lokal Menuju Etalase Global
TEI 2026 juga diperkuat lebih dari 154 media lokal dan internasional serta promosi kolaboratif dengan sejumlah ajang perdagangan internasional di Rusia, Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Australia. Penyelenggara juga menggandeng sejumlah institusi dan mitra, termasuk Pertamina, Bank Mandiri, BPDP, Kadin, dan LPEI.
Pada akhirnya, TEI 2026 bukan hanya tentang berapa banyak booth yang berdiri di ICE BSD atau berapa banyak buyer yang datang membawa kartu nama. Ini tentang seberapa jauh produk Indonesia mampu berpindah dari ruang produksi di dalam negeri menuju meja negosiasi dengan pembeli dari berbagai penjuru dunia.
Jadi, Urbie’s, ketika TEI 2026 dibuka pada 14 Oktober nanti, yang sedang dipertontonkan bukan cuma “Made in Indonesia” dalam bentuk produk. Yang sedang diuji adalah seberapa siap produk-produk tersebut berbicara dengan pasar global, menemukan pembeli yang tepat, dan mengubah pertemuan lima hari menjadi hubungan bisnis yang bisa berlangsung jauh lebih panjang.












