Hi Urbie’s!, lulusan farmasi punya pilihan karier yang jauh lebih luas daripada bekerja di apotek atau pelayanan kesehatan. Di balik produksi obat dan produk biofarmasi, ada banyak profesi yang membutuhkan keahlian dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari penelitian, pengawasan mutu, hingga regulasi.

Peluang tersebut menjadi salah satu hal yang diperkenalkan PT Selatox Bio Pharma (Selatox) kepada mahasiswa Universitas Indonesia (UI) melalui kegiatan Company Branding & Career Session di Fakultas Farmasi UI pada 26 Oktober 2026.

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini melibatkan mahasiswa farmasi, apoteker baru, serta mahasiswa dari bidang ilmu terkait seperti teknik kimia, biologi, dan bioteknologi. Melalui program tersebut, Selatox memberikan gambaran mengenai berbagai posisi dan tanggung jawab di industri farmasi dan bioteknologi.

Pengenalan ini penting karena dunia industri farmasi tidak hanya membutuhkan tenaga profesional yang memahami obat, tetapi juga sumber daya manusia dengan kompetensi teknis, kemampuan penelitian, serta pemahaman terhadap standar produksi dan regulasi.

1. Research and Development (R&D), Mengembangkan Produk melalui Penelitian

Salah satu bidang yang diperkenalkan Selatox adalah Research and Development (R&D) atau penelitian dan pengembangan.

Bidang ini menjadi bagian penting dalam industri biofarmasi karena berkaitan dengan kegiatan penelitian dan pengembangan produk. Peserta juga berkesempatan mengunjungi Pusat R&D Selatox yang berlokasi di kampus UI untuk mengenal lebih dekat aktivitas penelitian perusahaan.

Urbanvibes Ads banner Pullman Central Park Jakarta Hotel

Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai lingkungan kerja penelitian sekaligus memperlihatkan bagaimana kegiatan akademis memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri.

Bagi mahasiswa yang tertarik pada dunia riset, bidang R&D dapat menjadi salah satu jalur karier yang patut dikenal sejak masa kuliah.

2. Quality Assurance (QA), Menjaga Sistem Penjaminan Mutu

Industri farmasi memiliki standar mutu yang harus diperhatikan dalam setiap tahapan produksinya. Karena itu, Selatox juga memperkenalkan bidang Quality Assurance (QA).

QA berkaitan dengan penjaminan mutu dalam proses produksi. Bidang ini menjadi bagian dari sistem yang memastikan proses manufaktur berjalan sesuai standar dan ketentuan mutu yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut, Daniel Iskandar Wirawan, Plant Manager Selatox, menekankan pentingnya konsistensi kualitas dan keamanan produk dalam proses manufaktur biofarmasi.

“Proses manufaktur biofarmasi membutuhkan pengetahuan teknis khusus serta pemahaman yang menyeluruh mengenai standar mutu. Konsistensi kualitas dan keamanan produk sangat bergantung pada kompetensi dan keahlian di setiap tahapan proses manufaktur,” ujarnya.

Penjelasan tersebut memperlihatkan bahwa kualitas produk farmasi tidak hanya bergantung pada hasil akhir, tetapi juga pada kompetensi orang-orang yang terlibat dalam keseluruhan proses produksi.

Baca juga:

3. Quality Control (QC), Memahami Pengawasan Mutu Produk

Selain QA, terdapat pula Quality Control (QC) atau pengawasan mutu.

Dalam pengenalan kariernya, Selatox memasukkan QC sebagai salah satu bidang yang memiliki peran dalam industri farmasi dan bioteknologi.

QA dan QC sama-sama berkaitan dengan mutu, tetapi keduanya merupakan fungsi yang berbeda dalam lingkungan industri. Pengenalan kedua bidang ini membantu mahasiswa memahami bahwa pengelolaan kualitas merupakan bagian penting dari operasional perusahaan farmasi.

Bagi mahasiswa farmasi maupun bidang ilmu terkait, mengenal fungsi QC dapat membuka perspektif mengenai peluang pekerjaan di luar jalur pelayanan kefarmasian.

4. Regulatory Affairs (RA), Mengenal Aspek Regulasi Industri Farmasi

Produk farmasi juga berkaitan erat dengan pemenuhan regulasi. Karena itu, industri membutuhkan tenaga profesional yang memahami aspek kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Bidang Regulatory Affairs (RA) menjadi salah satu pilihan karier yang diperkenalkan Selatox dalam sesi tersebut.

Pengenalan bidang ini menunjukkan bahwa peluang kerja di industri farmasi tidak selalu berhubungan langsung dengan kegiatan penelitian atau produksi. Ada pula fungsi yang berfokus pada aspek regulasi dalam operasional perusahaan.

Bagi mahasiswa yang tertarik pada perpaduan antara ilmu farmasi, ketelitian, dan pemahaman regulasi, RA menjadi salah satu bidang yang layak dipelajari lebih jauh.

5. Manufaktur Farmasi, Terlibat dalam Proses Produksi

Pilihan berikutnya adalah manufaktur farmasi. Bidang ini berhubungan dengan proses produksi yang membutuhkan pengetahuan teknis dan pemahaman terhadap standar mutu.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan sesi bersama praktisi mengenai proses manufaktur biofarmasi dan standar mutu produksi farmasi. Daniel Iskandar Wirawan juga menjelaskan bagaimana kompetensi tenaga kerja berperan dalam menjaga konsistensi kualitas dan keamanan produk.

Menurut Daniel, pengalaman melihat penerapan ilmu secara langsung di lingkungan industri dapat membantu mahasiswa memahami pilihan karier yang tersedia.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan gambaran lebih jelas mengenai proses manufaktur biofarmasi dan berbagai peran profesional yang terlibat di dalamnya.

Kolaborasi Kampus dan Industri Buka Wawasan Calon Talenta

Pengenalan berbagai bidang pekerjaan ini menjadi salah satu alasan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Prof. apt. Silvia Surini, M.Pharm.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Farmasi UI, menyampaikan bahwa kerja sama dengan industri membantu mahasiswa memahami praktik profesional sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Menurutnya, interaksi langsung dengan pelaku industri juga memberikan wawasan mengenai penerapan ilmu akademis di lingkungan profesional.

Aliyya Hanaa Naila, mahasiswa Program Sarjana Farmasi UI, turut merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menyebut program ini memperluas wawasannya mengenai industri farmasi, khususnya bidang farmasi dan biologi, sekaligus mendorongnya mengenal lebih jauh peluang yang tersedia.

Selatox sendiri berencana melanjutkan kerja sama dengan perguruan tinggi dan praktisi industri untuk memperkuat hubungan antara dunia akademis dan industri.

Bagi mahasiswa, mengenal pilihan karier sejak bangku kuliah dapat menjadi langkah awal untuk menentukan kompetensi yang ingin dikembangkan. Sebab, perjalanan profesional di industri farmasi dan bioteknologi ternyata memiliki banyak jalur, tidak hanya terbatas pada profesi apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan.