Hi, Urbie’s! Perayaan Hari Batik Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengenakan busana batik, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia. Semangat tersebut dihadirkan Dafam Pacific Caesar Surabaya melalui Festival Hari Batik Nasional bertajuk “Bangga Berbatik”, yang menggabungkan apresiasi budaya dengan konsep keberlanjutan atau sustainability.

Festival ini mengangkat ide kreatif dengan memanfaatkan kain linen bekas operasional hotel untuk diolah kembali menjadi kain batik bernilai seni. Inisiatif tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi limbah sekaligus memberikan nilai baru pada material yang sebelumnya sudah digunakan.

Festival Bangga Berbatik Angkat Konsep Keberlanjutan

Melalui Festival Bangga Berbatik, Dafam Pacific Caesar Surabaya mengajak masyarakat untuk semakin mencintai batik sebagai bagian dari identitas bangsa. Tidak hanya menampilkan keindahan motif dan tradisi membatik, kegiatan ini juga memperkenalkan potensi pemanfaatan kembali material melalui pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, Muhamad Muamar Khadafi, mengatakan bahwa perayaan Hari Batik Nasional menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya Indonesia.

“Melalui peringatan Hari Batik Nasional ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai, melestarikan, serta bangga mengenakan batik sebagai identitas bangsa,” ujar Muhamad Muamar Khadafi.

Dalam kegiatan tersebut, para tamu dan peserta diajak mengenakan busana batik terbaik untuk menyemarakkan suasana perayaan. Selain menjadi ruang silaturahmi, festival ini juga menghadirkan kesempatan bagi para peserta untuk mengapresiasi seni dan budaya Indonesia melalui kegiatan bersama.

Baca Juga:

Urbanvibes article banner

Hadirkan Hadiah dan Dukungan dari Sponsor

Tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, Festival Bangga Berbatik juga dimeriahkan dengan berbagai penawaran dan hadiah menarik bagi pengunjung. Peserta berkesempatan mendapatkan door prize berupa voucher makanan dan minuman ataufood and beverage (FnB) di Dafam Pacific Caesar Surabaya, sertagoodie bageksklusif dari sponsor acara.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah sponsor resmi, yakni ISIK (Ibu Semangat Indonesia Kuat), IM3, dan Cheers. Kolaborasi tersebut turut mendukung terselenggaranya acara yang menggabungkan kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Marketing Communication Dafam Pacific Caesar Surabaya, Maria Ristiany, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kekayaan seni budaya Indonesia sekaligus upaya memberikan pengalaman berkesan bagi para tamu dan staf hotel.

“Acara ini menjadi wujud apresiasi kami terhadap kekayaan seni budaya Indonesia, sekaligus bentuk pelayanan istimewa kami dalam menghadirkan pengalaman berkesan bagi para tamu dan staf hotel,” tambah Maria Ristiany.

Sementara itu, Arindra Halim selaku perwakilan ISIK berharap kolaborasi dalam Festival Bangga Berbatik dapat mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap karya anak bangsa.

Batik, Warisan Budaya Indonesia yang Mendunia

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni, sejarah, dan filosofi. Pada 2 Oktober 2009, UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan. Sejak saat itu, tanggal tersebut diperingati setiap tahun sebagai Hari Batik Nasional di Indonesia.

Seni membatik memiliki keterkaitan erat dengan tradisi masyarakat Nusantara, khususnya di Pulau Jawa. Proses pembuatannya menggunakan teknik perintangan warna dengan malam atau lilin, yang diaplikasikan pada kain menggunakan canting maupun metode lainnya untuk menghasilkan beragam motif khas.

Seiring perkembangan zaman, batik tidak lagi terbatas pada lingkungan keraton atau acara adat. Kini, batik digunakan oleh berbagai kalangan dalam beragam kesempatan, mulai dari kegiatan formal hingga gaya berpakaian sehari-hari.

Melalui Festival Hari Batik Nasional bertajuk Bangga Berbatik, Dafam Pacific Caesar Surabaya menghadirkan pendekatan yang memadukan pelestarian budaya dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pemanfaatan kain linen bekas menjadi bahan batik juga menunjukkan bahwa upaya menjaga tradisi dapat berjalan beriringan dengan kreativitas dan prinsip keberlanjutan.

Bagi Urbie’s, mengenakan batik bukan sekadar mengikuti tradisi atau merayakan Hari Batik Nasional. Langkah sederhana ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap karya perajin lokal sekaligus cara untuk menjaga warisan budaya Indonesia agar terus dikenal dan digunakan oleh generasi mendatang.