Hi Urbie's! Di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, cerita tentang laut, keluarga, dan kehidupan masyarakat pesisir hadir setiap hari. Kini, anak-anak di kawasan tersebut mendapat kesempatan untuk menceritakan kehidupan mereka sendiri melalui video dan jurnalistik digital.
Melalui workshop bersama Jurnalis Cilik pada Sabtu (24/10/2026), Program Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Universitas Pelita Harapan (UPH) mengajak sekitar 40–50 anak Kampung Nelayan Cilincing mengenal dunia jurnalistik. Berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB, kegiatan ini memperkenalkan keterampilan storytelling, videografi, produksi video, hingga editing sebagai bekal untuk mengolah cerita di sekitar mereka menjadi karya digital.
Di tengah derasnya arus konten digital, anak-anak bukan hanya bisa menjadi penonton. Mereka juga punya cerita yang layak didengar dan kesempatan untuk menyampaikannya melalui sudut pandang sendiri. Dari lingkungan tempat mereka tumbuh, pengalaman sederhana sehari-hari bisa menjadi kisah menarik ketika dikemas dengan cara yang tepat.
Belajar Storytelling hingga Editing Video
Workshop ini menghadirkan pemateri profesional dari media nasional dan lokal untuk memperkenalkan sejumlah keterampilan dasar jurnalistik digital. Materi yang diberikan mencakup storytelling, videografi, produksi video, penyuntingan, hingga pemutaran dan evaluasi karya.
Peserta diajak memahami bahwa membuat video tidak sekadar merekam gambar. Ada proses menemukan ide, menentukan cerita yang ingin disampaikan, mengambil gambar yang sesuai, lalu menyusun potongan video agar pesan dapat diterima penonton.
Melalui praktik tersebut, anak-anak mendapat kesempatan untuk mengenal proses kreatif di balik sebuah karya audiovisual. Mereka juga diperkenalkan pada cara mengevaluasi hasil produksi sehingga dapat memahami bagian yang sudah baik dan hal-hal yang masih bisa dikembangkan.

Pendekatan praktik menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Dengan mencoba secara langsung, peserta dapat mengenali keterampilan baru sekaligus membangun keberanian untuk menyampaikan gagasan melalui media digital.

Mengangkat Cerita dari Kehidupan Kampung Nelayan
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam workshop ini adalah potensi cerita yang ada di sekitar peserta. Kehidupan masyarakat pesisir menyimpan beragam pengalaman, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga hubungan keluarga dan kedekatan masyarakat dengan laut.
Namun, cerita-cerita tersebut belum tentu mendapatkan ruang untuk dikenal lebih luas. Melalui keterampilan jurnalistik digital, anak-anak diharapkan dapat belajar menceritakan lingkungan mereka menggunakan sudut pandang sendiri.
Dosen pendamping kegiatan, Dr. Santi Delliana, S.Sos., M.I.Kom., menegaskan bahwa jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kemauan untuk mendengarkan dan memahami cerita masyarakat.
“Kami tidak hanya ingin mengajarkan cara membuat video. Lewat kegiatan ini, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) UPH belajar bahwa jurnalistik dimulai dari kemauan untuk mendengar dan melihat dengan sungguh-sungguh. Anak-anak di Kampung Nelayan Cilincing punya banyak cerita tentang laut, keluarga, dan keseharian mereka, tetapi cerita-cerita itu jarang muncul di media. Dengan bekal storytelling, teknik dasar perekaman, dan editing, kami berharap mereka dapat menceritakan kampung mereka dengan suara mereka sendiri. Bagi mahasiswa, ini kesempatan untuk membawa ilmu dari ruang kelas ke tengah masyarakat dan melihat langsung manfaatnya,” ujar Santi.
Baca juga:
- Anak Tak Harus Jago Matematika, Ini Cara Orang Tua Menemukan Potensi Juara Si Kecil
- Dari Lukisan hingga Shibori, Karya Anak Down Syndrome Hadir di ARTOTEL Suites Aquila
Pengalaman Baru Mengenal Dunia Jurnalistik Digital
Pendiri Jurnalis Cilik, Syamsudin Ilyas, menyampaikan bahwa peserta menyambut positif kegiatan tersebut. Bagi anak-anak yang mengikuti workshop, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama dalam mempelajari jurnalistik digital, khususnya proses pembuatan dan penyuntingan video.
Syamsudin berharap program serupa dapat kembali diselenggarakan agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan mengenal dunia jurnalistik digital dan mengembangkan kreativitas melalui media video.
Pengalaman ini juga memperkenalkan peserta pada keterampilan yang relevan dengan perkembangan komunikasi saat ini. Mereka belajar bahwa media digital dapat digunakan bukan hanya untuk menikmati konten, tetapi juga untuk menghasilkan karya dan membagikan informasi.
Meski demikian, kemampuan tersebut tetap perlu diasah melalui latihan dan pendampingan berkelanjutan. Kesempatan untuk terus mencoba akan membantu anak-anak mengembangkan ide, meningkatkan keterampilan teknis, dan semakin percaya diri dalam menyampaikan cerita.
Mahasiswa MIKOM UPH Turun Langsung ke Masyarakat
Kegiatan ini turut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu komunikasi di luar ruang kelas. Tim pelaksana terdiri atas Angel sebagai ketua tim, Dr. Santi Delliana sebagai anggota dosen, serta Frisca, Rade Situti, dan Tiffani Yulita sebagai anggota mahasiswa.
Melalui kolaborasi dengan Jurnalis Cilik dan pemateri dari industri media, mahasiswa terlibat dalam kegiatan edukatif yang mempertemukan pengetahuan akademis dengan kebutuhan masyarakat.
MIKOM UPH berharap workshop ini dapat memperkuat literasi digital anak-anak, meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan, serta mendorong keberlanjutan kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi media, dan masyarakat.
Bagi Urbie’s!, kegiatan ini menunjukkan bahwa belajar jurnalistik bisa dimulai dari cerita yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah pengalaman di kampung, aktivitas bersama keluarga, atau pemandangan laut yang biasa dilihat setiap hari dapat menjadi cerita menarik ketika disampaikan melalui sudut pandang yang tepat.
Lewat workshop ini, anak-anak Kampung Nelayan Cilincing mendapat kesempatan untuk mengenal cara baru dalam bercerita. Bukan hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus konten digital, mereka juga diajak menjadi kreator yang mampu mengangkat kisah dari lingkungan sendiri.




