Hi Urbie’s! Dunia K-Pop kembali diramaikan kontroversi yang muncul hanya gara-gara satu foto teaser comeback. Kali ini grup rookie Hearts2Hearts mendadak jadi perbincangan panas usai merilis teaser individu untuk mini album terbaru mereka yang bertajuk “Lemon Tang”.

Bukannya fokus pada konsep comeback atau visual para member, perhatian netizen Korea Selatan justru tertuju pada detail kecil di salah satu foto member Stella. Dalam teaser tersebut, terlihat ilustrasi peta Korea Selatan yang ternyata tidak mencantumkan Pulau Dokdo — gugusan pulau yang selama ini menjadi isu sensitif dan sengketa panjang antara Korea Selatan dan Jepang.

Urbanvibes article banner

Dan seperti yang bisa ditebak… internet langsung meledak.

Dalam hitungan jam setelah teaser dirilis, berbagai forum komunitas Korea hingga media sosial dipenuhi kritik terhadap SM Entertainment selaku agensi Hearts2Hearts. Banyak netizen menganggap hilangnya Dokdo dari peta bukan sekadar kesalahan desain biasa.

Dokdo Bukan Sekadar Pulau Biasa di Korea Selatan

Buat sebagian orang luar Korea, hilangnya satu pulau kecil di peta mungkin terlihat sepele. Tapi di Korea Selatan, Dokdo adalah isu nasional yang sangat sensitif.

Pulau Dokdo — yang juga dikenal sebagai Takeshima di Jepang — telah lama menjadi simbol nasionalisme dan identitas sejarah Korea Selatan. Sengketa wilayah antara kedua negara ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dan sering memicu tensi diplomatik maupun konflik opini publik.

Karena itulah, ketika netizen menyadari bahwa Dokdo tidak muncul di foto teaser Stella, banyak yang langsung bereaksi emosional.

Sebagian netizen bahkan menuding SM Entertainment sengaja menghilangkan Dokdo demi mengakomodasi pasar Jepang dan penggemar Jepang. Meski sampai sekarang tidak ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut, teori itu tetap menyebar cepat di media sosial Korea.

Apalagi industri K-Pop memang memiliki hubungan bisnis yang sangat besar dengan pasar Jepang.

SM Entertainment Langsung Revisi Foto Teaser

Melihat kontroversi yang semakin membesar, SM Entertainment akhirnya bergerak cepat. Agensi tersebut menghapus foto teaser lama dan menggantinya dengan versi revisi yang kini sudah mencantumkan Pulau Dokdo di dalam peta Korea Selatan.

Langkah cepat itu sempat meredakan sebagian kemarahan netizen. Namun ternyata, tidak semua orang puas dengan respons tersebut.

Sebagian publik Korea tetap mempertanyakan bagaimana kesalahan seperti itu bisa lolos dari proses pengecekan internal perusahaan sebesar SM Entertainment.

“Bagaimana mungkin desain seperti ini tidak dicek sebelumnya?” tulis salah satu komentar yang viral di forum Korea.

Ada juga netizen yang menilai kontroversi ini menunjukkan kurangnya sensitivitas budaya dalam proses produksi konten K-Pop modern yang kini semakin global.

Baca Juga:

Hearts2Hearts Jadi Korban Kontroversi?

Di tengah panasnya kontroversi, banyak fans mulai merasa kasihan terhadap para member Hearts2Hearts, terutama Stella yang fotonya menjadi pusat perhatian.

Pasalnya, sebagian besar netizen percaya bahwa para idol kemungkinan besar tidak terlibat langsung dalam proses desain teaser tersebut. Namun karena foto individu Stella yang viral lebih dulu, namanya otomatis ikut terseret dalam kontroversi ini.

Banyak fans kemudian membela member Hearts2Hearts dan meminta publik untuk tidak menyerang para idol secara personal.

“Ini jelas urusan tim desain atau agensi, bukan salah member,” tulis beberapa fans di media sosial.

Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal baru di dunia K-Pop. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak grup idol yang terseret kontroversi akibat elemen visual, pakaian, simbol budaya, hingga desain konten yang dianggap sensitif oleh publik internasional maupun domestik.

Dan karena internet bergerak sangat cepat, satu detail kecil saja bisa berubah menjadi isu nasional hanya dalam hitungan jam.

Lemon Tang Tetap Siap Dirilis

Terlepas dari kontroversi tersebut, Hearts2Hearts tetap melanjutkan seluruh jadwal promosi comeback mereka. Mini album “Lemon Tang” sendiri dijadwalkan resmi dirilis pada 22 Juni 2026.

Comeback ini sebenarnya cukup dinanti penggemar karena disebut akan menampilkan konsep musim panas yang fresh, colorful, dan penuh energi youthful khas girl group generasi baru.

Beberapa teaser sebelumnya juga menunjukkan nuansa cerah dengan visual citrus aesthetic yang playful dan modern.

Namun kini, sebagian percakapan online justru lebih banyak membahas kontroversi Dokdo dibanding musik comeback mereka sendiri.

Dan jujur aja Urbie’s, inilah kerasnya industri K-Pop modern.

Di era media sosial sekarang, idol dan agensi tidak hanya dituntut tampil sempurna secara visual dan musikal, tetapi juga harus ekstra hati-hati terhadap detail budaya, sejarah, hingga isu geopolitik yang sensitif.

Satu kesalahan kecil bisa langsung memicu kontroversi besar.

Meski begitu, banyak fans berharap kontroversi ini tidak akan terlalu memengaruhi perjalanan comeback Hearts2Hearts. Sebab pada akhirnya, perhatian utama tetap kembali pada musik dan performa mereka di atas panggung.

Kini publik tinggal menunggu apakah “Lemon Tang” mampu mengalihkan perhatian netizen dari kontroversi menuju kualitas comeback yang sebenarnya.

[Block type not supported: rawTool]