Hi, Urbie’s! Pernah membayangkan jingle obat batuk yang akrab terdengar di Indonesia tiba-tiba menjadi backsound video idol K-pop? Bukan lagu terbaru BLACKPINK, bukan soundtrack drama Korea, melainkan suara, “OBH Combi Sachet, uhuk uhuk!”

Hal itulah yang belakangan ramai diperbincangkan di TikTok. Jingle “OBH Combi Sachet” mendadak melintasi batas negara dan masuk ke timeline penggemar K-pop. Bahkan, Jisoo BLACKPINK ikut menggunakan audio tersebut dalam unggahan TikTok-nya.

Setelah momen Jisoo mencuri perhatian, tren ini semakin ramai melalui berbagai video editan yang melibatkan girl group seperti Hearts2Hearts (H2H), TUIDE, hingga BABYMON. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana sebuah jingle yang sangat lokal bisa berubah menjadi bahan kreativitas lintas fandom.

Berawal dari Jingle Hipdut yang Susah Lepas dari Kepala

Sebelum ramai digunakan dalam konten K-pop, “OBH Combi Sachet” lebih dulu dikenal sebagai jingle kampanye produk OBH Combi varian sachet. Lagu yang dirilis pada 8 Juni 2026 ini dibawakan oleh Naykilla, Jemsii, dan Tenxi dengan sentuhan musik hipdut.

Racikannya sederhana, tetapi mudah melekat di ingatan. Beat yang enerjik, lirik singkat, serta penggalan “OBH Combi Sachet, uhuk uhuk!” membuatnya gampang dikenali hanya dalam sekali dengar.

Di TikTok Indonesia, audio ini kemudian digunakan untuk berbagai jenis konten. Mulai dari dance challenge, transisi video, sampai unggahan humor yang mengandalkan kontras antara visual dan suara.

Urbanvibes Ads banner Pullman Central Park Jakarta Hotel

Namun, jingle tersebut ternyata tidak berhenti di FYP pengguna Indonesia. Perlahan, audionya ikut masuk ke konten yang berkaitan dengan idol K-pop.

Jisoo BLACKPINK Pakai Jingle OBH Combi Sachet di TikTok - sumber foto Tiktok
Jisoo BLACKPINK Pakai Jingle OBH Combi Sachet di TikTok - sumber foto Tiktok

Jisoo BLACKPINK Bikin Jingle Lokal Ini Jadi Sorotan

Momen yang membuat tren ini semakin ramai terjadi pada Senin, 2 November 2026. Jisoo mengunggah video melalui akun TikTok resminya dengan menggunakan “OBH Combi Sachet” sebagai musik latar.

Dalam video tersebut, Jisoo memperlihatkan transisi riasan dengan audio yang mungkin sudah sangat familier bagi pengguna TikTok Indonesia.

Kontrasnya langsung mencuri perhatian. Sosok idol global dengan visual elegan justru tampil diiringi jingle obat batuk yang selama ini akrab dengan keseharian masyarakat Indonesia.

Reaksi BLINK Indonesia pun ramai bermunculan. Sebagian mengaku tidak menyangka Jisoo menggunakan audio tersebut, bahkan ada yang sempat mengira videonya merupakan hasil editan penggemar.

Video itu dilaporkan meraih lebih dari 15 juta penayangan dan 4,5 juta suka. Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi mengenai apakah penggunaan audio tersebut berkaitan dengan kerja sama promosi atau sekadar partisipasi Jisoo dalam tren TikTok.

Hears2Hearts Pakai Jingle OBH Combi Sachet di TikTok sumber foto Tiktok
Hears2Hearts Pakai Jingle OBH Combi Sachet di TikTok sumber foto Tiktok

H2H Ikut Meramaikan, dari Jingle Receh Jadi Konten Gemas

Setelah Jisoo, nama Hearts2Hearts atau H2H ikut menghiasi percakapan penggemar. Girl group SM Entertainment yang dikenal dengan citra fresh dan youthful ini menjadi salah satu objek favorit dalam berbagai editan menggunakan audio “OBH Combi Sachet”.

Penggemar mengolah potongan video, fancam, hingga momen para member menjadi konten transisi dan dance singkat. Perpaduan visual H2H yang manis dengan jingle yang terdengar jenaka menghasilkan kontras yang menghibur.

Di sinilah tren tersebut mulai berkembang. Bukan lagi sekadar tentang idol yang menggunakan lagu Indonesia, tetapi bagaimana penggemar bisa memasangkan audio yang sama dengan karakter dan gaya grup berbeda.

Baca juga:

TUIDE dan BABYMON Membawa Warna Berbeda

Nama TUIDE juga ikut masuk dalam gelombang tren ini. Girl group yang disebut sebagai grup pertama ABD Entertainment di bawah HYBE tersebut terdiri dari Seohee, Seoyeon, Elena, Jia Saki, Seah, dan Yi Hani.

Penggemar memanfaatkan audio yang sedang viral untuk membuat berbagai konten, mulai dari potongan video hingga dance edit. Bagi grup yang tengah membangun pengenalan publik, tren semacam ini bisa menjadi cara kreatif untuk menjangkau pengguna di luar lingkaran penggemar mereka.

Sementara itu, BABYMON menghadirkan kontras yang tidak kalah menarik. Dikenal dengan karakter penampilan yang powerful, vokal kuat, dan rap penuh energi, video-video mereka memberikan nuansa berbeda ketika dipadukan dengan jingle tersebut.

Hasil editan penggemar yang menggabungkan fancam, transisi dramatis, dan audio “OBH Combi Sachet” justru terasa semakin menghibur. Satu jingle bisa menghasilkan interpretasi berbeda, bergantung pada karakter grup yang menjadi objek konten.

Kenapa Jingle OBH Combi Sachet Mudah Viral?

Ada beberapa alasan yang membuat audio ini cocok dengan budaya TikTok. Pertama, durasinya singkat dan bagian lirik yang paling dikenal mudah diingat. Kedua, iramanya cukup enerjik untuk dipadukan dengan gerakan tangan, transisi, maupun potongan video pendek.

Di Douyin, versi tarian isyarat tangan dengan tagar #obhcombisachet手势舞 bahkan disebut telah digunakan lebih dari 8.098 kreator.

Selain itu, faktor humor juga punya peran besar. Bayangkan idol yang biasanya tampil dengan konsep elegan atau powerful, tiba-tiba muncul dalam video dengan iringan suara “uhuk uhuk”. Perpaduan yang tidak terduga seperti ini membuat orang lebih mudah tertarik untuk menonton, membagikan, bahkan membuat versi mereka sendiri.

Sebelum Jisoo, audio ini juga disebut pernah digunakan dalam konten yang melibatkan Jaehyun NCT, Ni-ki ENHYPEN, serta Han dan Felix Stray Kids. Artinya, tren tersebut sudah lebih dulu bersinggungan dengan fandom K-pop sebelum akhirnya semakin ramai dibicarakan setelah unggahan Jisoo.

Ketika Tren Indonesia Menyeberang ke Fandom Global

Bagi penggemar K-pop di Indonesia, fenomena ini terasa spesial karena ada sesuatu yang berbeda dari biasanya. Jika selama ini tren musik Korea sering masuk dan mendominasi FYP lokal, kali ini justru jingle Indonesia yang menjadi bahan kreativitas penggemar K-pop.

“OBH Combi Sachet” memperlihatkan bahwa tren digital tidak selalu bergerak dari pusat industri hiburan global menuju pasar lokal. Konten sederhana yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia pun bisa mendapatkan perhatian lintas negara.

Dari Jisoo hingga editan H2H, TUIDE, dan BABYMON, satu audio yang sama bisa berubah mengikuti karakter masing-masing grup. Inilah kekuatan budaya TikTok: sesuatu yang sederhana dapat berkembang menjadi tren besar ketika komunitas ikut mengambil bagian.

Urbie’s!, sekarang pertanyaannya tinggal satu: girl group mana lagi yang cocok dipasangkan dengan jingle “OBH Combi Sachet”? Jangan-jangan, besok nama lain sudah muncul di FYP kalian!