Hi Urbie’s! Siapa sangka, cerita dongeng yang ditulis tiga tahun lalu justru terasa begitu dekat dengan kenyataan hari ini? Sutradara Hanung Bramantyo membagikan kisah di balik film Oki & Nirmala yang membawa pesan tentang pentingnya merawat pohon, ketika Indonesia masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melalui unggahan Instagram @hanungbramantyo pada 21 Oktober 2026, Hanung memperlihatkan set Pohon Lobi-lobi, elemen penting dalam cerita Negeri Dongeng. Pohon tersebut bukan sekadar bagian dari dekorasi fantasi, melainkan sumber energi bagi makhluk-makhluk yang hidup di dunia dongeng itu.
Namun, pohon yang menjadi penopang kehidupan tersebut dihancurkan oleh makhluk jahat. Gambaran itu kini terasa semakin dekat dengan realitas ketika kerusakan hutan dan kebakaran lahan kembali menjadi perhatian.
Bagi Hanung, cerita yang semula dirancang untuk anak-anak itu membawa pesan yang melampaui dunia fantasi. Ada pengingat tentang hubungan manusia dengan alam, serta konsekuensi yang muncul ketika sesuatu yang menopang kehidupan justru dirusak.
Skenario Oki & Nirmala Ditulis Sebelum Karhutla Menjadi Sorotan
Dalam unggahannya, Hanung mengungkapkan bahwa skenario Oki & Nirmala telah ditulis jauh sebelum situasi lingkungan yang menjadi perhatian saat ini.
“Film yang memberikan pesan pada anak-anak untuk merawat pohon. Di depan saya adalah set Pohon Lobi-lobi yang menjadi sumber energi makhluk Negeri Dongeng. Namun oleh makhluk jahat, pohon itu dihancurkan,” tulis Hanung.

Ia kemudian menambahkan, “Skenario ini ditulis 3 tahun lalu, sebelum terjadinya Karhutla.”
Pernyataan tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian warganet. Cerita yang dirancang sebagai petualangan fantasi ternyata memiliki pesan yang terasa relevan ketika isu lingkungan kembali menjadi pembicaraan.
Meski demikian, kemiripan antara kisah dalam film dan kondisi saat ini bukan berarti cerita tersebut secara khusus meramalkan kejadian karhutla. Justru, relevansi itu menunjukkan bahwa persoalan menjaga alam telah lama menjadi tema penting yang layak dibicarakan, termasuk melalui film anak-anak.
Ketika sebuah cerita mampu menghubungkan dunia imajinasi dengan pengalaman nyata, pesan yang disampaikan berpotensi terasa lebih dekat bagi penontonnya.

Pohon Lobi-lobi, Simbol Kehidupan di Negeri Dongeng
Dalam dunia Oki & Nirmala, Pohon Lobi-lobi memiliki peran penting karena menjadi sumber energi bagi makhluk Negeri Dongeng. Kehadirannya menggambarkan bagaimana kehidupan di sebuah dunia bergantung pada sesuatu yang harus dijaga bersama.
Ketika pohon tersebut dihancurkan, ancamannya tidak berhenti pada hilangnya satu bagian dari lanskap dongeng. Ada keseimbangan kehidupan yang ikut terganggu.
Konsep ini terasa mudah dipahami oleh penonton anak-anak. Pohon bukan hanya benda yang tumbuh di tanah, melainkan bagian dari ekosistem yang mendukung kehidupan makhluk lain.
Baca juga:
- Agnez Mo Gabung Nicolas Cage di Film C.L.A.Y., Siap Menjelajah Dunia Cyber-Thriller Hollywood!
- Indro Warkop Menangis Kenang Dono dan Kasino di Synchronize Fest 2026, Momen Haru di Panggung Forest
Dalam kehidupan nyata, hutan juga memiliki peran penting, mulai dari menyediakan habitat bagi satwa, menyimpan karbon, menjaga tata air, hingga mendukung sumber penghidupan masyarakat. Kerusakan hutan dapat menimbulkan dampak yang jauh melampaui area yang terbakar.
Melalui simbol Pohon Lobi-lobi, film ini memiliki ruang untuk memperkenalkan gagasan bahwa menjaga alam bukan sekadar tindakan individual, tetapi juga tanggung jawab yang berkaitan dengan kehidupan bersama.
Warganet Merasa Pesan Film Ini Dekat dengan Kondisi Lingkungan
Unggahan Hanung turut memancing respons dari warganet yang melihat kemiripan pesan cerita dengan situasi lingkungan saat ini.
Salah satu komentar menyebutkan, “Iya merinding, kayak kejadian saat ini, kemarau panjang, mencoba menurunkan hujan, pohon yang hancur.”
Komentar lainnya menyambut positif kehadiran film yang membawa pesan pelestarian alam bagi anak-anak.
“Akhirnya ada yang tergerak untuk buat film yang membuat anak-anak mencintai alam, hutan, dan pohon,” tulis seorang warganet.
Respons tersebut memperlihatkan bagaimana film dengan pendekatan fantasi dapat membuka percakapan mengenai persoalan yang nyata. Alih-alih menyampaikan pesan lingkungan melalui penjelasan yang rumit, cerita dapat mengajak penonton memahami konsekuensi kerusakan alam melalui karakter, konflik, dan dunia yang mereka ikuti.
Bagi anak-anak, pendekatan semacam ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal pentingnya pohon dan hutan. Sementara bagi penonton dewasa, kisah tersebut dapat menjadi pengingat bahwa pendidikan tentang lingkungan perlu dimulai sejak dini.

Oki & Nirmala Siap Kembali ke Layar Lebar pada 2027
Kabar mengenai pesan lingkungan dalam film ini datang bersamaan dengan kemunculan kembali dunia dongeng legendaris Oki & Nirmala dalam format layar lebar.
Teaser film Oki & Nirmala telah dirilis dan mengajak penonton memasuki Negeri Dongeng dengan sentuhan fantasi khas Indonesia. Karakter yang telah menemani masa kecil banyak generasi tersebut dijadwalkan kembali menyapa penonton melalui film yang direncanakan tayang pada 2027.
Kembalinya karakter yang akrab bagi penonton lintas generasi juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan cerita tersebut kepada anak-anak masa kini. Di tengah dominasi hiburan digital, dunia dongeng lokal dapat menghadirkan pengalaman yang dekat dengan budaya Indonesia sekaligus membawa nilai-nilai yang relevan.
Jika pesan tentang merawat pohon menjadi bagian penting dari perjalanan cerita, film ini juga berpotensi mengajak keluarga membicarakan isu lingkungan setelah meninggalkan bioskop.
Urbie’s!, terkadang cerita fantasi justru membantu kita melihat kenyataan dengan cara yang berbeda. Pohon Lobi-lobi memang hidup di Negeri Dongeng, tetapi pesan tentang menjaga pohon, melindungi hutan, dan merawat kehidupan adalah tanggung jawab yang nyata.




