Hi Urbie's! Dunia sastra Jepang tengah berduka. Keigo Higashino, penulis novel misteri legendaris yang melahirkan karya-karya seperti The Devotion of Suspect X, dikabarkan meninggal dunia pada usia 68 tahun. Kepergian sang maestro tak hanya meninggalkan duka bagi pembaca di Jepang, tetapi juga bagi jutaan penggemar di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Bagi pencinta pop culture Jepang, nama Keigo Higashino bukanlah sosok asing. Novel-novelnya menjadi pintu masuk bagi banyak pembaca Indonesia untuk mengenal sastra Jepang modern. Lewat cerita yang penuh teka-teki, logika, dan emosi, Higashino berhasil membuktikan bahwa novel misteri bukan sekadar tentang mencari pelaku, tetapi juga mengungkap sisi paling kompleks dari manusia.
Keigo Higashino Meninggal Akibat Kanker Usus Besar
Kabar wafatnya Keigo Higashino diumumkan melalui akun media sosial resminya yang dikelola oleh tujuh perusahaan penerbit bukunya pada 27 Juli 2026.
Dalam pernyataan tersebut disampaikan bahwa Higashino meninggal dunia pada dini hari 23 Juli 2026.
"Dengan hormat kami menyampaikan belasungkawa dan memberitahukan hal ini kepada Anda. Penulis Keigo Higashino meninggal dunia pada dini hari tanggal 23 Juli," tulis pernyataan tersebut.
Pihak pengelola akun juga menyampaikan keyakinannya bahwa karya-karya Higashino akan terus hidup dan memikat pembaca lintas generasi.
Sementara itu, media Japan News melaporkan bahwa penulis kelahiran Osaka tersebut meninggal akibat kanker usus besar.
Penulis yang Mengubah Cara Dunia Menikmati Novel Misteri
Keigo Higashino lahir di Osaka dan menempuh pendidikan Teknik Elektro di Universitas Prefektur Osaka.

Sebelum dikenal sebagai penulis terkenal, ia sempat bekerja sebagai seorang insinyur sambil menulis novel di sela-sela aktivitasnya.
Kariernya berubah drastis pada tahun 1985 ketika novel debutnya berjudul After School (Hokago) memenangkan Edogawa Rampo Award, salah satu penghargaan paling bergengsi bagi penulis misteri di Jepang.
Novel tersebut memperkenalkan karakter detektif Kyoichiro Kaga, yang kemudian berkembang menjadi salah satu tokoh ikonik dalam dunia fiksi kriminal Jepang.
Kesuksesan itu membuat Higashino memutuskan meninggalkan profesinya sebagai insinyur dan fokus menjadi penulis penuh waktu di Tokyo.
Baca juga:
- Drama Baru GACKT Jadi Perbincangan! Bukan Ceritanya, Tapi Dialognya yang Bikin Netizen Jepang Terbelah
- Novel Legendaris Agatha Christie And Then There Were None Resmi Diadaptasi Jadi Manga, Rilis September 2026!
- Drama Jepang Paling Menantang Tahun Ini “Criminals” Tayang Juli, Dibintangi Issei Takahashi hingga Takumi Saito
Bukan Sekadar Misteri, tetapi Permainan Psikologi
Berbeda dengan banyak novel detektif klasik yang berfokus pada siapa pelaku pembunuhan, Keigo Higashino justru menawarkan pendekatan yang berbeda.
Dalam banyak karyanya, identitas pelaku sering kali sudah diketahui sejak awal cerita.
Yang membuat pembaca terus membalik halaman adalah bagaimana alasan di balik kejahatan tersebut perlahan terungkap melalui permainan logika, psikologi, dan emosi para karakter.
Pendekatan unik inilah yang menjadi ciri khas Higashino.
Ia berhasil memadukan ilmu pengetahuan, analisis kriminal, hingga konflik batin manusia menjadi sebuah cerita yang sulit ditebak hingga halaman terakhir.
The Devotion of Suspect X Jadi Mahakarya yang Mendunia
Jika harus memilih satu karya yang paling merepresentasikan Keigo Higashino, banyak pembaca sepakat bahwa jawabannya adalah The Devotion of Suspect X.
Novel yang terbit pada 2006 tersebut menjadi bagian dari seri Detective Galileo dan dianggap sebagai salah satu novel misteri terbaik yang pernah lahir dari Jepang.
Ceritanya dimulai dengan sebuah pembunuhan.
Namun alih-alih mencari siapa pelakunya, pembaca justru diajak mengikuti duel kecerdasan antara seorang tersangka dengan detektif jenius yang berusaha mengungkap kebenaran.
Novel ini meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Naoki Prize dan Honkaku Mystery Award, sekaligus memperkenalkan karya Higashino kepada pembaca internasional.
Kesuksesan tersebut kemudian melahirkan berbagai adaptasi film dan serial televisi, termasuk drama Galileo yang dibintangi Masaharu Fukuyama dan Kou Shibasaki.
Karya Keigo Higashino Sangat Populer di Indonesia
Urbie's, jauh sebelum gelombang manga dan anime semakin mendominasi pasar Indonesia, novel-novel Keigo Higashino sudah lebih dulu memiliki tempat tersendiri di hati para pembaca.
Banyak judulnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan menjadi koleksi favorit di toko buku maupun perpustakaan.
Popularitasnya juga semakin meningkat seiring berkembangnya komunitas pencinta budaya Jepang di Indonesia.
Tak sedikit pembaca yang mengaku mulai tertarik mempelajari sastra Jepang setelah membaca The Devotion of Suspect X, Journey Under the Midnight Sun, Malice, hingga Miracles of the Namiya General Store.
Keberhasilan Higashino menunjukkan bahwa pop culture Jepang tidak hanya identik dengan anime, manga, atau J-Pop, tetapi juga memiliki kekuatan besar melalui dunia literasi.
Novel-novelnya bahkan sering menjadi rekomendasi bagi pembaca yang baru ingin mengenal sastra Jepang karena bahasanya yang mudah diikuti namun tetap menawarkan cerita yang kompleks.
Lebih dari 100 Judul dan 100 Juta Buku Terjual
Sepanjang kariernya, Keigo Higashino menghasilkan lebih dari 100 judul buku.
Karya-karyanya telah terjual lebih dari 100 juta eksemplar di Jepang dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 40 bahasa.
Pencapaian tersebut menjadikannya salah satu penulis Jepang paling sukses sepanjang sejarah.
Bahkan setelah wafat, karya terbarunya dalam seri Galileo berjudul Eternal Memory dijadwalkan tetap terbit di Jepang pada 5 Agustus 2026.
Peluncuran novel tersebut kini diperkirakan akan menjadi momen emosional bagi para penggemarnya di seluruh dunia.
Warisan yang Akan Terus Hidup Lewat Halaman Buku
Kepergian Keigo Higashino memang meninggalkan kehilangan besar bagi dunia sastra.
Namun warisan yang ia tinggalkan jauh melampaui deretan penghargaan atau angka penjualan fantastis.
Lewat setiap novel, Higashino mengajarkan bahwa misteri terbaik bukan hanya tentang menemukan pelaku, tetapi memahami mengapa seseorang memilih melakukan sebuah kejahatan.
Bagi pembaca Indonesia, nama Keigo Higashino akan selalu menjadi salah satu ikon sastra Jepang yang berhasil menjembatani budaya melalui cerita-cerita yang cerdas, emosional, dan tak lekang oleh waktu.
Meski sang penulis telah berpulang, karya-karyanya akan terus mengajak generasi baru untuk menikmati dunia misteri yang penuh logika, kejutan, dan kemanusiaan.







